
Mereka yang sedang duduk di ruang tamu setelah selesai sarapan masih dengan Nanda yang tidak banyak bicara karena mungkin ia yang merasa malu oleh nadhira. Tak lama terdengar suara bel Apartemennya nadhira berbunyi tandanya ada orang bertamu.
“Kalian tunggu disini”ucap nadhira yang segera berjalan menuju ke pintu untuk membuka pintu sedangkan Nanda dan Nathan masih diam tidak banyak berbicara karena bingung juga dan bodohnya lagi dia mengapa semalam harus mabuk-mabukan.
“Eh mamah udah sampai, kok gak lama?”tanya nadhira karena tak menyangka kalau orang tuanya datang secepat itu padahal kan jarak dari Bandung dan Jakarta cukup jauh.
“Mamah tadi lagi di rumah om kamu yang ada di Jakarta, Maafin mamah gak ngabarin kalau kesini”ucap Bu wulan yang memang ada urusan di Jakarta juga hanya saja dia tidak bilang kepada anaknya.
“Yaudah mah ayo masuk”ucap nadhira mempersilakan kedua orang tuanya masuk.
Sedangkan Nathan kaget mengapa orang tuanya tiba-tiba datang ke Jakarta apa mungkin nadhira yang memberitahukan apa yang terjadi kepada orang tuanya tapi mana mungkin juga mereka bisa datang sangat cepat dari Bandung mudah-murahan aja mereka tidak tau kalau sampai tau pasti mereka akan memarahinya ujung-ujungnya mereka minta Nathan untuk menikahi Nanda padahal Nathan yang masih ingin sendiri belum siap menikah di tengah gempuran teman-temannya yang menikah.
“Pah, mah, kok kesini?”tanya Nathan yang melihat ada orang tuanya masuk.
“Kenapa kamu gak seneng papah kesini?”tanya pak Angga yang duduk di dekat anaknya tersebut.
“Bukan begitu tapi tumben aja”ucap Nathan dengan gemetar takutnya hal yang ia tidak inginkan terjadi.
“Om, tante, selamat datang”ucap Nanda dengan sopan menyapa kedua orang tuanya Nathan walaupun sebenarnya dia yang merasa gugup dan malu jika keluarga Nathan sampai tau apa yang terjadi mau di taruh di mana mukannya.
__ADS_1
“Ini Nanda, maaf yah tante baru lihat kalian sekarang. Kalau gak salah Nanda temen nadhira juga kan saat SMA?”tanya Bu wulan karena sekilas dia pernah melihat Nanda yang datang ke rumahnya kerja kelompok walaupun Nanda yang hanya datang sekali entah dua kali karena memang tidak terlalu akrab dengan nadhira karena nadhira orang yang tidak terlalu banyak berteman hanya dengan Sonya dan Nikko itupun karena Nikko yang merupakan pacarnya nadhira.
“Iya tante, Nanda temen sekolahnya nadhira”ucap Nanda dengan tersenyum kepada Bu wulan mencoba menghilangkan rasa gugup nya dan semoga saja nadhira tidak memberitahukan apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya.
“Udah mah, jangan banyak basa basi kita kesini bukan mau ngobrol hal yang gak penting”ucap pak Angga dengan tegas memulai pembicaraan.
“Memangnya ada apa pah?”tanya Nathan yang pura-pura tidak tau dengan apa yang terjadi.
“Jangan pura-pura tidak tau, dasar anak gak tau diri”ucap pak Angga yang mencoba memarahi Nathan.
“Udah pah sabar dulu, kalau begini lihat Nanda dan nadhira ketakutan”ucap Bu wulan karena memang nadhira tidak pernah melihat ayahnya marah pasti dia akan kaget.
“Memangnya Nathan salah apa pah?”tanya Nathan yang masih bingung dan tak tau tapi ia berpikir apakah kedua orang tuanya tau kalau dirinya yang tidur dengan Nanda dan kalau sampai tau tamat lah riwayat hidupnya.
“Dhira kamu ngasih tau papah dan mamah?”tanya Nathan yang penasaran apakah adiknya telah memberitahukan apa yang terjadi tadi kepada kedua orang tuanya.
“Eumm iya kak, Maafin dhira karena kalau dhira gak kasih tau papah sama mamah nanti kak Nathan gak mau bertanggung jawab apa yang terjadi terhadap Nanda”ucap nadhira yang tengah duduk tapi ia juga yang ketakutan takut kakaknya marah kepadanya.
“Dhira, pah, mah, Nathan gak ngapa-ngapain kok”ucap Nathan yang mencoba menjelaskan.
__ADS_1
“Mana mungkin kamu gak berbuat apa-apa Nath. Papah sama mamah udah lihat kalian tidur bersama”ucap pak Angga dengan marah.
“Mah tapi beneran Nathan dan Nanda gak berbuat apa-apa jadi Nathan gak harus bertanggung jawab apapun”ucap Nathan membela diri karena dia belum siap menikah dan masih ingin bebas kalaupun dia memang sedikit ada rasa terhadap Nanda tetapi untuk menikah dia sama sekali belum siap.
“Mamah gak percaya kamu gak berbuat apa-apa Nath. Mamah tau bagaimana kelakuan kamu”ucap Bu wulan yang marah dan tak percaya kepada anaknya tersebut.
“Mah, pah, percaya Nathan dong”ucap Nathan yang berdiri karena dia yang juga marah begitupun ayahnya yang juga berdiri sedangkan Nanda dan nadhira hanya duduk ketakutan.”lo jangan diam aja bicara dong nan”ucap Nathan berteriak karena ia yang kesal Nanda tidak berbicara apapun apalagi membela diri.”atau jangan ini semua ulah lo biar gue nikahin lo”ucap Nathan yang marah karena Nanda hanya diam saja dia sudah muak dan berteriak.
“Maafin Nanda tante, om. Tapi beberan antara kak Nathan dan Nanda tidak terjadi apa-apa”ucap Nanda dengan mata yang berkaca-kaca.
“Bagaimana pun kalian mengelak om dan tante tak percaya dan pokoknya Nathan kamu harus bertanggung jawab untuk menikahi nanda”ucap pak Angga yang keputusannya tidak dapat di ganggu gugat oleh siapapun ia kembali duduk untuk menenangkan hatinya.
“Pah, mah, masa kalian gak percaya sama anak sendiri. Nathan gak mau bertanggung jawab karena memang Nathan tidak melakukan apapun”ucap Nathan masih tetap menolak untuk menikahi nanda.
“Tante, om, maaf mungkin nanda dan kak Nathan memang salah tidur bersama tapi nanda harap tante dan om percaya sama kita, aku juga berharap dhira percaya sama aku bahwa aku gak berbuat apa-apa”Ucap nanda yang menangis padahal ia yang sudah mencoba menahan tangisannya tetapi tetap saja air matanya jatuh juga.
“Tuh kan kalian dengan Nathan gak melakukan apapun dan pokoknya Nathan gak akan bertanggung jawab apa yang tidak Nathan perbuat”ucap Nathan dengan tegas menolak.
“Pokoknya papah dan mamah gak mau tau kamu harus menikahi nanda gak dapat di ganggu gugat”ucap pak Angga dengan marahnya karena nathan yang terus menolak.
__ADS_1
”Pokoknya Nathan gak mau menikah, Nathan belum siap”ucap Nathan yang menolak.
“Tapi Nath kamu sebagai lelaki harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi kamu jangan lari dari masalah ini”ucap Bu wulan mencoba menasehati anaknya tersebut apalagi Nathan juga yang mempunyai adik sehingga harusnya dia juga menghargai perempuan.