
Nathan melajukan mobilnya dengan cukup kencang sedangkan Nanda hanya malu-malu dan wajahnya yang memerah karena ciuman Nathan tadi, dia tidak menyangka bahwa Nathan se Agresif itu.
Sedangkan Nikko yang melihat nadhira bersama dengan Revan dia terlihat sangat marah dan memukul kemudi setirnya. Dia masih memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa kembali lagi kepada nadhira karena nadhira yang merupakan cinta pertamanya yang sangat sulit dia lupakan.
“Dhira aku yakin kamu akan jadi milik aku lagi”ucap Nikko yang melajukan mobilnya dan sekarang Nikko juga sudah mempunyai pekerjaan di Jakarta karena dia memutuskan akan menetap sampai ia bisa merebut nadhira dari Revan lagi.
**
Tak perlu waktu lama Revan maupun mobilnya Nathan sudah sampai di parkiran perusahaan, Nathan yang masih mengambil kesempatannya untuk mencium Nanda karena entah mengapa Nathan tidak dapat berhenti mencium Nanda dan rasanya ingin terus mengulangi ini semua.
“Kak apaan sih”ucap Nanda yang lagi-lagi kaget karena Nathan yang menciumnya kembali.
“Kenapa? Kamu gak suka?”tanya Nathan setelah melepaskan ciumannya dari Nanda.
“Bukannya begitu kak, tapi”ucap Nanda yang bingung harus berbicara apa kepada Nathan.
“Yaudah”ucap Nathan yang keluar dari mobilnya meninggalkan Nanda dengan segudang pertanyaan di dalam hatinya.
“Nanda ayo kenapa bengong?”tanya nadhira saat melihat sahabatnya yang belum keluar dari mobilnya Nathan.
“Iya dhira”ucap Nanda yang keluar dari mobilnya Nathan dengan wajah yang memerah sedangkan Nathan lebih dulu berjalan bersama Revan, Revan yang yakin akan dimarahi oleh Leo karena tidak menjemputnya karena menurutnya nadhira adalah hal yang sangat penting.
“Nan kamu kenapa sedari tadi diam saja?”tanya nadhira yang melihat Nanda terlihat berbeda.
“Enggak kok dhira, aku cuman agak lelah aja”ucap Nanda yang tak mungkin jujur, ia juga tak akan memberitahukan nadhira tentang ini sebelum Nathan memberitahukannya.
“Yaudah ayo”ucap nadhira berjalan lebih cepat karena takutnya kesiangan dan Leo yang marah kepadanya.
__ADS_1
Nadhira dan Nanda yang memang berbeda departemen di mana Nanda hanya karyawan biasa uang mungkin tidak dapat bertemu atasan pun kalau bukan karena ia yang berteman dengan nadhira.
Nadhira yang berjalan menuju ruangannya dan terlihat dari jauh sudah ada beberapa berkas yang menumpuk dan pasti membuatnya lelah.
“Ah bisa gak sih pak Leo sekali ini gak ngasih kerjaan sebanyak ini”ucap nadhira yang kesal karena Leo yang selalu memberinya segudang pekerjaan.
“Kenapa sayang baru sampai udah badmood?”tanya Revan yang melihat sang kekasih terlihat tidak semangat.
“Biasa kak pekerjaan udah numpuk”ucap nadhira tang menunjukkan dokumen yang menumpuk di hadapannya.
“Semangat dong. Aku punya sesuatu buat kamu”ucap Revan sambil memberikan coklat buat nadhira agar sang kekasih semangat.
“Makasih kak, kalau begini aku jadi semangat”ucap nadhira yang tersenyum karena lagi dan lagi Revan selalu membuatnya bahagia entah dengan tingkah lakunya atau dengan segudang hal ajaib yang ia lakukan untuk membuat nadhira tersenyum.
“Yaudah semangat yah kerjanya, kakak kembali ke ruangan dulu”ucap Revan yang mencium keningnya nadhira agar ia semangat, Revan pun kembali ke ruangannya karena takutnya Leo marah kalau ia yang bersama dengan nadhira.
Baru saja nadhira tersenyum bahagia sudah ada panggilan dari Leo yang selalu membuatnya hancur mood.
“Iya pak kenapa memanggil saya?”tanya nadhira yang masuk ke ruangannya Leo tetap hanya ada Leo, ia tidak melihat adanya kakaknya disana kira-kira kakaknya kemana itu yang jadi pertanyaan nadhira.
“Buatkan saya kopi dan ini untuk laporannya saya minta kamu perbaiki lagi”ucap Leo yang selalu janji perpect.
“Tapi pak, menurut saya itu udah bagus”ucap nadhira yang dimana dia bolak balik mengerjakan ini dan yang ia serahkan kepada Leo adalah laporan yang menurutnya sangat bagus.
“Kamu lihat ini bagus? Lihat pake mata kepala kamu, mana mungkin laporan seperti ini, apa kamu mau mempermalukan perusahaan ini”ucap Leo yang marah karena nadhira yang menjawab dan membela bahwa pekerjaannya adalah baik.
“Yaudah pak. Dhira minta maaf, dhira perbaiki lagi”ucap nadhira yang keluar dari ruangannya Leo.
__ADS_1
“Pantes aja jomblo”ucap nadhira yang hendak keluar.
“Kamu bilang apa?”tanya Leo yang mendengar ucapannya nadhira padahal sangat pelan sekali.
“Enggak pak, Yaudah saya pamit yah”ucap nadhira yang keluar dari ruangnya Leo dan segera membuatkan kopi sebelum menyelesaikan laporan kembali.
***
Sedangkan nanda yang bekerja tetapi hari ini ia tidak fokus karena selalu teringat dengan kejadian semalam begitu pun dengan kejadian tadi saat mereka di mobilnya yang membuat jantungnya nanda tidak karuan.
“Udah nan, jangan berharap lebih, lo harus tau bagaimana kak Nathan”ucap Nanda yang tidak ingin berharap kepada Nathan apalagi ia sudah tau Nathan bagaimana walaupun hanya sebatas gosip saja.
“Nan Udahlah lupain lagian Nathan paling cuman bercanda aja”ucap nanda yang akan melupakan itu semua.
“Nan Hey”ucap seseorang memanggil nanda.
“Kayanya aku gila deh, dimana-mana mendengar suara Nathan”ucap nanda yang tidak sadar siapa yang datang.
“Nan kamu dengar gak?”panggil seseorang tetapi ini bukan suara Nathan ini suara orang yang sangat ia kenal yah siapa lagi kalau bukan manager pemasaran.
“Iya Bu kenapa?”tanya Nanda yang kaget juga ternyata disana ada Nathan tetapi Nanda tidak berpikir ini benar tetapi hanya sebatas halu saja.
“Ini pak Nathan dari perusahaan di Bandung yang bekerjasama dengan perusahaan ini, saya harap kamu temenin dia berkeliling perusahaan dan menjelaskan perusahaan ini, dan bagaimana pemasarannya”ucap manager itu menjelaskan.
“Kenapa harus Nanda Bu, kan masih ada senior yang lain”ucap Nanda yang enggan bersama dengan Nathan.
“Ini kemauan pak Nathan, dan pak Nathan juga sudah memberitahukan bahwa kamu adalah teman adiknya sehingga kalau ada hal yang ingin ia tanyakan akan lebih terbuka karena kalian yang sudah saling mengenal”ucap Bu manager tersebut, ia tidak tau mengapa Nanda menolak padahal Nanda hanya tak ingin ia lebih mencintai Nathan takutnya kalau Nathan tidak membalasnya ia akan merasakan sangat sakit.
__ADS_1
“Yaudah Bu, saya bawa pak Nathan berkeliling”ucap Nanda yang berdiri”ayo pak Nathan Silahkan ikuti saya”ucap Nanda yang berjalan lebih dahulu di ikuti oleh Nathan.
Ada-ada Nathan sampai memintanya untuk berkeliling dan menjelaskan pemasaran padahal ia hanya karyawan tetapi lebih dulu di bandingkan nadhira yang dimana nadhira lebih baru. Nathan tersenyum karena akhirnya dia bisa berduaan bersama Nanda walaupun hanya masalah pekerjaan tapi alangkah indahnya apalagi bekerja sambil berpacaran.