
Nadhira yang menangis sejadi-jadinya karena dia yang tak kuasa menahan beban yang Tuhan berikan kepadanya, bagaimana tidak dia sudah dua kali gagal menikah dan yang lebih parahnya lagi calonnya sekarang kecelakaan dan membuat nadhira yang semakin histeris saja.
“Sayang, sabar, kita berdoa supaya Revan baik-baik saja yah”ucap Bu wulan yang mencoba menenangkan anaknya yang menangis.
“Iya dhira sabar yah, lebih baik kira berdoa semoga saja tidak terjadi hal yang serius kepada pak Revan maupun pak Leo”ucap Nanda yang senantiasa memeluk sang adik ipar yang menangis, ia juga tau hancurnya nadhira yang dimana di hari pernikahannya calonnya kecelakaan.
Tak lama Nathan datang bersama dengan Angeline.
“Pah Gimana keadaan Revan dan Leo?”tanya Nathan yang panik dengan napas yang masih memburu.
“Revan masih kritis Nath. Sedangkan Leo sudah melewati masa kritisnya hanya saja Leo juga belum sadarkan diri”ucap pak Angga yang menjelaskan kepada Nathan.
“Dhira kamu yang sabar yah dek, kakak yakin kok kalau Revan bakalan baik-baik aja”ucap Nathan yang mendekati sang adik yang tengah menangis.
“Kak Nathan ngapain kesini? Kak Nathan juga ngapain bawa perempuan ini kesini”ucap nadhira yang marah karena kakaknya yang datang bersama dengan Angeline yang senantiasa berada di samping Nathan bukan Nanda yang istrinya yang harusnya berada di sampingnya Nathan.
“Aku mau lihat keadaan Revan juga dhira, aku datang juga untuk cari kamu yang kabur”ucap Angeline dengan pura-pura baik.
“Udah dhira, kamu tenang yah”ucap Nanda yang mencoba menenangkan nadhira.
“Kak Nathan tau apa yang terjadi sama aku ini kenapa?”tanya nadhira sambil melihat ke arah Nathan dengan tatapan marah.
__ADS_1
“Memangnya kenapa dhira? Kakak gak ngerti?”tanya Nathan yang tidak tau di balik ucapan adiknya tersebut.
“Kak Nathan masih gak sadar juga?”tanya nadhira dengan nada yang marah.
“Kakak gak ngerti apa yang kamu ucapin dhira, kamu bicara yang jelas dong”ucap Nathan yang tidak mengerti apa yang terjadi mengapa adiknya tiba-tiba berbicara seperti ini.
“Dhira kamu kenapa sayang? Kenapa dengan kak Nathan?”tanya Bu wulan yang tak tau masalah antara nadhira dan Nathan.
“Iya dhira, kamu kenapa sayang, ada masalah sama Nathan? Kok papah gak tau?”tanya pak Angga sedangkan yang lainnya hanya diam karena itu urusan keluarga pak Angga.
“Pah, dhira udah mencoba sabar dan tak banyak bicara atas kelakuan kak Nathan tapi dhira udah muak pah, dhira udah kesal”ucap nadhira mengeluarkan isi hatinya yang selama ini di pendam.
“Apa hubungannya masalah ini sama kelakuan kakak? Kakak gak ada hubungannya dengan kecelakaan Revan dan Leo”tanya Nathan yang semakin bingung dengan ulah dan tingkah laku adiknya yang berbicara aneh.
“Dhira, itu cuman mitos gak ada sangkut pautnya sama kakak, lagian kakak juga gak pernah mempermainkan dan menyakiti mereka, mereka semua yang mengejar kakak, kakak gak salah dhira”ucap Nathan membela diri karena dia memang tak pernah merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada adiknya.
“Kakak masih gak sadar juga hah, udah berapa banyak perempuan yang kakak sakiti dan karmanya sekarang terjadi sama dhira kak, kakak puas sekarang udah buat dhira hancur hah”ucap nadhira sambil menangis ia yang sedih dan juga tak tau harus bagaimana, karena kejadian gagal menikahnya nadhira bukan hanya sekali tapi dua kali dengan orang yang berbeda.
“Dhira kamu istirahat dulu yuk, aku tau kamu pasti lagi sedih tapi jangan marah-marah begini dong dhira”ucap Nanda yang mencoba menenangkan nadhira yang berbicara asal kepada kakaknya tersebut.
“Nan, udah kamu juga jangan pura-pura baik-baik saja. Aku tau kok kamu sakit hati dengan tingkah laku kak Nathan hanya saja kamu berusaha memendam semua itu, aku juga dengar dan lihat kamu hampir tiap malam menangis karena kelakuan Kak Nathan”ucap nadhira ia juga merasa kasihan kepada Nanda hanya saja ia yang tak bisa menasehati kakaknya
__ADS_1
“Udah dhira, kamu jangan bicara ngasal, Revan dan Leo lagi kritis tapi kamu malah berbicara yang aneh-aneh”ucao Nathan yang tak senang kalau adiknya membicarakan kesalahannya.
“Dhira sayang udah yah, semua ini udah takdir, kamu jangan begini kita berdoa aja yah supaya Revan cepat sadar kembali dan menikah sama kamu”ucap Bu Vania yang mencoba menenangkan sang calon menantu yang tengah marah.
“Iya dhira. Mungkin kakak kamu juga salah tapi semua ini sudah takdir dari yang maha kuasa sayang. Tante tau kamu sedih tapi jangan meluapkan emosinya sama kakak kamu”ucap Bu Raline juga yang berusaha menenangkan nadhira.
Tak lama di tengah kemarahan nadhira dan pembicara di antara mereka yang berusah menenangkan nadhira yang tengah menangis histeris.
“Selamat sore pak, kamu dari kepolisian yang menyelidiki kecelakaan ini”ucap pak polisi.
“Iya pak, kami keluarganya pasien. Bagaimana pelakunya apa sudah di temukan”ucap pak Adrian yang mendekat ke arah polisi tersebut.
“Tersangkanya sudah di temukan pak, untuk lebih lanjutnya kita bahas saja di kantor pak”ucap pak polisi.”untuk kekuarga Silahkan ikut kami ke kantor untuk membahas kasus ini”ucap pak polisi kembali.
“Baik pak, saya bersedia ikut”ucap pak Adrian yang tengah berdiri dan bersiap untuk ikut ke kantor polisi.
“Mas saya ikut yah”ucap pak Rikko ia tak tenang kalau sampai tersangka yang menabrak Revan tidak di hukum.
“Mas tunggu disini saja, jaga Vania sama mbak Raline aja”ucap pak Adrian yang tak seharusnya ikut semua. Harus ada orang yang menunggu dan menjaga Revan dan Leo.
“Om Rikko dan yang lainnya tenang saja yah, biar Nathan yang ikut sama om Adrian”ucap Nathan ia yang sudah kesal dan ingin tau siapa orang yang menabrak sahabatnya dan calon adik iparnya tersebut.
__ADS_1
“Yaudah boleh Nath, kita pamit dulu yah”ucap pak Adrian berpamitan.
“Angeline, ayo pulang aja, jangan disini dhira Masih emosi”ucap Nathan mengajak Angeline untuk pulang tanpa menghiraukan Nanda sang istri, pak Angga dan Bu wulan juga sudah kesal dan beberapa kali menasehati Nathan tapi Nathan hanya bilang bahwa mereka sahabatan saja.