Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Masih tak percaya


__ADS_3

Di sela-sela pembicaraan itu Nathan datang kembali bersama dengan dokter karena dia yang penasaran apakah benar Nanda hamil atau hanya masuk angin biasa, karena Nathan memang tidak merasa pernah menyentuh Nanda sedikitpun.


Dokter mendekat ke arahnya Nanda sedangkan Nanda dan juga nadhira tampak bingung dengan Nathan yang membawa dokter padahal sudah di katakan kalau Nanda baik-baik saja hanya perlu istirahat saja.


“Ada apa kak?”tanya nadhira bingung.


“Pak Nathan masih belum percaya kalau Bu Nanda hamil alangkah baiknya kalau kita lakukan tes satu kali lagi”ucap dokter menjelaskan.


“Gak usah dok”ucap nanda dengan simple ia yang malas harus melakukan tes lagi dan membiarkan kalau Nathan tidak percaya kalau ia hamil.


“Tapi nan, aku cuman mau tau aja kamu hamil atau cuma masuk angin”ucap Nathan menjelaskan karena dia yang masih tak menyangka dengan keadaan ini.


“Gak usah, saya mau pulang aja dok, saya mau istirahat di rumah saja”ucap nanda yang malas kalau harus berlama-lama melihat Nathan. Ia yang sudah sakit hati apalagi dengan perlakuan Nathan kepadanya saat mengusirnya.


“Tapi nan, kamu harus di rawat dulu”ucap nadhira yang khawatir dengan keadaannya Nanda.


“Pasien boleh pulang karena memang baik-baik saja, tapi saya hanya berpesan agar pasien tidak terlalu lelah saja apalagi usia kandungan yang baru menginjak trimester satu yang masih rentan”ucap dokter menjelaskan.


Pak dokter pamit sedangkan Nanda bersiap-siap untuk pulang ia malas harus berlama-lama dengan Nathan. Ia yang tak menghiraukan apa ucapan nadhira yang menyuruhnya untuk pulang ke Apartemnya agar nadhira bisa menjaga Nanda dan juga janin yang ada dalam kandungannya.


Nanda berjalan dengan cepat ia ingin segera beristirahat di rumahnya walaupun kontrakannya tidak sebagus Apartemnya Nadhira tapi disana dia merasa nyaman dan bebas melakukan apa saja karena memang tempat tinggalnya.


“Nan tunggu”ucap nadhira berteriak agar nanda tidak meninggalkannya.

__ADS_1


“Nan ayo pulang ke Apatemen aku yah”ucap nadhira memaksa nanda agar pulang karena ia takut kalau calon keponakannya kenapa-kenapa.


“Nan gue mau bicara”ucap Nathan tak kala nanda sudah hendak keluar dari pintu rumah sakit dan seketika nanda terdiam di tempatnya sedangkan Leo hanya melihat drama rumah tangga sahabat Playboynya itu.


“Apa lagi yang harus di bicarakan Nath. Aku lelah pengen istirahat”ucap nanda yang malas berdebat dengan Nathan.


“Kamu pulang ke Apartemnya dhira”ucap Nathan akan lebih baik kalau mereka berbicara di rumah dari pada di luar begini.


“Gak usah Nath”ucap nanda yang berjalan meninggalkan Nathan dan juga yang lainnya, ia hendak mencari taxi untuk pulang.


Nathan yang merasa kesal karena ucapannya tidak di dengarkan oleh Nanda, ia mendekat ke arahnya nanda dan menggendongnya sedangkan nadhira dan Leo yang melihat terlihat kaget bisa-bisanya Nathan seperti itu.


“Lepasin Nath”ucap Nanda memberontak meminta Nathan menurunkannya tapi tetap saja Nathan tidak menghiraukannya dan malah membawanya ke dalam mobil.


“Pernikahan penuh drama, makanya gue gak mau nikah”ucap Leo yang berdiri di sampingnya nadhira yang baginya pernikahan itu menjengkelkan makannya sampai saat ini ia belum mau menikah padahal usianya yang sudah menginjak kepala tiga.


“Banyak perempuan yang mau menikah sama saya, hanya saja saya gak mau sama mereka apalagi pernikahan itu menjengkelkan”ucap Leo dengan dinginnya.


“Banyak yang mau tapi sampai sekarang masih aja jomblo”ucap nadhira berbicara lagi, ia yang malas mendengar kalau Leo yang dengan percaya dirinya menganggapnya laki-laki yang populer.


“Lebih baik jomblo, dari pada udah gagal menikah bukannya sekali tapi dua kali tandanya kamu bawa sial”ucap Leo yang berniat hanya bercanda tapi ternyata ucapannya salah.


Nadhira hanya diam dengan ucapnya Leo, apakah ia pembawa sial sehingga pernikahannya gagal dua kali dan calon suaminya yang kedua juga meninggal apa gara-gara dirinya. Nadhira dengan tatapan kosongnya akibat mendengar ucapnya leo ia berjalan tanpa melihat ke kiri dan ke kanan tanpa sadar ia hampir saja tertabrak untung leo sadar dan segera menolong nadhira.

__ADS_1


“Dhira lo jangan bengong”ucap leo menyadarkan nadhira dari lamunannya”Sorry gue salah, gue gak bermaksud”ucap leo yang gara-garanya nadhira malah terlihat sedih kembali.


“Gak apa-apa pak, dhira pamit”ucap nadhira yang hendak memesan taxi untuknya pulang karena memang ia tidak membawa mobil.


“Saya Anter aja”ucap leo menawarkan diri.


“Gak usah pak, dhira sendiri aja”ucap nadhira berjalan dan untung saja dia cepat mendapatkan taxinya, Leo yang merasa bersalah dia tidak dapat menahan nadhira hanya saja ia berusaha untuk mengikuti nadhira dari belakang karena dia yang khawatir apalagi kondisi Nadhira yang tidak baik-baik saja.


Sedangkan Nanda di dalam mobilnya tampak kesal karena Nathan memaksanya untuk mengantarnya pulang, Nanda juga tidak menyebutkan dia tinggal dimana takutnya Nathan akan mengetahui tempat tinggalnya dan datang kesana tapi sesuai dugaannya bahwa Nathan membawanya ke Apartemannya nadhira.


“Nath apa yang mau di bicarakan?”tanya Nanda karena Dia yang sudah muak dan enggan untuk berlama-lama bersama dengan Nathan.


“Masuk dulu”ucap Nathan karena memang mereka baru sampai parkiran Apartemennya nadhira, ia yang juga malu kalau harus berdebat dengan Nanda di tempat umum takutnya juga membawa kegaduhan.


“Gak usah Nath, aku mau pulang, mau istirahat”ucap Nanda yang pusing apalagi ia yang hamil trimester pertama pastinya moodnya naik turun.


Nathan yang tak mau berdebat lama akhirnya ia menggendong Nanda kembali walaupun Nanda memberontak tapi tak ia hiraukan, semua orang yang berada di sana menatap mereka dengan tatapan aneh, Nanda yang merasa malu ia menutupi wajahnya dengan mendekat ke arah dadanya Nathan. Tak lama mereka sampai di Apatemennya nadhira dan segera membuka pintu masuk kalau mendudukkan Nanda di sofa.


“Nath ada apa? Aku lelah”tanya Nanda yang rasanya ia ingin berbaring.


Sedangkan Nathan masih berdiri ia bingung mulai dari mana bertanya kepada Nanda.


“Nan gue boleh tanya?”tanya Nathan dengan lembut karena dia yang tak ingin ribut apalagi Nanda yang sedang hamil.

__ADS_1


“Iya tanya apa?”ucap Nanda yang terlihat cuek.


“Lo hamil anak siapa? Siapa laki-laki brengsek yang nidurin lo?”tanya Nathan dengan tatapan yang mencoba tenang tapi tetap saja ia marah dan tak terima siapa orang yang menghamili istrinya.


__ADS_2