Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan nadhira dan juga Revan telah tiba walaupun banyak sekali rintangan yang harus mereka lalui, mulai dari Nikko yang selalu mengejarnya dan masalah yang banyak terjadi di kantornya. Leo yang selalu menyebalkan dan membuatnya pusing. Sedangkan hubungan Nanda dan juga Nathan masih seperti biasa dingin dan tampak cuek, nathan yang jarang datang ke rumah Nanda kerena kesibukannya yang harus bekerja di perusahaannya di Bandung dan Nanda yang masih harus bekerja juga di ibukota.


Hari ini nadhira terlihat begitu cantik. Ia yang sudah memakai make up dengan natural gaya Korea yang tampak simpel tapi terlihat sangat cantik dan anggun. Nanda yang selalu mendampinginya walaupun hubungan Nanda dan nathan yang dingin tapi nanda yang tetap tersenyum dan terlihat baik-baik saja di hadapannya nadhira.


“Dhira kamu cantik banget”ucap Nanda yang terpesona melihat kecantikan nadhira.


“Ah makasih. Kamu juga cantik kok”ucap nadhira yang begitu bahagia dan tersenyum lebar karena ia yang hari ini akan melepaskan masa lanang nya dan semoga saja apa yang mereka niatkan berjalan dengan baik.


“Kalau kak Revan lihat kamu pasti dia terpesona bahkan hampir tak mengenali kamu yang begitu cantik”puji nanda kembali yang tampak kagum dengan kecantikan nadhira.


“Ada-ada aja kamu nan, kalau begini aku jadi malu ih”ucap nadhira sambil menutup wajahnya yang malu karena nanda yang selalu memujinya.


“Anak mamah kok pada ketawa-ketawa? Ada apa?”tanya Bu Wulan yang datang melihat anaknya yang sudah memakai make up lengkap dengan baju pengantinnya.


“Ini mah nanda ada-ada aja, masa kalau kak Revan lihat aku bakalan pingsan”ucap nadhira yang tersenyum.


“Iya mah, nanda memang cantik kok yah, beruntung orang yang mendapatkan dhira, dhira kan cantik, baik dan juga anak keluarga terpandang”ucap nanda yang merasa memang hidupnya nadhira begitu sempurna beda dengan dirinya.


“Jangan begitu sayang, kamu juga cantik kok dan baik bersyukur nathan mendapatkan kamu”ucap Bu wulan yang mengusap pundaknya sang menantu.


“Makasih mah. Mamah udah perhatian dan tulus sayang sama Nanda”ucap nanda yang dimana walaupun nathan yang cuek dan seakan tidak ada waktu untuknya setidaknya kedua orang tua nathan yang selalu baik dan perhatian kepadanya.


“Sama-sama sayang, kamu juga anak mamah juga”ucap Bu wulan yang memeluk kedua anaknya tersebut.


Sedangkan di tempat lain Revan sedang bersiap-siap memakai pakaian yang akan ia kenakan di pernikahannya nanti.

__ADS_1


“Keponakan tante udah ganteng aja”ucap Bu Raline memuji sang keponakan yang terlihat gagah dan ganteng.


“Ah tante bisa aja”ucap Revan yang tersenyum.


“Mana ganteng? Biasa aja”ucap Leo yang duduk disana karena ia yang harus menemani Revan.


“Gantengan gue bang, buktinya gue lebih cepat menikah dari pada lo”ucap Revan mengejek sang sepupu yang sedang duduk sambil melihat handphonenya tersebut.


“Jangan bawa-bawa nikah, gak semua orang yang belum nikah gak ganteng”ucap Leo dengan tatapan sinisnya.


“Tapi walaupun mereka gak ganteng setidaknya mereka laku aja bang”ucap Revan yang kembali mengejek sang sepupu.


“Iya Leo, kapan kamu menikah, teman-teman mamah sudah mempunyai cucu tapi mamah ? Anaknya aja belum menikah entah sampai kapan akan punya cucu”ucap Bu Raline yang berharap anaknya akan segera menikah.


“Kamu udah siap sayang?”tanya Bu Vania yang masuk untuk melihat anaknya apakah sudah siap atau tidak.


“Udah mah”ucap Revan dengan tersenyum bahagia, akhirnya ia akan menikah dengan orang yang ia cintai.


“Leo kamu kenapa diam aja ? Kamu gak bahagia Revan menikah?”tanya Bu Vania yang melihat keponakannya diam saja sambil main handphone.


“Leo diam karena aku paksa menikah tapi dia gak mau terus”ucap Bu Raline menjelaskan mengapa anaknya hanya diam saja, jujur ia kecewa dengan sikap anaknya tapi apa boleh buat itu semua memang sudah menjadi keputusan anaknya.


“Udahlah mbak, gak usah di paksa menikah itu bukan dulu-duluan tapi harus nunggu siap dulu, mungkin Leo yang belum siap tapi yakin lah mbak kedepannya leo juga akan siap menikah”ucap Bu Vania yang mengerti keadaan keponakannya tersebut, ia juga sebagai orang tua tidak pernah memaksa Revan untuk segera menikah hanya saja jodoh Revan memang lebih dekat di bandingkan leo.


“Tuh mah, dengerin tante Vania, harusnya mamah juga lebih berpikiran terbuka dan gak maksa Leo untuk cepat menikah”ucap Leo yang senang sekaligus bahagia karena tante nya yang membelanya.

__ADS_1


“Iya mba udah yah, lebih baik sekarang kita siap-siap berangkat nanti telat”ucap Bu Vania yang tak ingin ada perdebatan.


“Iya deh mbak, tapi ingat Leo pikirin pernikahan”ucap Bu Raline yang masih tetap ingin sang anak menikah.


“Iya iya mah”ucap Leo agar tidak ada perdebatan diantara ia dan ibunya apalagi ini adalah hari bahagianya Revan ia tak ingin merusak suasana bahagia itu.


“Ayo mah, semuanya mobilnya sudah siap”ucap pak Riko yang datang masuk ke dalam kamarnya Revan.


“Iya kalian ngapain sih pagi-pagi malah gosip”ucap pak Adrian juga yang datang karena anak dan istrinya juga keponakannya juga belum keluar juga.


“Iya bentar dong pah”ucap bu Raline yang kesal karena suaminya menyuruhnya untuk cepat-cepat.


Mereka sudah bersiap untuk pergi dan segera turun dari hotel yah mereka memang menginap di hotel sedangkan pernikahan akan diadakan di rumahnya nadhira karena pak Angga ingin pernikahan anaknya terlihat sederhana saja dan agar para tetangga pun banyak yang datang sedangkan kalau menikah di tempat yang jauh banyak tetangga yang tidak datang.


“Kenapa lo van?”tanya Leo karena Revan yang mencari-cari sesuatu di saku jasnya.


“Cin-cin gue gak ada bang”ucap Revan yang mencoba mengecek di setiap saku jasnya dan tetap saja tidak menemukan cincinnya.


“Ada apa sayang?”tanya Bu Vania yang kebingungan karena anaknya yang terlihat khawatir dan gelisah.


“Enggak mah, mamah duluan masuk mobil aja, Revan mau ke atas dulu ada barang yang ketinggalan”ucap Revan yang segera berlari menuju lift.


“Iya tante dan yang lainnya duluan aja, nanti Leo nyusul sama Revan”ucap Leo yang tak ingin membuat tantenya khawatir.


“Yaudah titip Revan yah, kita duluan”ucap Bu Vania yang segera berjalan menuju ke parkiran mobil sedangkan Leo kembali ke kamarnya Revan untuk mencari cincin.

__ADS_1


__ADS_2