Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Bab 9


__ADS_3

Mereka yang sudah makan siang akhirnya pun kembali ke perusahaan.


“Oh iya laporan yang tadi saya minta kamu bawa keruangan saya”ucap Leo yang sudah sampai di kantornya dan berjalan menuju ke ruangannya.


“Baik pak”ucap nadhira seraya berjalan ke arah meja kerjanya.


Sedangkan revan pun kembali ke meja kerja nya untuk membereskan beberapa laporan yang tadi sedang ia kerjakan. Lalu nadhira pun masuk ke ruangan kerja Leo untuk menyerahkan berkasnya.


“Ini pak berkas yang bapak minta”ucap nadhira sambil menaruh berkas di mejanya Leo.


“Oh”ucap Leo sambil mengambil berkasnya untuk dia baca terlebih dahulu.


“Saya minta perbaiki lagi berkas ini, saya sudah bilangkan kerjakan yang benar saya gak mau kalau sampai kamu mengerjakan salah lagi dan buang-buang waktu saja”ucap Leo dengan nada marahnya.


“Maaf pak saya kerjakan lagi”ucap nadhira sambil kembali membawa berkasnya untuk di kerjakan.


“Kalau bukan adik Nathan udah gue pecat”batin Leo yang melihat ke arah nadhira.


“Apalagi yang salah sih heran”ucap nadhira sambil jalan dan merasakan kesalnya, dan bagaimana tidak dia sudah beberapa kali membuat laporan tapi apa daya selalu saja salah, jadi apa sih yang di inginkan oleh Leo.


“Kenapa cemberut?”tanya revan yang hendak masuk ke ruangan Leo.


“Biasa laporannya harus di perbaiki lagi”ucap nadhira dengan suara lemasnya.


“Sabar-sabar, kamu seharusnya jangan minta jadi sekertaris Leo, Leo itu memang menyebalkan”ucap revan dengan tersenyum tipis.


“Kalau bukan karena kak Nathan aku pun gak bakalan mau”ucap nadhira yang makin kesal.


“Yaudah kerjakan lagi”ucap revan sambil masuk ke ruangan Leo.


“Semangat dhira kamu pasti bisa”batin nadhira.


Sedangkan Revan yang saat ini sudah berada di ruangan Leo pun duduk di depan Leo.


“Bang lo kali-kali jangan galak-galak dong sama dhira”ucap revan sambil melihat ke arah Leo.


“Dia harus dibiasakan biar kerjaan dia bagus, kalau bukan adiknya Nathan pun udah gue pecat”ucap Leo sambil melihat berkas-berkasnya.


“Gak heran lo jomlo terus bang, toh sama perempuan pun galaknya minta ampun deh”ucap revan sambil menepuk jidatnya sendiri.


“Jomblo teriak jomblo lu van, lebih baik lo balik sana ke ruangan lo jangan ganggu gue”ucap Leo yang merasakan kesal di ganggu terus oleh revan.


“Iya iya bang, ini tanda tangan dulu dan jangan nanti sore kita ada meeting”ucap revan sambil memberikan berkas untuk di tanda tangan oleh Leo.

__ADS_1


“Oke, dan lo siapin berkas yang nanti kita pake”ucap Leo yang sudah selesai menanda tangani berkas.


“Iya bang”ucap revan seraya keluar dari ruangan revan menuju ke ruangannya untuk mempersiapkan berkasnya.


**


“Ah lelahnya”ucap kayla sambil meregangkan badannya.


“Lelah yah”ucap revan sambil memberikan secangkir kopi


“Iya pak, makasih”ucap nadhira sambil meraih kopi tersebut.


“Nanti kamu ikut kita meeting yah, saya kembali lagi ke ruang kerja”ucap revan seraya berjalan ke arah ruangannya.


“Baik pak”ucap nadhira sambil kembali duduk.


***


Di tempat lain di apartemen Sonya Nikko tengah menerima telpon dari seseorang.


“Gimana udah ada info?”tanya Nikko ke orang suruhannya.


“Menurut info yang saya dapat, nadhira pergi ke Jakarta untuk bekerja disalah satu perusahaan milik teman Nathan kakak nadhira”jelas orang tersebut.


“Apakah kamu tau, perusahaan apa dan dimana alamat perusahaan tersebut?”tanya Nikko sekali lagi


“Baiklah”ucap Nikko sambil menutup telponnya.


“Ada apa sayang?”tanya Sonya menghampiri Nikko yang tengah berdiri Di balkon apartemen.


“Enggak, biasa urusan kantor”ucap Nikko berbohong karena enggan memberi tau kepada Sonya apa yang dia bicarakan.


“Sayang kapan kita honeymoon?”tanya Sonya sambil memeluk Nikko.


“Aku sibuk”ucap Nikko sambil melepaskan pelukan Sonya dan berjalan meninggalkan Sonya sendirian.


**


Di perusahaan tempat nadhira bekerja sekarang sudah sore dan hari ini mereka akan meeting dengan klien di sebuah restoran.


“Udah siap apa yang akan kita presentasikan?”tanya Leo yang duduk di kursinya.


“Sudah pak”jawab nadhira yang berada di sebrang kursi Leo.

__ADS_1


“Ayo kita berangkat, panggil revan”ucap Leo seraya berjalan menuju ke luar ruangannya.


“Baik pak”ucap nadhira seraya berjalan keluar dan menuju ke ruangan revan. Tapi tak perlu sampai ke ruangan revan karena revan sudah ada di luar ruangan Leo.


Dan mereka pun berjalan menuju ke arah lift,lalu mereka pun memasuki lift dan selang beberapa menit akhirnya mereka pun sampai ke dalam mobilnya.


“Dhira kalau ngantuk tidur saja”ucap revan yang mengerti bahwa nadhira merasa ngantuk.


“Makasih pak”ucap nadhira sambil menempelkan badannya di kursi.


“Cepat jalan aja van, nanti telat jangan banyak basa basi”ucap Leo yang merasa kesal revan dan nadhira malah berbicara terus.


“Iya iya siap bang galak amat”ucap revan sambil melajukan mobilnya menuju ke tempat meetingnya.


Tak selang beberapa lama akhirnya mereka pun sampai ke tempat meetingnya tapi nadhira masih tertidur pulas.


“Dhira ayo bangun”ucap revan membangunkan nadhira dengan pelan.


“Nih bocah malah tidur, Biarin aja van nanti kita telat”ucap Leo yang merasa kesal nadhira malah tertidur.


“Bentar bang bangunin dulu kasihan”ucap Revan sambil mencoba membangunkan nadhira yang tengah tertidur nyenyak.


“Euuum”ucap nadhira sambil meregangkan badannya.


“Ayo bangun kita kan mau meeting”ucap revan yang sabar.


“Buruan, jangan lama-lama nanti klien menunggu”ucap Leo sambil beranjak dari duduknya dan segera keluar dari dalam mobilnya.


Lalu segera nadhira pun keluar dari mobil dan diikuti oleh revan.


“Maaf pak dhira ketiduran”ucap nadhira yang merasa bersalah


Sedangkan Leo tidak mendengarkan ucapan nadhira dia bergegas berjalan lebih dulu.


“Jangan di ambil hati bang Leo memang begitu”ucap revan sambil menepuk bahu nadhira mencoba menghiburnya.


“Iya pak terima kasih”ucap nadhira


Dan mereka pun akhirnya berjalan menuju ke arah restoran tempat mereka bertemu dengan klien untuk meeting.


“Mohon maaf pak kita terlambat ada sedikit gangguan”ucap revan dengan sopan.


“Tidak apa-apa pak revan saya sendiri pun baru saja sampai”ucap pak Ricardo kliennya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya duduk di kursinya untuk mendiskusikan beberapa kontrak kerjasama.


Pak Leo menjelaskan panjang lebar tentang kerjasama yang akan berlangsung antara pak Ricardo dan pak Leo sendiri sedangkan nadhira sebagai sekertarisnya hanya mencatat beberapa hal yang memang perlu di catat, dan terkadang Revan sang asisten memberikan juga beberapa ide.


__ADS_2