
Sudah hampir seminggu Revan dan juga Leo di rawat di rumah sakit. Revan masih saja koma dan Leo yang alhamdulilah sudah sadar hanya saja masih perlu pengobatan yang cukup lama karena memang luka nya yang masih sangat parah, pak Adrian terpaksa pulang ke jakarta karena memang perusahaan tidak ada yang menghandel.
Orang tuanya nadhira juga sudah pulang ke rumahnya karena ada banyak urusan yang harus mereka kerjakan, mereka tidak dapat menjaga Revan apalagi pihak rumah sakit juga melarang banyak orang untuk menunggu.
Nadhira masih senantiasa menjaga revan ia tak pulang sama sekali walaupun semua orang menyuruhnya untuk pulang tapi ia masih ingin menjaga Revan.
“Sayang sabar yah. Tante yakin Revan akan baik-baik saja”ucap Bu Vania mencoba menenangkan sang calon menantu yang terus menangis.
“Iya tante”ucap nadhira mencoba tersenyum dengan apa yang terjadi.
“Sayang, kamu pulang dulu yah, kamu juga harus istirahat”ucap Bu Vania yang merasa kasihan melihat nadhira seperti ini.
“Enggak mah, dhira mau disini aja jaga kak Revan”ucap nadhira yang masih saja tetap ingin bersama dengan Revan.
“Tapi dhira. Kamu harus istirahat yah sayang”ucap Bu Raline yang juga berada di sampingnya nadhira.
Saat mereka sedang membujuk nadhira agar ia mau pulang tiba-tiba terdengar bahwa detak jantungnya Revan berdetak dengan kencang.
“Dokter”panggil Bu Vania dengan panik karena entah mengapa jantung anaknya berdetak dengan sangat kencangnya.
Dokter dan perawat berlarian menuju keruangan Revan yang sedang di rawat. Bu Vania dan juga nadhira menangis mereka takut terjadi sesuatu dengan Revan.
“Semuanya keluar dulu buar pasien saya periksa dulu”ucap dokter karena tak ingin terganggu.
“Sabar mbak, saya yakin Revan baik-baik aja”ucap bu Raline yang mencoba menangkan Bu Vania yang tengah menangis.
“Iya mah, sabar yah, kita berdoa yang terbaik untuk Revan semoga Revan baik-baik saja”ucap pak Rikko yang sebenarnya dia juga sangat rapuh.
__ADS_1
“Tante om, Gimana kalau kak Revan gak bangun lagi, dhira sama siapa”ucap nadhira menangis dalam pelukan Bu Vania.
“Sabar sayang, kita harus berdoa biar Revan baik-baik saja yah”ucap Bu Vania mencoba menguatkan nadhira.
“Dhira kenapa nangis? Ini apa?”tanya Leo yang keluar dari ruangannya, Leo sudah sadar hanya saja ia juga belum cukup pulih, Leo sendiri masih menggunakan kursi roda karena kakinya yang masih terluka.
“Revan Leo Revan”ucap Bu Raline juga yang sedih dan tak bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan keponakannya tersebut.
“Revan kenapa mah?”tanya Leo yang mendekat, ia sangat khawatir dengan keadaan sepupunya tersebut apalagi Revan yang sudah hidup bersamanya cukup lama.
Tak lama dokter keluar dengan wajah yang terlihat tak bersemangat dan juga bersedih.
“Mohon maaf Bu, kamu sudah berusaha semaksimal mungkin tapi pak Revan tidak tertolong lagi”ucap dokter yang berbicara dengan Nada lembut dan juga sedih, ia yang juga tak dapat menahan rasa sedih karena gagal menolong pasien.
“Maksud dokter apa? Kak Revan kenapa?”tanya nadhira yang mendengar ucapan dari dokter tersebut.
“Dokter bohong, kak Revan gak mungkin ninggalin dhira lagi”ucap nadhira sambil memukul dokter supaya dokter bicara yang benar dan bahwa yang di dengarnya itu bohong.
“Dokter jangan bohong, kata dokter anak saya baik-baik aja”ucap Bu Vania yang sedih dan tak kuat menahannya sampai-sampai ia pingsan.
Sedangkan nadhira berlari menuju ruangannya Revan untuk melihat keadaanya Revan, ia yang masih tak menyangka kalau Revan meninggalkannya secepat itu.
“Van bangun, aku gak mungkin kan ninggalin aku, katanya kita mau nikah, ayo bangun”ucap nadhira yang mencoba membangunkan Revan tapi tetap saja Revan tidak mau bangun.
“Kak kak Revan jahat, kenapa kak Revan ninggalin nadhira, kak Revan bohong”ucap nadhira yang masih mencoba membangunkan Revan.
“Dhira, kamu sabar sayang. Kamu jangan begini”ucap Bu Raline mencoba menenangkan nadhira yang mengis sejadi-jadinya sedangkan Bu Vania yang pingsan karena tak terima bahwa anak satu-satunya meninggalkannya.
__ADS_1
“Tapi tante. Ini mimpi kan? Kak Revan gak mungkin ninggalin dhira tante. Kalau kak Revan gak ada dhira sama siapa tante”ucap nadhira yang menangis.
“Van, lo bangun van, mana mungkin lo ninggalin gue”ucap Leo juga yang tak terima karena revan meninggalkannya.
Bu Vania yang sudah sadar ia berlari dari kamar tawarnya untuk melihat keadaan Revan, ia juga masih berharap ini hanya mimpi, ia tak menyangka secepat ini Revan meninggalkannya.
“Van, sayang bangun. Jangan tinggalin mamah van”ucap Bu Vania yang juga mencoba membangunkan Revan sedangkan semua orang yang berada di sana menangis sedangkan pak Rikko mencoba tegar dan menelpon orang terdekatnya bahwa Revan sudah Meninggalkan mereka semua.
Dalam hatinya Leo dia masih tak percaya ini terjadi kepada sepupunya dan dia juga yakin ini terjadi bukan hanya kecelakaan ini pasti ulah seseorang. Leo juga merasa sangat bersalah karena dia berpikir bahwa ini adalah kerjaan patner bisnisnya yang berniat mencelakai dia tapi malah Revan yang kena.
“Gue gak akan pernah memaafkan orang yang berbuat jahat sama lo van, tenang disana van, gue akan cari mereka”ucap Leo dalam hatinya.
Revan sudah sampai di rumah duka dai rumah sakit. Revan dibawa ke rumahnya nadhira karena revan akan dimakamkan di Bandung tempat yang revan sukai.
“Dhira sabar yah sayang”ucap Nathan yang berada di sampingnya sedangkan Nanda tak tau kabarnya karena selama seminggu ini Nanda tidak terlihat datang ke rumah Nathan ataupun rumah sakit.
“Iya sayang kamu yang sabar yah”ucap Bu Raline mencoba menenangkan nadhira begitupun dengan Bu Vania yang juga menangis.
Mereka semua membacakan ayat suci al-Quran. Bu Vania sangat terpukul begitupun denga pak Rikko yang tak menyangka sang anak kana meninggalkannya secepat ini.
“Pah ravan pah, kenapa dia tinggalin kita pah”ucap Bu Vania yang berada di pelukan sang istri, ia mencoba tegar agar ia bisa selalu berada di sampingnya sang istri.
“Semua ini udah takdir dari yang maha kuasa mah, kita tidak dapat menolaknya”ucap pak Rikko yang mencoba terlihat tenang padahal hatinya menjerit.
“Tapi kenapa harus Revan pah. Revan anak baik, masih banyak orang jahat tapi kenapa Revan yang Tuhan ambil”ucap Bu Vania sambil menangis.
Sedangkan tampak dari tempat lain, seseorang tampak tersenyum melihat Revan meninggal dunia entah apa yang mereka incar dari Revan sehingga mereka membunuh Revan.
__ADS_1
“Dhira kamu pasti akan kembali lagi padaku”ucap seseorang dan ia segera melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya nadhira.