Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Nathan marah


__ADS_3

Pulang telah tiba dan Nathan masih berada di kantornya Leo karena dia juga yang sambil bekerja dan menunggu nadhira pulang.


“Nath lo gak mungkin suka sama Nanda kan?”tanya Leo yang sedang duduk di kursi kebanggaannya.


“Enggaklah lo ngaco, gue gak mungkin suka sama perempuan polos kaya dia”ucap Nathan karena dia juga gengsi kalau harus bercerita sama orang lain tentang Nanda karena sebelumnya typenya Nathan sangat berbeda dengan Nanda yang polos dan baik hati, Nathan menyukai perempuan yang **** dengan make up yang cukup tebal sedangkan Nanda hanya memakai riasan biasa saja.


“Yah kali aja type lo berubah”ucap Leo sambil terus membuka laptopnya.


“Enggaklah, lo gak akan balik?”tanya Nathan karena dia yang masih duduk di kursi tempat kerjanya.


“Lo balik duluan aja, gue belum mau pulang”ucap Leo yang masih saja membuka laptopnya dan bekerja tanpa menghiraukan adanya Nathan.


“Yaudah gue balik dulu yah”ucap Nathan yang beranjak dari tempat duduknya menuju keluar meninggalkan Leo yang sendirian.


Sedangkan nadhira yang berada di ruangannya yang masih duduk karena ia berharap Leo segera keluar dari ruangannya agar ia dapat pulang tapi nyatanya Leo belum juga keluar dari ruangannya.


“Lihatin apa sayang?”tanya Revan saat melihat nadhira yang terus melihat ke arah pintu.


“Nunggu pak Leo keluar tapi gak keluar juga”ucap nadhira dengan lemah dan kecewa karena Leo yang tak kunjung keluar juga.


“Memangnya kenapa?”tanya Revan yang tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan kekasihnya dan mengapa juga dia menunggu Leo.


“Kalau pak Leo keluar aku kan bisa pulang, kalau Enggak kan tandanya harus lembur”ucap nadhira yang enggan lembur karena dia juga yang sangat lelah.


“Gak usah nunggu bang Leo ayo pergi”ucap Revan sambil mengengam tangannya nadhira dengan erat karena dia yang ingin membawa nadhira kesuatu tempat.

__ADS_1


“Kalian mau kemana?”tanya Nathan yang keluar dari ruangannya Leo.


“Mau jalan-jalan bang anak muda”ucap Revan sambil terus mengengam tangannya nadhira walaupun di depannya ada Nathan.


“Tapi pak Leo Gimana?”tanya nadhira karena dia yang merasa tidak enak kalau meninggalkan Leo sendirian.


“Pergi aja dhira, Leo lagi gak mau di ganggu”ucap Nathan karena ia tau suasana hatinya Leo kalau sedang banyak masalah atau apapun ia selalu ingin sendirian.


“Yaudah bang gue pamit yah”ucap Revan yang menarik tangannya Nadhira untung saja nadhira sudah beres-beres barangnya dan bisa langsung pergi.


“Oh yah kak titip nanda yah”ucap nadhira yang melihat ke belakang ke arah kakaknya untuk memberitahukan tentang nanda karena ia juga khawatir dengan nanda kalau pulang sendirian.


“Iya siap. Kalian hati-hati”ucap Nathan yang dimana adiknya sudah memasuki liftnya.”dasar bucin”ucap Nathan yang berjalan menuju ke lift untuk ke ruangannya nanda. Kantor tampak sepi karena hampir semua karyawan sudah pulang hanya beberapa orang saja yang berada di sana.


“Eh pak Nathan boleh minta nomor handphonenya”tanya seseorang yang mendekat ke arahnya Nathan. Karyawan itu berani karena Nathan hanya sendirian tidak dengan leo.


“Ayo pulang”ajak Nathan saat melihat nanda yang masih duduk di meja kerjanya dengan laptop yang masih menyala.


“Dhira mana?”tanya nanda karena ia yang tidak melihat adanya sahabatnya itu.


“Dhira lagi kencan, ayo pulang”ucap Nathan yang menarik tangannya Nanda.


“Gak usah Kak. Nanda bisa sendiri”ucap Nanda yang malas kalau harus bersama dengan Nathan takutnya Nathan melakukan hal yang aneh-aneh.


“Lo takut sama gue”ucap Nathan sambil mendekatkan wajahnya ke wajahnya Nanda dan malah membuat Nanda yang kaget dan jantungnya berdebar kencang.

__ADS_1


“Enggak kak, tapi Nanda mau ketemu orang dulu”ucap Nanda berbohong karena dia juga tak ingin kalau pulang berdua bersama dengan Nathan.


“Jangan bohong, ayo balik lagian gue gak akan ngapa-ngapain lo, gue gak sebrengsek apa yang lo pikirkan”ucap Nathan yang tau apa yang Nanda pikirkan dari raut wajahnya.


“Nanda beberan ada urusan kak”ucap Nanda yang terpaksa menolak Nathan karena dia yang takut.


“Yaudah terserah kalau lo gak mau balik bareng gue, tapi ingat gue gak sebrengsek itu”ucap Nathan yang beranjak dan berjalan meninggalkan Nanda sendirian karena tak menyangka Nanda menganggapnya brengsek. Walaupun ia Playboy tetapi ia tidak pernah berbuat hal yang membuat seorang perempuan hancur.


“Apa aku terlalu kasar sama kak Nathan?”tanya Nanda karena dia yang merasa bersalah ketika mendengar Nathan berbicara seperti itu.


“Ayo lah nan kenapa lo bilang begitu, Gimana kalau kak Nathan marah”ucap Nanda yang takutnya Nathan marah ia segera membereskan barangnya dan mematikan laptopnya untuk menyusul Nathan yang pergi dan terlihat rasa kecewanya.


Sedangkan Nathan yang merasa kesal dia menaiki lift dan segera ke lantai dasar ia akan pulang sendirian dengan rasa kesal dan kecewanya. Nathan menjalankan mobilnya tanpa menghiraukan apapun, saat Nanda sampai Nathan sudah melajukan mobilnya dan menjauh sehingga dia tidak dapat mengejarnya.


**


Sedangkan Revan mengajak nadhira berjalan-jalan di mall karena ia hanya bisa membawa nadhira ke mall kalau ke tempat lain waktunya sudah cukup sore dan takutnya kemaleman.


“Dhira ada yang mau kamu beli?”tanya Revan karena sedari tadi Nadhira tidak berbelanja dan hanya sebatas berjalan saja bersamanya sambil berpegangan tangan.


“Enggak kak. Dhira gak mau apa-apa kok, dhira cuman mau nonton aja, ada film yang ingin dhira tonton”ucap nadhira karena memang ia sudah lama tidak menonton bioskop karena kerjaanya yang semakin banyak dan sering lembur.


“Yaudah ayo nonton”ucap Revan yang mengengam tangannya nadhira ia tidak ingin melepaskan sekalipun tangannya dari nadhira kerena dia yang sangat mencintai nadjira.


Sedangkan di tempat lain ada orang yang melihat ke arah mereka dengan tatapan tidak suka siapa lagi kalau bukan Nikko sedari tadi Nikko melihat ke arah mereka dan mengikuti kemana nadhira dan Revan jalan.

__ADS_1


“Dhira kamu berani-baraninya lupain aku”ucap Nikko yang marah dan masih tidak percaya karena nadhira yang bisa meneriman cintanya laki-laki lain padahal yang dia tau kalau nadhira sangat mencintainya.


“Awas aja gue gak akan pernah lepasin kalian, gue akan beri lo pelajaran Revan”ucap Nikko Rengan seribu niat jahat yang sudah ia catat untuk menghancurkan hubungan nadhira dan Revan karena sampai kapanpun ia tidak ingin kalau nadhira menjadi milik orang lain apalagi menikah dengan orang selain dia, dia akan menghalangi apapun dan siapapun yang akan menikahi nadhira.


__ADS_2