Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Hamil


__ADS_3

Nanda yang duduk di kursinya dengan wajah yang sudah pucat dan terlihat sangat lelah, ia memutuskan untuk menyandarkan kepalanya ke atas meja tapi tak lama nadhira dan yang lainnya datang, nadhira yang tidak nafsu makan karena takut kalau sampai Nanda kenapa-kenapa.


“Nan kamu gak apa-apa kan?”tanya nadhira yang berdiri si sampingnya Nanda sedangkan Leo dan juga Nathan masuk ke ruangannya, Nathan tak sedikitpun menghiraukan istrinya tersebut. Nathan masih sangat marah kepada Nanda.


“Aku gak apa-apa kok dhira cuman masuk angin aja kayanya”ucap Nanda sambil berusaha bangun dari tidurnya.


“Yaudah kamu pulang aja istirahat di rumah”ucap nadhira yang khawatir dengan keadaannya Nanda karena kalau di paksakan bekerja malah akan semakin kacau saja.


“Gak usah dhira, kasihan pak Leo banyak kerjaan, lagian aku gak apa-apa kok”ucap Nanda yang mencoba terlihat baik-baik saja padahal Nanda yang sangat pusing dan juga mual.


“Tapi nan”ucap nadhira mencoba membujuk Nanda, karena nanda yang terlihat sangat pucat.


“Udah gak usah yah, aku mau ngambil dulu laporan ke ruangan pak Leo, kamu juga kembali kerja aja”ucap Nanda yang berdiri dan mencoba melangkah tapi siapa sangka ia malah jatuh tak sadarkan diri, nadhira yang melihat Nanda pingsan ia khawatir dan juga kaget.


“Nan bangun, nan”ucap nadhira mencoba membangunkan sang kakak ipar yang tergeletak di lantai tapi Nanda tak kunjung bangun.


“Kak Nathan, pak Leo tolong”ucap nadhira berteriak dengan panik dan takut terjadi sesuatu kepada nanda.


“Ada apa dhira”ucap Nathan yang berlari karena mendengar teriakan dari sang adik begitupun dengan Leo yang juga ikut menghampiri nadhira takut ada hal yang berbahaya.


”kak bantuin Nanda, Nanda tiba-tiba pingsan aja”ucap nadhira dengan mata yang sudah berkaca-kaca ia khawatir.


Reflek Nathan langsung menggendong nanda dan berjalan dengan cepat, ia yang hendak membawa nanda ke rumah sakit, Nathan yang masih marah pun khawatir dengan keadaannya nanda.


“Kak mau di bawa kemana Nanda nya?”tanya nadhira berteriak dimana ia melihat kakaknya yang semakin jauh memasuki lift.


“Ayo kita ikutin saja mereka”ucap Leo yang menarik tangannya nadhira yang hanya bengong saja, leo juga ikut karena dia khawatir kepada nanda takutny karena beban pekerjaan nanda menjadi seperti ini dan Nathan akan marah kepadanya.


“Yaudah”ucap nadhira yang berjalan bersama dengan Leo dengan panik dan khawatir.

__ADS_1


Mereka masuk ke mobil mading-mading dengan Nanda yang masih tak sadarkan diri, Nathan yang terlihat sangat khawatir dengan keadaannya Nanda.


Tak perlu waktu lama mereka membawa Nanda ke rumah sakit terdekat.


“Dokter tolong istri saya”ucap Nathan yang menggendong Nanda dengan paniknya sambil berteriak memanggil dokter.


Tak lama dokter pun datang dan segera Nathan segera membaringkan nanda di ranjang, dokter segera memeriksa keadaanya Nanda.


“Bagaimana dok keadaan istri saya ?”tanya Nathan yang khawatir dan tak sabar ingin tau keadaannya Nanda.


“Setelah saya periksa, sepertinya istri bapak tengah hamil pak, jadi ini gejala normal untuk perempuan yang sedang hamil”ucap pak dokter menjelaskan.


“Hamil?”tanya Nathan bingung dan kaget.


“Iya benar pak hamil, selamat pak, sebentar lagi bapak akan menjadi seorang ayah”ucap pak dokter memberikan selamat kepada nathan.


“Selamat Nath, bentar lagi lo jadi ayah”ucap Leo yang tadi berdiri khawatir dengan keadaanya Nanda tapi setelah tau Leo lega karena Nanda tidak kenapa-kenapa dan hanya hamil.


“Iya dok terima kasih”ucap nadhira menjawab dokter karena nathan yang masih saja bengong dan tak berkata apa-apa. Dokter pun pergi karena memang sudah selesai memeriksa Nanda sedangkan Nanda masih belum sadarkan diri, Nathan yang bingung harus bagaimana ia malah berjalan keluar meninggalkan Nanda yang masih terbaring.


“Nath lo mau kemana?”tanya Leo tak kala melihat sahabatnya itu pergi.


“Kak”panggil nadhira karena kakaknya yang pergi begitu saja tanpa berkata apapun.


“Dhira, kamu tunggu Nanda disini yah, saya mau kejar Nathan dulu”ucap Leo yang bergegas berjalan untuk mengikuti Nathan yang seperti orang yang syok dan kaget dengan apa yang terjadi kepada Nanda padahal sebagai seorang suami harusnya dia senang karena Nanda yang hamil.


Nathan duduk di taman rumah sakit untuk mencari udara segar dan menenangkan pikirannya serta Leo yang duduk disampingnya Nathan.


“Nath lo kenapa?”tanya Leo sambil duduk di sampingnya Nathan.

__ADS_1


“Leo gue masih gak percaya kalau Nanda hamil”ucap Nathan dengan tatapan yang masih kosong.


“Kenapa lo terharu bentar lagi mau jadi orang Tua?”tanya Leo yang mungkin saja karena terlalu bahagia sehingga Nathan begitu kaget dan tak menyangka akan memiliki anak.


“Bukan begitu Leo, tapi yang gue bingung Nanda hamil anak siapa?”tanya Nathan.


“Yah anak lo lah, suaminya lo, masa anak gue”ucap Leo dengan bercanda. Karena Leo berpikir kalau apa yang di ucapkan Nathan hanya bercanda saja tidak ada maksud lain.


“Tapi gue belum pernah sentuh dia Leo”ucap Nathan yang masih saja bengong.


“Lo serius? Tapi gue yakin kok kalau itu anak lo, secara Nanda perempuan baik-baik mana mungkin itu anak orang lain, gue juga gak percaya kalau lo belum pernah sentuh dia sama sekali, karena gue tau lo pemain wanita”ucap Leo yang tau bagaimana karakter sahabatnya itu.


“Gue beneran Leo, gue gak pernah sentuh dia, makannya gue kaget saat dokter bilang kalau Nanda hamil”ucap Nathan yang masih tidak percaya dan tidak menyangka bahwa Nanda hamil.


“Lo bohong nath, kalau bukan anak lo, lalu Nanda anak siapa? Atau itu mungkin salah dokter aja yang periksa Nanda?”tanya Leo yang mulai berpikir apa mungkin terjadi kesalahan pahaman dari dokter saja.


“Gue juga gak tau Leo, gue juga bingung”ucap Nathan yang masih saja berpikir.


“Yaudah, kita coba tes ulang aja, biar kita juga yakin”ucap Leo mengajak Nathan untuk kembali memeriksa nanda untuk memastikan apakah nanda memang hamil atau tidak dan untuk meyakinkan tentang sebenarnya siapa ayah dari anaknya nanda.


Tak lama menunggu Nanda akhirnya sadar dan membuka matanya.


“Aku dimana ini?”tanya nanda yang baru saja sadar sambil melihat ke kiri dan juga ke kanan.


“Kamu di rumah sakit nan, tadi kamu pingsan”ucap nadhira menjelaskan.


“Maaf yah dhira aku jadi ngerepotin”ucap nanda yang merasa bersalah merepotkan nadhira.


“Gak apa-apa kok, selamat yah nan, akhirnya kamu hamil juga dan aku bentar lagi jadi aunti”ucap nadhira tersenyum dengan bahagia.

__ADS_1


“Hamil”ucap nanda yang kaget.


“Iya kamu hamil nan”ucap nadhira menjelaskan dan lagi dan lagi ia sangat bahagia.


__ADS_2