
Nadhira yang masih saja menangis karena kakaknya yang senantiasa selalu saja mengatur hidupnya, ia lelah, cape karena bagaikan anak kecil yang harus terus di urus oleh kakaknya padahal dia sudah dewasa dan dapat memutuskan segala hal sendirian.
“Hiks hiks”nadhira yang menangis.
“Dhira, udah jangan nangis, kita bujuk bang Nathan yang jangan nangis. Nangis gak akan menyelesaikan masalah”ucap Nanda tak kala menghampiri nadhira yang tengah menangis di kamarnya.
“Aku juga ingin bebas kaya kamu nan, kenapa aku selalu aja harus turutin kak Nathan”ucap nadhira yang terus menangis tak kala ia mengingat dari dulu Nathan selalu saja posesif kepadanya.
“Sabar dhira semoga aja pak Leo bisa membuka hati dan pikirannya Ka Nathan”ucap Nanda ia mengerti bagaimana rasanya di kekang karena ia dahulu pernah mempunyai pacar yang toxic bedanya kalau nadhira kakak.
Sedangkan di luar sana Nathan masih saja emosi dan tetap ingin membawa nadhira kembali.
“Nath lo jangan emosi dong”ucap Leo yang menasehati sahabatnya itu.
“Gue hanya kesal aja Leo, karena gue gagal jaga kayla”ucap Nathan merasa bersalah bagaimana jika adiknya terluka pasti kedua orang tuanya akan sangat sedih, ini pun ia tidak memberitahukan kepada orang tuanya tentang kayla dan kalau tau pasti orang tuanya akan panik dan khawatir.
“Udahlah Nath jangan dipikirin, kalau lo ngizinin dhira untuk kerja lagi gue janji akan selalu menjaga dhira dan gak akan lepas dari pantauan gue”ucap Leo ia berjanji karena ia pun merasa bersalah tidak menjaga nadhira, yang ia tau karena nadhira yang sudah dewasa sehingga tidak terlalu harus ia awasi.
Nathan berpikir bagaimana yang terbaik untuk nadhira, apakah nadhira boleh kembali bekerja atau tidak, tapi bagaimana pun Nathan harus memberikan kebebasan untuk nadhira yang sudah dewasa dan mencari jati dirinya.
“Yaudah gue izinin dhira kembali bekerja tapi kalian inget kalian harus jaga dhira, kalau sampai kalian Enggak jaga dhira, gue gak akan segan-segan untuk bawa dhira pergi”ucap Nathan setelah berpikir, toh kemarin juga Nikko tidak melakukan apa-apa kepada nadhira hanya sebatas meminta nadhira kembali kepadanya.
“Makasih bang”ucap Revan yang bahagia karena akhirnya Nathan memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menjaga nadhira dan memperjuangkan cintanya kepada nadhira walaupun entah sampai kapan cintanya akan di terima oleh nadhira.
“Begitu dong Nath, baru lo kakak yang baik buat dhira”ucap Leo yang akhirnya masalahnya terselesaikan dan kalau nadhira harus keluar dari perusahaannya siapa lagi yang akan menjadi sekertarisnya dengan semua sikap dan sifat menyebalkan dia.
“Yaudah gue panggil dhira dulu”ucap Nathan yang berjalan menuju ke adiknya untuk memberitahukan keputusannya kepada nadhira agar nadhira tidak mengis terus menerus.
__ADS_1
“Dhira”panggil Nathan dari luar sambil mengetuk pintu.
Dan tak lama Nanda keluar, karena nadhira yang menangis sedari tadi dan tidak berhenti sama sekali.
“Iya kak”ucap Nanda tak kala ia yang sudah keluar dari kamarnya nadhira.
“Dhira mana?”tanya Nathan karena ia tak melihat adiknya itu.
“Dhira ada kak, lagi nangis dia”ucap Nanda memberikan penjelasan, yang dimana memang nadhira sedang menangis.
“Panggil dhira, kakak mau bicara”ucap Nathan.
“Yaudah kak, bentar yah”ucap Nanda yang masuk ke dalam kamar nadhira untuk memanggil nadhira.
Tak lama nadhira keluar dia sudah berhenti menangis nya tetapi masih terlihat air mata berjatuhan dengan mata sembabnya.
“Kakak mau bicara sama kamu dhira”ucap nathan yang memulai pembicaraan.
Nathan membawa nadhira untuk berbicara di balkon, karena ia yang tidak enak kalau berbicara di hadapan banyak orang. Nathan dan nadhira pun duduk, Nathan senantiasa melihat wajah adiknya yang sudah kacau tersebut.
“Kakak ngizinin kamu kerja disini tapi kakak minta satu syarat yang harus kamu patuhi”ucap Nathan menjelaskan keputusannya dengan wajahnya yang sudah mereda emosinya.
“Syarat apa kak?”tanya nadhira yang penasaran dengan persyaratan apa yang akan kakaknya ajukan, ia deg degan takut syarat dari Nathan tidak dapat ia lakukan.
“Sahabatnya, kamu boleh kerja disini tapi kamu harus tinggal bareng Nanda dan ingat kalau ada apa-apa atau Nikko yang datang mengancam kamu kakak harap kamu bilang sama kakak yah”ucap Nathan yang hanya itu persyaratan yang bisa ia ajukan kepada adiknya.
“Iya kak pasti, makasih kakak”ucap Nadhira memeluk kakaknya ia bahagia karena akhirnya kakaknya mengizinkannya untuk tetap disini yang artinya kakaknya percaya kepada dirinya.
__ADS_1
“Iya dhira, udah jangan nangis terus masa adik kakak cengeng”ucap Nathan sambil mengusap mata adiknya tersebut.
“Iya kak”ucap nadhira yang mengusap air matanya. Ia bahagia yah bahagia sekali.
“Yaudah ayo keluar, kita masak dulu karena sebentar lagi waktunya makan siang”ucap Nathan meninggalkan adiknya tersebut dan nadhira mengikuti kakaknya dari belakang dengan penuh rasa haru dan syukurnya.
Nathan yang berjalan menuju ke dapur karena ia akan memasak untuk orang yang berada di rumah tersebut.
“Biar dhira bantu yah kak”ucap nadhira dimana ia ingin membantu kakanya memasak padahal ia sama sekali tidak bisa memasak.
“Gak usah kamu duduk aja sama Leo dah Revan”ucap Nathan yang ia tau kalau di bantu oleh nadhira akan terjadi kekacauan.
“Tapi kak”ucap nadhira dimana ia ingin membantu.
“Gak usah, kamu kesana aja, nanti kalau udah mateng Kakak panggil”ucap Nathan ia enggan untuk di bantu adiknya.
“Yaudah deh”ucap nadhira yang berjalan menghampiri Leo dan Revan dan membiarkan Nathan memasak sendirian.
Tak lama datang Nanda karena Nanda juga tidak enak kalau harus berdiam diri di kamar sendirian, ia melihat Nathan yang tengah memasak dan terlihat ketampanannya kalau orang yang melihat tidak akan tau kalau Nathan adalah orang yang sangat egosi dan pengatur.
“Boleh Nanda bantuin kak?”Tanya Nanda dengan rasa takutnya tetapi ia berusaha untuk mendekati Nathan.
“Bisa masak?”tanya Nathan dengan wajah dingin dan datarnya.
“Bisa kak, kan perempuan”ucap Nanda karena menurutnya ia sebagai perempuan harus bisa memasak apalagi ia yang sudah lama tinggal sendirian.
“Gak semua orang bisa, buktinya nadhira gak bisa”ucap Nathan dimana adiknya yang tak pernah memasak sekalipun kecuali hanya sebatas merebus air saja.
__ADS_1
“Oh gitu. Tapi Nanda bisa kok kak tenang aja”ucap Nanda percaya diri.
“Yaudah potong bawang merah sama bawang putih aja”ucap Nathan yang kembali melihat masakannya agar tidak gosong, serta Nanda mengerjakan apa yang Nathan suruh sebenarnya ia takut kepada Nathan sedari dulu dari SMA ketika bertemu dengan nathan untuk menjemput nadhira ia selalu saja takur dengan wajahnya itu.