Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Jalan-jalan bersama nanda


__ADS_3

Sore pun telah tiba dan akhirnya jam pulang pun tiba, nadhira segera membereskan barangnya karena ia yang hendak untuk pulang karena ia yang memang berniat untuk jalan-jalan bersama dengan Nanda yang sudah di sepakati tadi pagi.


“Kamu mau kemana buru-buru?”tanya Leo yang melihat nadhira sudah bersiap-siap.


“Mau pulang lah pak, kan udah waktunya pulang”ucap nadhira yang memang sudah waktunya untuk pulang apalagi ia yang sudah punya janji untuk pergi bersama dengan Nanda.


“Gak bareng sama saya dan revan?”tanya Leo yang dimana ia akan lembur selama satu jam dan kemungkinan


“Enggak pak, dhira udah punya janji sama Nanda”ucap nadhira yang kembali memasukan barangnya ke dalam tasnya


“Yaudah”ucap Leo sambil masuk kembali ke dalam ruangannya.


“Dasar bos aneh”ucap nadhira tak kala beranjak dari ruangan kerjanya untuk pulang, ia berjalan dan memasuki lift yang tampak sepi karena si lantai itu hanya beberapa orang yang bekerja.


Nadhira yang sampai di lantai bawah dimana Nanda sudah menunggunya. Nanda tampak berdiri dengan bermain ponselnya. Nadhira menghampiri Nanda yang sudah menunggunya karena tadi terkendala Leo yang kepo dan ingin tau urusannya.


“Hai nan”ucap nadhira tak kala menyapa Nanda.


“Dhira, kenapa lama? Apa pak Leo gak mengizinkan kamu untuk pergi sama aku”ucap Nanda yang dimana ia tau kalau Leo adalah orang yang diberi amanah oleh Nathan untuk menjaga nadhira sehingga pasti Leo akan sangat memperhatikan siapa saja yang akan jalan bersama dengan nadhira.


“Enggak lah, lagian aku bukan anak kecil lagi”ucap Nadhira yang memang ia pun sudah meminta izin kepada Leo apalagi ia yang sudah dewasa dan tidak bergantung lagi kepada orang lain.


“Yaudah ayo”ucap nanda yang berjalan beriringan bersama dengan nadhira dengan di iringi dengan gelak tawa yang membuat bahagia dan mungkin ini pertama kalinya nadhira berjalan-jalan bersama teman sebayanya di Jakarta karena biasanya ia akan pergi bersama dengan Revan atau enggak orang tuanya Leo.

__ADS_1


Mereka memasuki taksi dan tanpa sadar Nikko mengikuti mereka dari belakang dengan mobilnya, Nikko yang masih memikirkan ia seakan kenal orang yang bersama dengan nadhira tapi siapa dan mencoba mengingat-ngingat dan baru sadar bahwa yang bersama dengan nadhira adalah Nanda teman mereka saat SMA.


“Sejak kapan nadhira dekat sama Nanda”gumam Nikko yang setau dia nadhira tidak terlalu dekat dengan Nanda.


Nikko terus mengikuti nadhira dan Nanda dari belakang dan sedikit pun tidak ada rasa curiga dari nadhira bahwa Nikko mengikutinya dari belakang saking ia asiknya berbicara dengan Nanda.


Dan tak lama mereka pun akhirnya sampai di sebuah mall karena sebelum pergi kerumah Nanda untuk menginap mereka pun berniat untuk berbelanja bersama.


Mereka masuk ke dalam mall dengan Nikko yang mengikuti mereka dari belakang dan ingin mengawasi nadhira dan Nanda, dan ia akan mendekat ke arah nadhira tak kala Nanda tidak ada.


“Dhira mau makan dulu?”tanya Nanda karena takutnya nadhira merasa lapar dan ia mengajak nadhira makan terlebih dahulu.


“Enggak nan, aku masih kenyang”ucap Nanda yang ia memang masih kenyang.


“Nan kenapa bengong? Gak akan belanja?”tanya Nanda yang di mana nadhira hanya melihat dirinya mencari pakaian sedangkan ia sama sekali tidak mencari pakaian.


“Gak usah nan, aku masih banyak pakaian yang belum ke pake, soalnya waktu itu tante Raline ibunya pak Leo belanjain aku banyak benget jadi belum ke pake semua”ucap nadhira yang memang ia tidak mau membuang-buang uang untuk hal yang tidak perlu apalagi barang-barang yang di berikan tante Raline pun masih belum terpakai.


“Ciee calon mertua”ucap Nanda yang mencoba mengejek nadhira.


“Enggak nan, Amit-amit deh”ucap nadhira yang sambil berpikir kalau ia sampai jadian atau menikah bersama dengan Leo akan bagaimana hidupnya mungkin akan tersiksa, di kerjaan pun sudah tau berapa resenya seorang Leonardo.


“Jangan begitu dhira, bagaimana kalau kamu sama pak Leo berjodoh”ucap Nanda karena memang jodoh tidak ada yang tau.

__ADS_1


“Enggak lah, lagian pak Leo pasti nyari yang lebih dewasa, lagian sama aku udah ada yang menyatakan cinta tapi aku masih bingung buat menjawab”ucap nadhira dimana ia yang memang sudah ada seseorang yang menyatakan cintanya hanya saja dia yang masih trauma untuk memulai suatu hubungan.


“Pasti pak Revan kan?”tanya Nanda seketika dan membuat nadhira kaget bagaimana bisa Nanda mengetahui hal tersebut.


“Dari mana kamu tau?”tanya nadhira tak kala Nanda mengucapkan itu dimana tidak ada orang yang mengetahui itu semua selain dirinya dan Revan.


“Kelihatan dari cara pak Revan natap kamu dhira, kamu aja yang gak peka”ucap Nanda yang dimana ketika melihat Revan memandang nadhira seakan tersirat rasa cinta dan sayang.


“Bukannya aku gak peka nan, hanya bingung”ucap nadhira yang mencoba untuk terlihat tidak ada apa-apa karena ia pun yang bingung mengungkapkan perasaannya.


“Eh malah ngobrol lebih baik kamu belanja, katanya kan tadi mau belanja”ucap nadhira dimana mereka malah asik ngobrol dan sampai-sampai di lihatin mbak-mbak pelayannya.


“Haha lupa tempat”ucap Nanda yang dimana mereka kalau ngobrol selalu lupa tempat dan ia kembali memilih pakaian yang akan ia beli.


“Yaudah aku ke toilet dulu yah”ucap nadhira berpamitan ia hendak ketoilet karena ia yang ingin buang air kecil. Dan seketika pun Nikko mengikuti nadhira dari belakang. Nadhira pun masuk ke dalam toilet dan tak lama ia keluar berapa terkejutnya saat ia keluar sudah ada Nikko di luar toilet tersebut.


Nadhira yang ketakutan melihat Nikko yang muncul di hadapannya apalagi hanya ia sendirian.


“Nikko mau apa lagi?”tanya Nadhira yang dimana Nikko selalu mengikutinya terus.


“Ikut sama aku”ucap Nikko sambil menarik tangannya nadhira.


“Apaan nik, kamu harus ingat kita sudah tidak punya hubungan apapun”ucap nadhira yang kesal dimana Nikko yang selalu saja tidak sadar bahwa di antara mereka sudah tidak ada apa-apa dan semuanya sudah selesai di saat Nikko mengkhianatinya.

__ADS_1


“Sampai kapanpun kamu milik aku dan gak bakalan aku lepaskan sampai kapanpun”ucap Nikko ia yang masih tetapi berharap bahwa nadhira kan bersama dengannya terus karena nadhira yang merupakan aset berharga yang dapat ia manfaatkan dan apalagi ia hanya mencintai nadhira seorang.


__ADS_2