Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Nadhira kembali bekerja


__ADS_3

Besoknya nadhira sudah mulai bekerja kembali ia di antar oleh Nathan yabg memang masih berada di jakarta karena ada urusan yang harus ia urus karena setelah kepergian Revan banyak juga pekerjaan yang terbengkalai.


Nadhira sampai di tempat kerjanya, tempat dimana dia bertemu dengan Revan walaupun sulit tapi ia harus bekerja karena tak mungkin ia berlarut-larut dalam kesedihannya.


“Kamu udah siap dhira?”tanya nathan tak kala sampai di perusahaan Leo takutnya nadhira tak sanggup lagi untuk bekerja di sana karena begitu banyak kenangannya bersama dengan Revan.


“Siap kak, dhira udah baik-baik aja kok”ucap nadhira tersenyum ia tak ingin kalau sampai kakaknya yang khawatir akan dirinya.


“Nan”panggil nadhira tak kala melihat Nanda yang berjalan sendirian dengan pakaian yang terlihat lebih rapih juga dan cantik.


Nanda berbalik ke arahnya nadhira dan ia hanya diam saja, ia yang masih takut dan trauma melihat Nathan yang dimana rasa sakit yang di buat oleh Nathan masih membekas di ingatannya, hari di mana dia di usir dan di fitnah padahal jelas-jelas dia tidak berselingkuh dengan siapapun.


“Nanda, kenapa bengong?”tanya nadhira yang mendekat ke arahnya Nanda yang hanya diam saja sambil melihat ke hadapannya.


“Enggak dhira”ucap Nanda dengan gugup ya mencoba terlihat biasa saja dan tidak canggung.


“Nan aku kangen”ucap Nanda memeluk Nanda dengan erat, ia yang kangen kepada Nanda karena sudah sebulan ia tidak bertemu dengan Nanda, nadhira juga merasa bersalah atas apa yang terjadi terhadap hubungannya dengan nathan.


“Iya aku juga kangen”ucap Nanda tersenyum mencoba kuat dan terlihat baik-baik saja.


Sedangkan nathan hanya diam saja dan bersikap dingin seolah-olah tidak kenal dengan Nanda, ia masih kecewa dengan Nanda.


“Nan kok kamu terlihat berbeda sih. Biasanya kamu gak dandan begini”ucap nadhira sambil melihat dari atas ke bawah dengan tatapan kagum.


“Iya aku di suruh rapih dhira”ucap Nanda tersenyum.

__ADS_1


“Paling-paling buat goda laki-laki hidung belang”ucap nathan yang sedari tadi ada di sampingnya nadhira.


“Kak nathan, jangan asal bicara”ucap nadhira yang marah karena kakaknya yang lagi dan lagi bersikap seperti itu.


“Udah dhira, ayo masuk”ucap Nanda mencoba bersikap baik-baik saja dan tak ingin menambah masalah, ia tak ingin membuat moodnya semakin hancur kalau harus menanggapi ucapan Nathan.


“Itu nyadar”ucap nathan yang entah mengapa dia sebal terhadap Nanda dan ingin Nanda jatuh-sejatuhnya, ia yang masih merasa kesal karena Nanda yang menyelingkuhinya dengan orang lain.


“Kak nathan diam”ucap nadhira yang berjalan bersama dengan Nanda tanpa menghiraukan ucapannya.


Mereka berjalan memasuki gedung perusahaan dengan Nanda yang juga menuju lantai 23 tempat dimana nadhita jug bekerja.


“Nan udah gak usah anterin aku sampai atas”ucap nadhira yang merasa tidak enak kalau Nanda mengantarnya.


“Enggak kok dhira, aku memang kerja di lantai atas sekarang, pak leo minta aku buat gantiin kamu sementara makannya aku harus berpakaian seperti ini”ucap Nanda menjelaskan.


Sedangkan nathan hanya diam saja dengan tatapan sinisnya kepada Nanda.


“Makasih yah nan udah gantiin aku dan bantuin juga pak leo”ucap nadhira yang sangat berterima kasih karena Nanda sudah mau mengantikan pekerjaannya dan juga menemani leo yang dimana dia juga sangat kacau.


“Sama-sama dhira”ucap Nanda terseyum, Nanda tersenyum mencoba terlihat baik-baik saja.


Tak lama mereka sampai ke lantai tempat bekerja, Nanda yang langsung duduk di tempat kerjanya karena banyak sekali pekerjaan yang harus dia kerjakan, hari ini ia tidak menjemput leo karena leo yang akan datang agak terlambat.


“Silahkan,Bu dhira sama pak Nathan boleh tunggu di ruangannya, pak leo agak terlambat datang hari ini”ucap Nanda dengan formalnya ia akan mengesampingkan urusan pribadi diantara mereka.

__ADS_1


“Tapi nan, aku boleh bantu kamu aja?”tanya nadhira yang merasa bosan.


“Maaf bu dhira, pak leo menyuruh bu dhira tunggu di dalam”ucap Nanda yang mempersilahkan dan mau tak mau nadhira dan juga Nathan masuk ke dalam ruangan Leo.


“Bentar yah. Saya ambilkan minuman dulu”ucap Nanda yang keluar padahal hatinya yang sudah tak karuan berada di sana antara rasa cinta dan rasa benci kepada Nathan yang selalu menggerogoti otak dan pikirannya.


“Kak lihat, nanda perempuan baik-baik, apa gak nyesel Kak nathan mencampakkan nanda begitu saja”ucap nadhira sambil melihat ke arah nanda dan juga Nathan yang sebenarnya curi-curi pandang.


“Udah yah dhira kakak gak ingin bahas masalah nanda”ucap nathan yang malah melihat ke arah handphonenya.


Tak lama nanda datang bersama dengan minumannya yang hendak di berikan kepada nadhira dan juga nathan.


“Silahkan di minum”ucap nanda menaruh minumannya di meja dan ia hendak berjalan ke luar ruangan karena masih banyak pekerjaan dan tak ingin berada di dekat nathan.


“Nan aku mau bicara dulu sama kamu”ucap nadhira saat nanda hendak keluar.


“Bicara apa yah dhira?”tanya nanda yang dimana ia terlihat gugup takut kalau sampai nanda bertanya yang aneh-aneh, ia juga duduk di depannya nadhira agar lebih enak berbicara.


“Kenapa kamu pindah dari Apartemen?”tanya nadhira dengan tatapan penuh tanda tanya.


“Aku udah beli Apartemen nan, dari hasil tabungan aku dhira, walaupun lebih kecil di banding Apartemen kamu tapi setidaknya aku punya tempat tinggal yang layak dan tidak merepotkan kamu terus”ucap nanda membantu penjelasan, ia mempunyai tabungan dari beberapa tahun lalu saat dari ia SMA sampai kuliah pun ia selalu bekerja agar ia mempunyai rumah karena betapa sedihnya tak kala ia dan neneknya beberapa kali di usir dari kontrakannya karena tak mampu membayarnya.


“Tapi nan, kitakan kelurga kenapa kamu begini? Aku minta maaf yah masalah kak nathan tapi aku mohon jangan pindah Apartemen, kalau kamu pindah aku sama siapa?”tanya nadhira dengan tatapan memohon kepada Nanda.


“Udah dhira, kamu harusnya senang terjauh dari orang-orang miskin yang gak tau diri”ucap nathan sambil melihat ke arahnya nanda.

__ADS_1


“Kak Nathan jaga ucapannya”ucap nadhira yang marah kepada kakaknya karena ia yang berbicara seenaknya saja.


“Udah yah dhira aku keluar dulu, masih banyak kerjaan”ucap nanda berlari ia sudah tak sanggup berada di sana apalagi ucapan Nathan yang selalu kasar kepadanya, ia berlari menuju roftop karena rasanya ia ingin menangis sejadi-jadinya dan tak dapat di tahan.


__ADS_2