
Revan dan nadhira yang sudah berada di dalam bioskop dan tak lupa juga Nikko yang mengikuti nadhira dari belakang walaupun Sonya yang terus menelponnya tetapi ia abaikan.
“Seru gak film nya?”tanya Revan saat melihat ke arahnya nadhira yang duduk di sampingnya sambil makan popcorn.
“Seru kak, makasih yah udah ajak dhira nonton”ucap nadhira yang tersenyum ke arahnya Revan rasanya baru kali ini ia bahagia setelah di sakiti oleh Nikko.
“Iya sama-sama, kalau mau kemana-mana tinggal hubungi aja kakak yah”ucap Revan tersenyum dan segera menonton kembali karena nadhira yang terlihat fokus menonton sedangkan Revan lebih suka melihat wajah nadhira dari pada layar bioskop.
Jam, menit dan detik pun berlalu dan akhirnya filmnya pun selesai nadhira dan Revan berjalan bergandengan menuju keluar.
“Gimana mau makan dulu?”tanya Revan yang melihat ke arahnya nadhira yang sedang berjalan di sampingnya.
“Gak usah kak, makan di rumah aja pasti kak Nathan masak kok”ucap nadhira yang yakin bahwa sang kakak akan memasak untuknya seperti biasanya.
“Yaudah kalau begitu ayo”ucap Revan yang mengengam tangannya nadhira dan membawanya ke mobil karena memang waktu sudah malam.
Sedangkan Nikko entah mengapa dia yang masih mengikuti nadhira dan Revan yang sedang berjalan berduaan sedangkan nadhira yang merasa ada orang yang mengikutinya ia segera melihat ke belakang.
“Ada apa dhira?”tanya Revan saat nadhira yang melihat ke belakang ke arah sudut.
“Enggak kak, cuman dhira merasa ada yang ngikutin kita”ucap nadhira yang cemas dan takut karena perasaannya yang berubah dan khawatir.
“Enggaklah pasti orang yang juga berjalan menuju parkiran. Ayo masuk”ucap revan yang membukakan pintu mobilnya agar nadhira masuk dan ia juga melihat ke kiri dan kekanan tetapi tidak ada siapaun, Revan pun langsung masuk ke dalam mobilnya dan menjalankannya.
Sedangkan Nikko bersembunyi di sudut parkiran karena hampir saja dia ketahuan, Nikko tidak akan menyerah sampai ia mendapatkan nadhira kembali nadhira adalah ladang uang untuknya. Nikko pun masuk ke dalam mobilnya dan pulang karena Sonya yang terus menelponnya sedari tadi tanpa henti.
__ADS_1
Revan dan nadhira di perjalan dengan senyuman dan terkadang dengan pembicaraan yang sangat lucu. Tak perlu waktu lama mereka akhirnya sampai di parkiran apartemennya nadhira dan segera keluar dari mobilnya berjalan menuju ke lantai atas karena dia juga yang sudah lapar.
Saat nadhira masuk bersama dengan revan lampu masih belum menyala dan terasa heran karena harusnya Nathan dan Nanda sudah pulang.
“Pada kemana? Katanya Nathan udah masak tapi rumah kok terlihat belum ada yang pulang”tanya Revan yang segera menyalakan lampunya dan memang di rumah itu tidak ada siapaun.
“Mungkin kak Nathan sama Nanda jalan-jalan kak, tapi bentar yah aku lihat ke kamar Nanda”ucap nadhira yang berjalan menuju kamarnya Nanda untuk melihat apakah Nanda sudah pulang atau belum tetapi saat sampai di kamarnya Nanda, Nanda sudah pulang dan malah ketiduran sambil laptopnya yang masih menyala. Nadhira tidak membangunkan Nanda karena ia yang merasa kasihan kepada Nanda takutnya Nanda yang lelah.
“Gimana? Udah pada pulang?”tanya Revan yang sedang duduk dan menunggu nadhira.
“Nanda udah pulang, tapi kak Nathan belum pulang”ucap nadhira yang menjelaskan.
“Udahlah. Mungkin Nathan ada perlu, Gimana mau makan gak?”tanya Revan yang tau kalau Nanda pasti sangat lapar apalagi tadi di mall hanya malan popcorn.
“Masak mie aja kak. Dhira cuman bisa masak itu”ucap nadhira yang memang dia tidak pintar memasak dan masih belajar walaupun terkadang kacau.
“Gak usah kak, biar dhira aja yang masak”ucap nadhira yang merasa tidak enak kalau ia diadakan oleh Revan.
“Gak apa-apa sayang”ucap Revan yang berjalan menuju ke arah dapur. Revan itu paket komplit, ia baik, lumayan ganteng, perhatian dan pintar masak.
Nadhira yang berjalan menuju ke arah kamarnya karea ia yang akan membersihkan badannya karena badannya yang lengket dan galat karena keringat.
Sedangkan Revan dan teliti dan cekatan nya dia memasak dengan porsi yang cukup besar karena dia yang juga memikirkan Nanda dan Nathan takutnya mereka juga lapar.
Sekitar 30 menit nadhira keluar dari kamarnya dan ia yang sudah wangi dan mandi serta terlihat cantiknya.
__ADS_1
“Wangi banget”ucap nadhira yang mendekat ke arah Revan yang sedang memasak.
“Kamu juga wangi dan makin cantik aja”ucap Revan yang melihat ke arah nadhira yang mendekat ke arahnya.
“Makasih udah bilang aku cantik, kakak juga terlihat gantengnya kalau lagi masak”ucap nadhira yang menggoda Revan.
“Jadi kalau kakak gak lagi masak gak ganteng yah”ucap Revan yang sudah mematikan kompornya dan mendekat ke arah Nadhira.
“Yah ganteng dong”ucap nadhira yang dimana dia menghindar dari Revan.
Saat mereka yang tengah bercanda dan asik menggoda datang nanda yang terburu-buru.
“Maaf ganggu, maaf dhira aku ketiduran”ucap nanda yang berjalan terburu-buru karena dia Sadar ketiduran dan belum memasak untuk nadhira.
“Gak apa-apa nan, kamu duduk dulu gih disana bentar lagi beres”ucap Revan yang memang tidak masalah.
“Ayo nan kita duduk”ucap nadhira yang membawa nanda duduk di tempat makan dan tak lupa Revan membawakan makanan yang telah ia masak ke meja makan.
Revan pun duduk begitupun dengan Nanda dab nadhira.
“Pak revan maaf yah, gara-gara ketiduran bapak jadi memasak”ucap nanda yang merasa tidak enak merepotkan orang lain dan mengapa juga ia ketiduran di saat jam seperti ini.
“Gak apa-apa nan jangan merasa gak enak, lagian saya tau kok kalau kamu lelah juga”ucap Revan yang tidak mempermasalahkan hal itu karena ia juga bahagia dan suka ketika ia memasak untuk nadhira.
“Iya nan, yang ada aku yang harus minta maaf sama kamu karena lagi-lagi aku merepotkan kamu”ucap nadhira yang merasa tidak enak karena ia yang selalu merepotkan Nanda dalam memasak.
__ADS_1
“Gak apa-apa dhira, aku suka masak kok lagian aku yang harus berterima kasih karena aku yang udah di izinin tinggal sama kamu dengan gratis”ucap Nanda yang dengan begitu ia dapat menabung agar kelak ia dapat membeli rumah impiannya.
“Iya sama-sama kita saling membutuhkan kok”ucap nadhira tersenyum dan merasa bersyukur karena dia di pertemukan dengan orang sebaik Nanda walaupun dia yang sudah kenal Nanda dari SMA tetapi mengapa dia tidak berteman dari dulu dengan Nanda dan malah berteman dengan Sonya.