
Hari-hari telah berlalu dan kandungan Nanda semakin besar saja tapi nathan masih tidak ingin mengakui tentang janin yang ada di kandungan Nanda. Nanda cuman bisa berdoa dan berharap semoga saja dia kuat menjalani kehidupan ini walaupun tanpa seorang suami yang berada di sampingnya, hubungan Nanda dan nathan juga masuh gantung karena memang saat hamil tidak di perkenankan untuk bercerai.
Seperti hari ini, Nanda tengah makan berdua bersama dengan nadhira karena Leo dan nathan ada meeting di luar dan tidak mengajak mereka berdua, nathan memang sering bolak balik Bandung Jakarta karena pekerjaannya dan menjaga nadhira juga karena lagi dan lagi Nikko masih saja mengejarnya dan membuat hidup nadhira tidak tenang lagi.
“Nan makan yang banyak yah, biar bayi nya sehat”ucap nadhira ia hanya bisa memberikan perhatian saat di kantor saja karena lagi dan lagi Nanda enggan untuk tinggal di Apartemennya nadhira karena dia yang tak ingin melihat nathan, karena Nathan setiap datang ke Jakarta pasti akan menginap di Apartemennya nadhira.
“Makasih dhira”ucap Nanda tersenyum dan memakan makanannya.
“Kasihan yah, yang hamil tanpa suami”ucap salah seorang karyawan yang sangat membenci Nanda karena Nanda yang tiba-tiba naik jabatan.
“Iya, yang gak jelas siapa suaminya juga”ucap salah seorang lagi karena memang saat menikah Nanda tidak mengundang banyak orang hadir hanya beberapa temannya dekatnya saja yang hadir.
“Iya, jangan-jangan itu anak tanpa ayah, atau jangan-jangan dia juga gak tau siapa ayah dari akan tersebut”ucap salah seorang karyawan lagi.
“Iya, dasar wanita murahan. Mempermalukan saja perusahaan ini, wajahnya terlihat baik tapi ternyata diam-diam menghanyutkan dengan hamil di luar nikah”ucap salah seorang karyawan lagi, semenjak Nanda menjadi sekertarisnya Leo banyak orang yang iri dan membenci Nanda mereka menganggap bahwa Nanda tidak pantas berada di posisi itu apalagi Nanda yang hanya lulusan kampus yang kurang terkenal dan banyak sekali berita yang beredar kalau Nanda menggoda Leo agar bisa sampai pada jabatan tersebut.
“Kalian bicara apa sih? Jangan asal bicara kalau kalian gak tau apa yang terjadi”ucap nadhira yang marah karena sahabatnya sekaligus kakak iparnya itu di ejek oleh orang lain.
“Kita gak asal bicara, memang kenyataannya kan? Kalau anak Nanda memang gak jelas siapa”ucap salah seorang karyawan.
__ADS_1
“Kalau lo gak tau diam aja, Nanda punya suami dan gak haruskan dia kasih tau kalian siapa suaminya”ucap nadhira yang tak ingin kalah dari mereka.
“Udah dhira, jangan bertengkar”ucap Nanda hanya bisa membiarkan apa yang mereka ucapkan dari pada dia membela diri dan mengakui bahwa nathan suaminya tapi nathan sendiri tidak mengakuinya akan sangat sakit dan sedih lebih baik orang tidak tau apa yang terjadi dengan hidupnya ini.
“Tapi nan, mereka udah bicara yang Enggak-Enggak sama kamu, ingat Nanda punya suami, kalau kalian iri dengan pencapaian nanda kalian berusaha bekerja dengan baik agar kalian bisa rebut jabatan nanda”ucap nadhira.
“Rebut? Sekuat kita berusaha pun juga gak akan pernah bisa, dan ingat lo juga tiba-tiba datang dan langsung dapat jabatan tinggi, oh iya gue tau lo kan udah goda pak Revan biar dapat kerjaan itu kan dan udah lo dapat kerjaan itu lo bunuh pak Revan begitu saja hah”ucap salah seorang karyawan yang pernah menyukai Revan dan merasa kesal dan sedih saat Revan yang kecelakaan.
“Gue cuman diam dari tadi karena lo ngejek gue tapi lo jangan asal bicara yah, nadhira bukan orang yang seperti itu dan kecelakaan pak Revan itu murni hanya kecelakaan saja”ucap Nanda membela nadhira, Nanda tau kalau nadhira mendengar tentang Revan pasti ia akan kembali syok.
“Kalian berdua sama-sama aja, pantesan berteman sama-sama perempuan murahan, yang satu hamil di luar nikah yang satu lagi pembunuh calon suaminya”ucap karyawan lagi sedangkan nadhira hanya diam dan tiba-tiba ia berkaca-kaca karena mendengar tentang Revan. Apakah salah dia kalau Revan meninggal, apakah kalau ia tidak menikah dengan Revan, Revan akan baik-baik saja.
“Ini ada apa?”tanya Leo yang tiba-tiba datang bersama Nathan, Leo yang Hanya tak sengaja mendengar keributan di kantin.
“Itu anu pak”ucap Nanda yang bingung harus menjawab apa.
Nanda hanya diam saja begitupun juga dengan nadhira yang diam seribu bahasa, Nanda yang malas berbicara yang sebenarnya kepada Leo karena takut kalau para karyawan semakin tidak menyukainya.
“Enggak kok pak, kita udah selesai makan, kita kembali ke kantor yah pak”ucap Nanda yang berjalan membawa nandhira, walaupun sebenarnya ia butuh ketenangan tapi melihat nadhira yang begitu Nanda harusnya lebih kuat karena cobaan nadhira juga memang sangat besar.
__ADS_1
“Nan ada apa sih?”tanya Nathan yang berjalan mengikuti Nanda dan nadhira, ia khawatir dengan keadaan adiknya yang terlihat lesu dan pucat, sedangkan Nanda tidak menjawabnya dan terus berjalan keluar dari kantin dan membawa nadhira menuju lift.
“Nan dhira kenapa? Jawab dong?”tanya Nathan yang khawatir.
“Enggak apa-apa kok kak, dhira hanya kecapean aja”ucap Nanda yang hanya bisa bicara begitu. Agar Nathan diam tidak banyak bertanya lagi kepadanya.
“Yaudah biar gue yang bawa dhira”udah Nathan yang membawa sang adik.
“Kak dhira baik-baik aja kok, kak Nathan harusnya perhatiin kesehatan Nanda”ucap nadhira berbicara dia sudah mulai tenang.
“Tapi kamu pucat dhira, lagian Nanda gak kenapa-kenapa kok”ucap Nathan yang dimana mereka sudah sampai di lantai tempat mereka bekerja.
“Iya Nath, lo perhatiin Nanda aja, dia lagi hamil biar gue yang bawa dhira”ucap Leo yang dimana mereka sudah keluar dari liftnya.
“Nanda baik-baik aja kok, lagian dia sendiri yang memang gak butuh gue”ucap Nathan yang masih cuek dan tidak sama sekali memperhatikan Nanda sedikitpun.
“Nath, kok lo bicara begitu? Perempuan mana yang gak ingin di manja dan di perhatiin sama suaminya apalagi dia lagi hamil”ucap Leo yang mengerti karena dia sering melihat Nanda berkaca-kaca saat sedang bekerja, pasti jadi nanda juga memang tak mudah di saat hamil tapi suaminya tak mengakui bahwa itu anaknya.
“Nanda gak apa-apa Leo, yang sakit itu dhira, iya kan nan lo gak apa-apa?”tanya Nathan sambil melihat ke arah belakang untuk melihat nanda karena mereka memang berbarengan masuk ke dalam liftnya
__ADS_1