Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Marahnya Nathan


__ADS_3

Semua orang tampak menangis saat mengantarkan Revan, apalagi Bu wulan dan juga nadhira yang tampak sedih dan juga hancur. Nadhira yang bukan satu kali kehilangan orang yang di cintainya tetapi dua kali, yah walaupun yang pertama dia di khianati tapi tetap saja dua kali sudah dia gagal menikah.


“Sabar yah sayang, kamu harus kuat”ucap Bu wulan yang mencoba menenangkan sang anak yang masih saja menangis mengiringi kepergian Revan.


“Iya mah”ucap nadhira mencoba tegar agar ia yang tidak menangis di pemakaman Revan.


Pemakaman berjalan lancar walaupun memang banyak isak tangis mengiringi kepergian Revan, mereka juga sudah kembali pulang menuju rumah duka dan orang tuanya Revan dan Leo juga sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta sedangkan nadhira masih ingin bersama dengan keluarganya dan Leo juga memamg tidak memaksa nadhira Untuk bekerja, Leo juga masih sama masih belum puluh sepenuhnya hanya saja lebih baik dia mendapatkan pengobatan dan perawatan di rumah sakit terbaik di Jakarta.


“Dhira, sabar yah. Saya pamit dulu, kalau kamu sudah tenang dan ingin kembali lagi ke kantor, perusahaan saja dengan siap dan senang hati menerima kapanpun kamu kembali”ucap Leo yang berpamitan.


“Iya pak, makasih pak, maaf nadhira belum bisa masuk kerja, alangkah lebih baiknya kalau pak Leo mencari sekertaris lagi karena entah kapan saya bisa masuk kerja kembali”ucap nadhira hatinya yang masin sangat hancur dengan kepergian Revan.


“Saya tidak akan mencari pengganti kamu, saya menunggu kamu kembali”ucap Leo yang akan menunggu sampai nadhira kembali.


“Dhira, tante pamit yah, maaf kalau tante punya salah dan maafkan Revan yang tak bisa menepati janjinya”ucap bu Vania yang menangis mengingat anaknya yang sudah meninggalkannya.


“Iya dhira om juga minta maaf yah sayang. Kamu yang sabar yah, om pamit yah. Om janji akan sering datang kesini melihat kamu dan juga Revan yah”ucap pak Rikko berpamitan.


“Iya om tante. Dhira juga minta maaf yah, dan terima kasih selama ini telah menjaga dan menyayangi dhira”ucap nadhira yang masih menangis.


“Sama-sama sayang”ucap bu Vania dan juga pak Rikko berpamitan.


“Dhira tante sama om juga pamit yah, yang tabah yah dhira, selalu doain Revan yah”ucap bu Raline dan pak Adrian berpamitan.

__ADS_1


“Iya tante, makasih yah, udah baik sama dhira”ucap nadhira mencoba tersenyum dan mengantar kepulangan keluarga Revan calon suaminya yang sudah meninggalkannya.


“Nath titip dhira yah, jaga dhira baik-baik”ucap Leo yang berpamitan kepada Nathan dan semuanya.


Kelurga Revan pun pulang karena mereka juga tidak dapat berlama-lama di Bandung karena banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan juga.


Nadhira masih menangis di kamarnya setelah keluarga Revan pulang, ia tak dapat menahannya karena air matanya yang terus menerus turun.


Sedangkan dengan panik dan khawatir Nanda datang ke rumahnya nadhira ia yang berniat akan menghibur nadhira, karena sudah seminggu dia tidak pulang karena ada hal yang harus ia selesaikan.


“Mah, maaf Nanda baru datang”ucap Nanda yang merasa tidak enak karena dia yang pergi lama dan tidak memberikan kabar.


“Kamu dari mana aja sayang? Mamah khawatir”tanya Bu wulan yang melihat menantunya datang dengan terburu-buru dengan nafas yang masih memburunya.


“Kamu dari mana aja nan? Keluyuran terus, kamu gak tau apa, semua orang lagi berduka dan kamu pergi begitu aja”ucap Nathan yang langsung berdiri saat kedatangan nanda, dia yang sangat marah karena nanda yang pergi begitu saja.


“Maaf kak, Nanda ada urusan jadi gak sempet buat datang ke sini kak, dan ini juga baru ada waktu senggang”ucap nanda dengan terbata-bata ia yang takut kalau Nathan marah kepadannya.


“Urusan apa? Urusan apa yang lebih penting dari ngurusin suami kamu nan, kamu udah gak pulang satu minggu, kamu lupa kamu dah nikah hah”ucap Nathan yang marah dan ia meluapkan emosinya kepada nanda.


“Maaf kak nanda salah”ucap Nanda dengan suara yang pelan karena ia takut Nathan malah semakin marah saja.


“Nath, kamu mau tau selama seminggu ini istri kamu kemana? Lihat nih”ucap Angeline yang berada di sana dan memberikan handphonenya kepada Nathan.

__ADS_1


Nathan melihat handphonenya Angeline dan betapa marahnya Nathan karena nanda bersama dengan laki-laki lain yang entah siapa laki-laki itu.


“Nan ini siapa? Kamu selama seminggu ini sama laki-laki ini?”tanya Nathan sambil memberikan handphone yang berisi photo nanda dan laki-laki itu.


“Itu temen nanda kak”ucap nanda menjelaskan karena memang itu hanya temen saja tidak lebih.


“Teman? Mana mungkin teman mesra begini”ucap Angeline yang memprovokasi ia yang ingin kalau Nanda dan juga Nathan segera bercerai agar Nathan bisa kembali mencintainya lagi.


“Angeline jangan buat suasana semakin panas saja”ucap pak Angga yang mendengar Angeline terus memprovokasi Nathan agar marah pada nanda”lagian Nath, nanda udah bilang itu cuman temen percaya sama istri kamu”ucap pak Angga berusaha menengahi permasalahan antara Anaknya dan juga menantunya itu.


“Pah, papah lihat ini? Mana mungkin seorang teman seperti ini”ucap Nathan yang menujukan photo tersebut keiada orang tuanya.


“Nan, itu siapa? Dan selama seminggu ini kamu kemana?”tanya Bu wulan dengan lembut.


“Itu temen, tetangga nanda, nanda ada urusan di rumah nenek jadi nanda gak bisa nemenin mamah dan dhira Maafin nanda yah mah”ucap nanda yang sangat bersedih dan memohon maaf.


“Lo gak usah bohong, bilang aja lo selingkuh dari gue, bilang aja lo udah gak mau jadi istri gue”ucap Nathan yang emosi dan meluapkan semuanya kepada Nanda walaupun Nanda memang tidak salah pun.


“Kak, Nanda gak bohong, Nanda juga gak ada niatan selingkuh. Maafkan nanda kak, nanda janji gak akan mengulangi kesalahan nanda lagi”ucap nanda memohon kepada Nathan, ia yang memang mengaku salah karena tidak menghubungi atau mengabari Nathan.


“Nath, kamu Maafin nanda lah, papah percaya nanda gak akan seperti itu”ucap pak Angga yang sangat percaya kepada sang menantu apalagi nanda yang sangat baik dan juga polos.


“Pah ini urusan Nathan. Papah jangan ikut campur”ucap Nathan yang tak ingin mendengarkan ucapan dari siapapun ia yang memang sangat marah kepada nanda.

__ADS_1


“Iya Nath, mamah ngerti tapi kamu juga harus percaya sama istri kamu sendiri, mamah yakin Nanda gak akan seperti itu Nath. Ayolah jangan marahin nanda lagi”ucap Bu wulan mencoba menasehati sang anak.


__ADS_2