
Nanda yang masuk ke dalam kamarnya dan masih memikirkan ucapannya Nathan apakah mereka jadian atau Nathan yang hanya sebatas bercanda kepadanya. Dari ucapan itu Nanda tidak bisa tidur dan malah guling-guling karena antara bingung dan juga bahagia.
Pagi datang menyinari dan tidak biasanya Nanda kesiangan karena semalam dia yang tidak bisa tidur alhasil saat subuh dia baru bisa tidur tetapi dia kesiangan bangun apalagi dia yang harus memasak, Nanda segera mandi dengan cepat dan mengganti pakaiannya karena ia sudah telat kasihan nadhira yang kalau tidak sarapan.
Tapi saat dia keluar dari kamarnya sudah ada makanan terhidang di meja makan siapa lagi yang memasak kalau bukan Nathan karena tak mungkin nadhira yang masak palingan juga kalau nadhira hanya sebatas menyiapkan roti saja atau mie instan.
“Maaf kak Nanda kesiangan, gak bangun kak Nathan masak”ucap Nanda yang merasa bersalah saat Nathan yang membawa makanannya.
“Gak apa-apa santai aja, apa karena kamu kejadian semalam kamu gak bisa tidur?”tanya Nathan yang mendekat ke arah nanda yang membuat nanda jantungnya berdetak dengan kencangnya.
“Enggak kok, ada kerjaan aja”ucap Nanda yang merasa malu kalau dia berbicara sebenarnya, padahal kejadian semalam yang membuat nanda tidak dapat tidur dengan nyenyak karena terbayang wajah tampannya Nathan serta ciuman dari Nathan yang baru saja ia rasakan.
“Selamat pagi”ucap nadhira yang berjalan menuju ke meja makan dan membuat nanda salah tingkah sedangkan Nathan terlihat biasa saja dan duduk disana karena makanan sudah terhidang di meja makan.
“Pagi dhira, gimana tidurnya?”tanya Nathan sambil melihat ke arah adiknya.
“Nyenyak kak”ucap nadhira yang memang tidur dengan nyenyak walaupun dia yang semalam mengerjakan pekerjaannya yang tidak kunjung selesai rasanya menjadi sekertaris itu melelahkan.
“Yaudah makan dulu nih”ucap Nathan yang memberikan makanannya kepada adiknya tersebut dan juga Nanda.
“Makasih kak”ucap Nanda begitu pun dengan nadhira Dan mereka yang memakan makanannya.
“Kalian kenapa kaya canggung begitu?”tanya nadhira yang melihat kakak dan sahabatnya seperti ada sesuatu dan tidak seperti biasanya.
“Enggak kok, kita gak kenapa-kenapa”ucap Nathan yang memang dia biasa aja.
“Enggak dhira, aku cuman malu aja karena bangun kesiangan”ucap Nanda berbohong padahal ia masih canggung gara-gara masalah semalam.
“Santai aja nan, kamu gak usah merasa gak enak, kamu juga kecapean kalau bangun kesiangan dan gak bisa masak gak apa-apa kok, kita bisa sarapan di kantor”ucap nadhira yang memaklumi Nanda yang kesiangan bangun apalagi ia juga yang bangun sering kesiangan.
“Iya dhira”ucap Nanda.
__ADS_1
“Oh yah kak, kak Nathan kapan pulang?”tanya nadhira sambil melihat ke arah kakaknya yang tengah makan.
“Kayanya di sini semingguan, Soalnya ada beberapa hal yang harus kakak urus masalah perusahaan”ucap Nathan karena dia bukan hanya melihat kedaannya nadhira tapi dia juga yang ada urusan bisnis dengan beberapa perusahaan.
“Satu minggu”ucap Nanda yang kaget karena ia harus melihat Nathan selama satu minggu sedangkan satu hari saja rasanya dia tak mampu.
“Kenapa nan? Kamu keberatan?”tanya nadhira melihat ke arahnya Nanda yang terlihat tidak suka kalau Nathan lama berada di sini.
“Enggak bukan begitu dhira, tapi kasihan aja kak Nathan yang harus tidur di sofa kalau lama disini”ucap Nanda.
“Kalau kasihan gue tidur di sofa, tidur sama kamu aja gimana?”tanya Nathan sambil mengedipkan matanya ke arah Nanda.
“Apaan sih kak Nathan gak boleh dosa, kak Nathan tidur di kamar dhira aja, dhira sama Nanda”ucap nadhira yang keberatan dengan apa yang di bicarakan kakaknya tersebut.
Sedangkan wajahnya Nanda memerah karena ucapan Nathan, entah virus apa yang Nathan punya sehingga membuat Nanda salah tingkah.
“Kayanya Nanda seneng kalau Kakak lebih lama disini deh”ucap Nathan sambil melihat ke arahnya Nanda.
“Oh iya ayo dhira”ucap Nadhira juga yang beranjak dari tempat duduknya.
“Gue juga ikut, gue mau ada urusan sama Leo”ucap Nathan yang beres-beres piring bekas makan mereka dan segera bersiap untuk ikut ke kantor.
Sedangkan nanda tidak dapat menolak, padahal nanda yang ingin menghindari Nathan tetapi ini malah Nathan yang akan ikut ke kantor bersama dengan mereka.
Mereka pun yang masih berada di parkiran Apartemen dan nadhira yang hendak masuk tetapi ada Revan yang datang menjemput nadhira.
“Dhira”panggil Revan dari jarak yang cukup dekat.
“Kak Revan ngapain kesini?”tanya nadhira saat melihat kekasihnya tersebut.
“Jemput kamu lah, ayo”ucap Revan yang menarik tangannya nadhira untuk membawa ke mobilnya.
__ADS_1
“Tapi kak”ucap nadhira yang merasa tidak enak.
“Kamu sama Revan aja biar nanda sama kakak”ucap Nathan yang membiarkan adiknya bersama Revan.
“Yaudah kak, titip nanda yah”ucap nadhira yang masuk ke dalam mobilnya Revan.
“Bang gue duluan yah”ucap Revan yang menjalankan mobilnya lebih dulu
Sedangkan nanda semakin salah tingkah dengan keadaan ini dan ia juga merasa canggung harus berduaan bersama dengan Nathan.
“Aku naik taxi aja kak”ucap nanda yang tidak mau satu mobil bersama dengan nanda.
“Gak usah lo masuk aja”ucap Nathan yang menyuruh nanda masuk dan mau tidak mau nanda pun mengikuti ucapannya Nathan walaupun ia yang agak canggung tetapi apa boleh buat dari pada dia naik taxi dan di saat jam seperti ini pasti sangat susah.
Nathan masuk ke dalam mobilnya dan melihat nanda yang ketakutan dan tidak memakai sabuk pengaman sehingga Nathan inisiatif untuk memakaikan sabuk pengamannya nanda.
“Kak Nathan mau apa?”tanya nanda saat melihat Nathan yang mendekat ke arahnya.
“Kakak cuman mau pasangin ini”ucap Nathan yang memasangkan sabuk pengamannya dan kembali duduk dengan tegak.”kenapa? Takut kakak cium lagi?”tanya Nathan saat melihat ke arahnya nanda.
“Enggak kok”ucap nanda yang salah tingkah.
“Yaudah kalau mau lagi”ucap Nathan yang mendekat ke arahnya nanda dan menciumnya tetapi ini lebih lama dari pada semalam.
Nanda kaget dan seketika dia tidak dapat berkata apa-apa karena tidak menyangka Nathan akan menciumnya lagi yang kedua kalinya, apakah mereka berpacaran atau apa.
“Kenapa lo bengong? Mau lagi?”tanya Nathan saat melihat ke arahnya nanda yang terlihat diam saja tidak berkutik belum juga nanda menjawab Nathan sudah menciumnya lagi dan dia tidak dapat berkata-kata lagi dan hanya diam kaget.
“Udah Kak stop”ucap nanda yang baru bisa berbicara.
“Ya memang udah, nanti lanjutin lagi”ucap Nathan yang menjalankan mobilnya karena waktu sudah siang juga takut Nanda telat.
__ADS_1