Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Di jemput Revan


__ADS_3

“Gimana tante?”tanya nadhira yang sudah memakai dress yang sudah bu Raline pilihkan.


“Bagus banget, cantik, pasti orang yang meninggalkan kamu menyesal karena meninggalkan wanita secantik dan sebaik kamu”ucap Bu Raline


“Bisa aja tante, tapi yah mungkin bukan jodohnya”ucap nadhira yang mencoba ikhlas.


“Coba kamu ini”ucap Bu Raline memberikan lagi dress berwarna putih


“Iya tante”ucap nadhira yang hanya bisa menuruti apa yang di ucapkan Bu Raline.


Nadhira pun kembali mencoba pakaian yang di pilihkan oleh Bu Raline lalu nadhira keluar dan memang ia terlihat cantik.


“Gimana tante?”tanya nadhira lagi.


“Iya cantik banget, Yaudah kita bungkus dua ini sama yang tadi”ucap Bu Raline kepada pelayan agar menyiapkan pakaian yang ia beli.


“Gak usah tante”ucap nadhira yang merasa tidak enak kalau sampai Bu Raline membelikan pakaian untuknya apalagi Bu Raline yang memang bukan siapa-siapa dan hanya sebatas ibu bosnya saja.


“Gak ada penolakan”ucap Bu Raline yang membayar pakaian tersebut sedangkan nadhira hanya terdiam bingungnya.


“Pokoknya jangan lupa harus di pakai”ucap Bu Raline yang telah membayar pakaian tersebut.


“Terima kasih tante”ucap nadhira yang tidak enak karena ia yang merepotkan Bu Raline.


**


Sedangkan di tempat lain Revan yang merasakan tidak tenang karena nadhira yang pergi bersama dengan Bu Raline dan pekerjaannya pun sampai tertunda dan belum beres.


Revan melangkah ke ruangannya Leo hari ini ia akan meminta izin untuk pulang lebih dahulu ia berniat akan menjemput nadhira di mall.


”bang”tanya Revan tak kala masuk ke ruangannya Leo.

__ADS_1


“Apa?”tanya Leo dengan singkatnya.


“Boleh gak bang Revan pulang duluan?”tanya Revan ragu-ragu ia takut kalau Leo akan marah pada dirinya.


“Kerjaan gimana udah beres?”tanya Leo sambil melihat ke arah revan yang tengah berdiri dengan gugup nya.


“Belum bang”ucap Revan dengan gugup nya ia yang merasa takut akan tatapan dari Leo yang sudah terlihat seperti harimau yang akan memakannya.


”kalau belum kenapa minta izin pulang”tanya Leo dengan mode marahnya.


“Revan mau jemput dulu dhira bang, tapi Revan janji kalau udah sampai nganterin dhira revan balik lagi please lah bang”ucap revan memohon agar di izinkan oleh Leo.


“Gak bisa kerjakan dulu pekerjaannya”ucap Leo yang memang sulit dibujuk dan tidak punya hati.


“Bang please sekali ini aja, gue khawatir kalau nanti mantannya dhira ganggu dhira lagi bagaimana”ucap Revan yang terpaksa berbicara seperti itu agar Leo mengijinkan dia untuk datang menjemput nadhira.


“Gak usah alasan”ucap Leo yang tetap saja tidak memberikan izin kepada revan.


“Yaudah boleh, asal nanti udah Anter dhira kamu balik lagi kesini”ucap Leo yang memang ia takut terjadi apa-apa kepada nadhira dan bisa-bisa ia akan di marahin oleh Nathan bagaimana pun Nathan sudah memperdayakan adiknya kepadanya.


“Yaudah terima kasih bang, revan pergi dulu”ucap revan tak kala berlari keluar dan segera berjalan dengan terburu-buru karena ingin bertemu dengan nadhira.


“Dasar bucin”ucap Leo yang kembali memeriksa beberapa berkasnya dan ia juga yang terpaksa untuk mengerjakan pekerjaannya sendirian.


Revan yang segera memasuki mobilnya untuk ke mall tempat nadhira dan Bu Raline berbelanja karena ia yang tau bahwa tantenya suka ke mall tersebut.


Ia pun manjalankan mobilnya dengan cepat karena ia yang tak ingin nadhira pulang lebih dulu, dengan menyusuri ibu kota yang setiap hari terlihat ramai, ia dengan senang hati menjemput sang pujaan walaupun nadhira yang memang belum menerima cintanya tetapi ia akan berusaha sampai nadhira menerimanya.


Setelah beberapa puluh menit akhirnya Revan pun sampai di mall tersebut dan di parkiran ia masih melihat mobil Bu Raline terparkir dengan rapihnya tandanya nadhira belum pulang, Revan yang berjalan menuju ke dalam mall dan mencari-cari nadhira dan untung saja sesuai dugaannya nadhira berada di toko langganan tantenya.


“Dhira”panggil revan tak kala nadhira berjalan bersama dengan Bu Raline.

__ADS_1


“Kak Revan ngapain kesini?”tanya nadhira yang heran Revan berada di sana.


“Kamu ngapain van?”tanya Bu Raline karena Revan yang datang tiba-tiba entah dari mana.


“Mau jemput kamu, khawatir nanti kamu takut kenapa-kenapa”ucap revan tersenyum malu.


“Ngapain kamu jemput dhira kan dhira sama tante, kamu kaya yang gak percaya aja sama tante”ucap Bu Raline yang merasa bahwa revan tidak mempercayainya untuk menjaga nadhira.


“Enggak tante, Revan cuman kangen aja”ucap Revan tanpa rasa malunya padahal ia belum jadian dengan nadhira dan hanya sebatas teman sekantor saja.


“Ciee Ciee kamu mau melepas masa lajang mu van”ucap Bu Raline yang mendukung siapapun yang akan jadi pilihan nadhira.


“Iya dong tante”ucap Revan dengan tersenyum sedangkan nadhira hanya terdiam ia enggan untuk berbicara karena ia yang merasa malu sampai-sampai wajahnya memerah. Ia yang belum tau harus bagaimana dengan Revan, Revan yang memang sangat baik dan menjaga nadhira tetapi ia yang masih takut tersakiti tetapi nadhira juga yang memang bingung dan tak enak hati harus menolak Revan.


“Yaudah kamu anterin dhira aja, kebetulan tante masih ada yang harus di beli”ucap Bu Raline karena memang belum membeli beberapa kosmetik yang sudah habis.


“Yaudah tante biar dhira Anter aja”ucap nadhira menawarkan diri ia yang tidak enak kalau membiarkan Bu Raline berbelanja sendirian.


“Gak usah, tante kan pulang ada sopir kalian pulang aja duluan, takutnya juga dhira kecapean tadi kita udah muter-muter”ucap Bu Raline yang kalau nandhira mengantarnya berbelanja kasihan revan yang harus mengekori nya.


“Yaudah tante kita pamit”ucap Revan tak kala menggandeng tangan nadhira dan membawa belanjaan yang berada di tangan nadhira satunya lagi agar tidak berat.


“Dasar Revan kalau udah jatuh cinta lupa sama tante sendiri”ucap Bu Raline tak kala melihat nadhira dan Revan yang berjalan lebih dulu.


Sedangkan Bu Raline melangkah sendirian menuju ke arah kosmetik, sedangkan Revan yang berjalan dengan mangandeng tangan nadhira yang tidak ia lepaskan nadhira pun merasa bingung apakah ia harus melepaskannya atau membiarkan revan menggandengnya.


“Mau makan dulu?”tanya revan tak kala berjalan.


“Enggak usah kak di rumah aja”ucap nadhira yang merasa enggan makan di luar dan lebih nyaman makan di rumah saja.


“Memangnya kamu bisa masak?”tanya Revan yang memang ia mengetahui dari Nathan bahwa nadhira yang memang

__ADS_1


__ADS_2