
Saat mereka sedang berbicara sekilas nadhira melihat orang yang sangat ia kenal berada di dalam mobil itu dan membuat nadhira berjalan kedepan untuk lebih dekat lagi.
“Lihat apa sayang?”tanya Revan saat nadhira berjalan kedepan.
“Itu kak”ucap nadhira menunjuk mobil tersebut tapi saat ia yang melihat kedepan tidak ada mobil orang disana begitupun mobil.
“Itu apa? Gak ada siapa-siapa”ucap Revan yang melihat ke kiri dan ke kanan dan memang tidak ada siapapun.
“Oh mungkin aku salah lihat. Yaudah ayo masuk”ucap nadhira tapi tadi ia yakin bahwa ia melihat Nikko berada disana bagaimanapun nadhira tau dengan jelas bahwa itu Nikko.
“Yaudah ayo”ucap Revan yang mengikuti nadhira masuk ke dalam rumahnya dimana disana orang tua mereka masih asik ngobrol sedangkan Nanda hanya diam saja.
“Nan kenapa?”tanya nadhira karena dia yang melihat kakak iparnya terlihat murung dan berbeda.
“Enggak kok dhira, aku cuman lelah aja”ucap Nanda berbohong padahal ia yang tadi mendengar pembicaraan antara Leo dan Nathan saat ia hendak mengambil barang ke atas, Nanda yang memang merasa sakit hati dan kecewa karena ia kira bahwa Nathan selama ini jomblo tapi ternyata ada orang yang Nathan sukai kalau tau begitu mungkin Nanda akan menolak dengan keras pernikahan ini dan kenapa juga Nathan tidak menolak pernikahan ini apa ia yang hanya di jadikan pelarian saja agar orang tuanya yang tidak menyuruhnya menikah terus.
“Yaudah kalau lelah istirahat aja di atas, pasti mamah ngerti kok”ucap nadhira yang pasti Nanda tidak nyaman berada disini apalagi dengan orang baru.
“Gak apa-apa dhira, jangan pikirin aku. Kamu lanjutin ngobrol aja sama yang lain”ucap Nanda yang tidak enak kalau nadhira berbicara dengannya sedangkan masih ada tamu.
“Oh yah pak Angga saya ingin bertanya kira-kira tanggal anak kita menikah kapan yah biar saya mempersiapkan?”tanya pak Rikko orang tuanya Revan.
“Kalau menurut saya lebih cepat lebih baik saja pak, toh mereka juga sudah dewasa”ucap pak Angga yang memang ia ingin nadhira segera menikah agar ia yang tidak khawatir apalagi sekarang pasti ia tinggal sendirian sebab Nanda yang sudah menikah.
__ADS_1
“Bagus pak kalau begitu. Saya rasa itu hal yang baik, bagaimana kalau tanggal 15 bulan depan?”tanya pak Rikko.
“Saya setuju pak, bagaimana anak-anak?”tanya pak Angga sambil melihat ke arah Revan dan nadhira.
“Kalau bisa besok juga gak apa-apa om”ucap Revan dengan bercanda yah memang dia ingin segera menikah dengan nadhira takut kedepannya banyak godaan yang datang.
“Gak secepat itu kali kak”ucap nadhira yang kaget karena Revan yang ingin segera menikah.
“Andai kalau Leo mau menikah dan ada calon nya hari ini juga saya nikahin”ucap pak Adrian yang sangat ingin anaknya menikah hanya saja Leo yang masih belum ingin menikah padahal ia yang sudah cukup usia.
“Yang sabar yah pak Adrian mungkin belum bertemu jodohnya saya yakin kalau sudah bertemu jodohnya pasti Leo juga menikah, seperti Nathan yang gak saya sangka akhirnya ia menikah juga kan”ucap pak Angga yang tau bagiamana rasanya mempunyai anak yang tidak mau menikah di saat usianya yang sudah dewasa.
“Iya mas, semoga saja Leo juga di dekatkan jodohnya”ucap Bu Vania ia sendiri merasa tak enak anaknya melangkahi Leo yang dimana Leo sudah dewasa dan sepantasnya sudah menikah.
“Mau ada yang suka sama bang Leo gimana tante, bang Leo galaknya minta ampun, sampai-sampai sekertarisnya juga gak ada yang tahan kerja sama bang Leo karena nyebelin. Dhira aja bertahan karena gak tau lagi dia harus kerja dimana karena bang Nathan yang paksa”ucap Revan yang memamg kelakuan kakak sepupunya itu sangat aneh dan menyeramkan.
“Apa benar sayang? Leo seperti itu?”tanya Bu Vania sambil melihat ke arah calon menantunya.
“Enggak sih tante, cuman memang agak menyeramkan”ucap nadhira dengan tertawa kecil.
“Tapi jangan heran yah, Leo itu seperti papahnya waktu dulu juga begitu sampai orang-orang juga takut kepadanya, pernah ada perempuan yang sampai keluar dari kerjaanya karena gak kuat dengan kerja yang di berikannya”ucap Bu Raline sambil melihat ke arah suaminya.
“Iya bener banget Leo itu mirip banget samamu mas, ingat dulu waktu saya masih deketin Vania, mas suka sekali membuat permintaan macam-macam agar untuk menguji saya”ucap pak Rikko yang ingat sekali bagaimana tingkah kakak iparnya tersebut.
__ADS_1
“Kok jadi pada memojokan saya sih. Kita kan lagi bahas leo”ucap pak Adrian yang merasa malu karena ia yang dahulu seperti itu.
“Bahas Leo apaan sih pah?”tanya Leo yang datang bersama dengan Nathan.
“Bahas kamu yang belum ingin menikah Leo, mamah udah ingin bimbang cucu, masa cuman mamah yang belum punya menantu dan cucu”ucap Bu Raline sambil melihat ke arah anaknya tersebut.
“Udahlah mah jangan bahas menikah dulu”ucap Leo yang duduk disana bersama dengan Nathan.
“Iya tante, ini kan harusnya bahas dhira dan Revan bukan saatnya bahas Leo”ucap Nathan membantu sahabatnya itu karena dia yang tau bahwa bagaimana rasanya ketika di paksa menikah oleh orang tua.
“Iya mah, lebih baik kita pulang aja, besok Leo masih banyak kerjaan”ucap Leo yang memang ia akan sangat sibuk apalagi kalau nadhira yang memutuskan untuk cuti.
“Dhira juga ikut pulang aja ke Jakarta masih banyak kerjaan yang harus dhira selesaikan”ucap nadhira yang ia juga tau kalau ia cuti pasti Leo akan kesal dan marah kepadanya.
“Kamu sini aja dulu sayang, biar kerjaan kakak aja yang kerjain”ucap Revan yang takutnya calon istrinya itu lelah.
“Gak apa-apa kak”ucap nadhira yang memang ia harus bertanggung jawab dengan atas pekerjaannya.
“Leo lo kasih Nanda cuti berapa hari?”tanya Nathan yang dimana dia masih ingin menikmati bulan madu yang tertunda bersama istrinya.
“Terserah Nanda aja mau masuknya kapan”ucap Leo yang membiarkan karena Nanda istri sahabatnya itu.
“Nanda ikut pulang juga sama dhira, Nanda lupa masih ada pekerjaan Nanda yang tertunda”udah Nanda padahal ia yang enggan bersama Nathan apalagi ia yang sakit hati dan kecewa memikirkan Nathan yang semalam tidur bersama perempuan lain, walaupun ia berusaha kuat tetapi tetap saja ia tidak kuat apalagi di khianati di malam pertama pernikahan mereka.
__ADS_1