
Nanda yang mendengar semua itu ia kecewa tapi apa boleh buat mungkin Nathan hanya ingin menutupi hubungan di antara mereka. Tapi dia mencoba tegar.
“Kirain aja, lo kan gak lihat situasi dan siapa orangnya”ucap Leo yang sudah tau karakter sahabatnya itu.
“Lo sama gue, sama aja Leo”ucap Nathan yang juga mengenal bagaimana Leo karena mereka yang sudah berteman begitu lama sehingga tau keburukan masing-masing dan mungkin kalau nadhira berpacaran dengan Leo ia tidak akan setuju.
“Jangan malah banyak bicara, ayo makan aku lapar”ucap nadhira karena kakaknya dan bosnya malah ngobrol dan saling tuduh.
“Kamu lapar sayang? Ayo kita makan duluan aja”ucap Revan yang mengajak nadhira makan karena dia yang tak ingin sang kekasih kelaparan.
“Yang lagi di mabuk cinta”ucap Leo yang seakan jijik melihat nadhira dan Revan yang begitu bucin.
“Namanya juga cinta, ayo Leo”ucap Nathan mengajak Leo menuju ke kantin.
“Kak Revan duluan aja, dhira sama Nanda”ucap nadhira karena ia yang kasihan kalau Nanda harus sendirian dan tak mungkin Nanda bersama dengan Nathan dan Leo karena akan sangat canggung.
“Yaudah, kakak duluan yah”ucap Revan yang berjalan menyusul Leo dan Nathan.
Sedangkan nadhira ingin melihat keadaan Nanda apakah Nanda baik-baik saja atau tidak karena Nanda yang terlihat tidak baik-baik saja.
“Nan kamu gak apa-apa kan?”tanya nadhira saat melihat Nanda yang seperti menahan rasa sakit.
“Enggak dhira, ini aku cuman lecet aja, soalnya sepatunya baru aku pakai jadi begini”ucap Nanda yang berbohong padahal dia juga masih kecewa atas jawaban Nathan karena dia berharap Nathan mengakui kalau menyukainya.
“Yaudah ini aku obatin, aku selalu bawa ini takutnya kaki aku sakit”ucap nadhira yang mencoba mengobati kakinya Nanda yang lecet.
“Makasih dhira”ucap Nanda yang sudah di obatin dan memakai sepatu yang di belikan oleh Nathan karena tidak mungkin dia memakai sepatu Hels karena kaki nya lecet dan sakit.
__ADS_1
“Sama-sama ayo ke kantin”ucap Nadhira yang menggandeng tangan sahabanya menuju ke kantin dengan di selingi beberapa obrolan di antara mereka.
Saat memasuki kantin banyak karyawan wanita yang berbisik dan hanya terdengar sedikit oleh nadhira bahwa mereka itu membicarakan ke tampanan Nathan yang setiap orang yang melihatnya pasti tergoda dan pantas saja kalau dia seorang Playboy.
“Dasar kak Nathan gak dimana aja tebar pesona”ucap nadhira yang kesal karena sang kakak lagi-lagi jadi bahan pembicaraan dan rebutan wanita.
“Emang kak Nathan begitu yah dhira?”tanya nanda karena dia juga penasaran seperti apa seorang Nathan.
“Duduk dulu aja, nanti aku ceritain”ucap nadhira yang masih ada kursi yang masih tersisa tetapi sayangnya kursi itu yang dekat dengan Leo dan yang lainnya karena mungkin kebanyakan karyawan canggung untuk berdekatan dengan Leo dan yang lainnya.
“Dhira jangan duduk disini”ucap Nanda karena dia yang merasa canggung saat berdekatan dengan Nathan apalagi dengan kejadian semalam dan tadi pagi.
“Gak apa-apa nan, lagian kamu juga udah biasa kan makan dekat mereka”ucap nadhira karena dia tau bahwa mungkin Nanda akan canggung ketika bersama mereka tetapi harusnya sudah menjadi hal biasa karena dia juga yang sudah sering makan bersama dengan mereka.
“Ini makanannya”ucap Revan menaruh makanan Nanda dan nadhira di meja nya.
“Kakak udah pesenin, katanya kamu mau makan pangsit, ini udah kakak beliin, sekalian buat Nanda”ucap Revan.
“Makasih pak, maaf merepotkan”ucap Nanda yang merasa tak enak karena Revan yang membawakan makanan untuknya.
“Makasih yah kak udah tau aja kalau dhira mau ini”ucap nadhira tersenyum karena begitu banyak perhatian Revan kepadanya sampai dia yang tidak merasa malu melakukan apapun di depan orang lain untuknya.
“Iya sayang. Kakak boleh duduk disini?”tanya Revan karena takut kalau nadhira tidak mengizinkannya.
“Boleh kok kak, gak apa-apa kan nan?”tanya nadhira yang meminta persetujuan Nanda bagaimana pun mereka yang duduk bersama.
“Boleh kok, pak Revan duduk aja”ucap Nanda yang tidak merasa keberatan karena Revan juga yang baik kepadanya.
__ADS_1
“Lo kok malah duduk disini?”tanya Nathan yang malah ikut duduk disini bersama dengan Leo.
“Pak Leo sama kak Nathan kenapa makan disini?”tanya nadhira padahal sudah jelas-jelas kalau mereka tadi duduk di samping sana dan malah duduk disini.
“Kalau makan berdua gak nafsu, nanti juga di sangka kita belok karena kita makan berdua”ucap Leo menjawab.
“Tapi bukannya iya yah, kalian kan udah dewasa tapi belum menikah mungkin kalian belok”ucap Revan mengejak sang sepupu dan kakak ipar.
“Sialan lo, Enggak lah, cuman gue belum nemu yang tepat aja”ucap Nathan sambil memakan makanannya karena takutnya sudah dingin.
“Lo juga belum menikah berarti lo juga belok”ucap Leo yang tak ingin kalah dari siapapun.
“Gue gak mungkin belok bang, gue kan punya pacar mah kalian masih jomblo aja apa jangan-jangan kalian masih mikirin itu di dia”ucap Revan yang memang mengetahui kisah Leo begitupun dengan Nathan. Nadhira hanya tau kakaknya sering berganti-ganti perempuan tetapi dia tidak pernah tau mana saja pacar dan mantan kakaknya karena begitu banyak.
“Udah Diem lo, makan aja”ucap Nathan yang tak ingin Revan membuka Rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
“Iya bang”ucap Revan yang makan sambil sesekali dia bercanda dengan nadhira. Sedangkan Nanda hanya diam saja karena dia yang bingung harus berbicara apa dan lagi-lagi dia sangat canggung.
**
Sedangkan di tempat lain Sonya sedang duduk dan rasanya dia ngidam ingin makan sesuatu tetapi tidak ada orang yang bisa ia tolongi. Nikko yang sedang bekerja dan meninggalkannya sendirian di rumahnya.
“Nik angkat dong”ucap Sonya yang mencoba menelpon Nikko dan berharap Nikko menjawabnya karena dia yang tak tahan ini makan itu.
Tapi Nikko tidak menjawab telpon dari Sonya karena Nikko juga yang malas di ganggu oleh Sonya. Suara telpon Nikko terus berbunyi.
“Pak Nikko itu telponnya, kali aja penting”ucap salah satu kliennya.
__ADS_1
“Biarin aja pak, ini hanya orang iseng saja”ucap Nikko yang memang muak kalau harus menjawab telponnya Sonya yang permintaan kepadanya dan membuat Nikko semakin stress berhadapan dengannya andai saja waktu itu ia tidak menikahi Sonya mungkin dia tidak akan semenderita ini dan kehilangan nadhira yang merupakan orang yang ia cintai.