Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Ada apa dengan Nanda


__ADS_3

Tak lama Leo datang ke kantornya karena memang urusannya sudah selesai dan di kantor juga banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan, semenjak Revan meninggal pekerjaannya menjadi double dan tidak ada yang membantu.


“Maaf Nath, lo udah nuggu lama? Gue tadi ada urusan dulu”ucap Leo yang duduk di depan Nathan yang sedari tadi duduk di kursi sambil memainkan handphonenya.


“Santai aja Leo gue tau lo sibuk kok”ucap Nathan yang menaruh handphonenya dan melihat ke arahnya Leo.


“Oke, makasih lo udah ngerti sama keadaan gue, oh yah dhira, kamu Sekarang jadi asisten saya buat gantiin Revan yah”ucap leo yang tiba-Tiba menjelaskan urusan pekerjaan.


“Tapi pak, saya gak ada pengalaman”ucap nadhira yang sebenarnya enggan karena dia tidak ingin lebih sibuk lagi karena harus mengikuti leo kemana-mana dan tau bagaimana ribetnya leo.


“Kenapa? Kamu masih sedih ?”tanya leo sambil melihat ke arahnya nadhira.


“Bukannya begitu pak, tapi kan harusnya pak leo cari laki-laki aja kalau ada apa-apa kan bisa lindungi bapak bukan perempuan”ucap nadhira memberikan saran kepada leo, ia enggan untuk bekerja bersama leo apalagi ia yang harus bekerja di ruangannya Revan pasti selalu teringat Revan terus.


“Tapi saya mau nya kamu dhira, udah yah gak ada protes, kembali ke ruangan kamu aja”ucap Leo yang tak ingin basa basi dengan nadhira, ia yang banyak pekerjaan dan emosinya yang tidak stabil.


“Yaudah deh, dhira pamit dulu yah”ucap nadhira dengan rasa kesalnya keluar dari ruangannya Leo, mau tak mau ia harus menuruti apa maunya Leo dari pada dia harus mencari pekerjaan lain.


“Oh yah Nath, Gimana lo udah selidiki kasus kecelakaan gue”ucap Leo ia yang masih tidak percaya kalau kecelakaan itu adalah hanya kecelakaan biasa, ia yakin kalau kecelakaan itu ada campur tangan dari orang lain, takutny orang yang membencinya atau orang yang pernah ia ganggu bisnisnya yang merencanakan semua itu.


“Gue masih belum nemu Leo. Gue juga udah berusaha untuk datang ke TKP dan gue juga udah beberapa kali datang ke kantor polisi dan jawaban supirnya masih tetap aja”ucap Nathan yang berpikir dan masih berusaha mencari bukti bahwa itu adalah kecelakaan yang di rencanakan.

__ADS_1


“Yaudah kalau gitu, lo istirahat aja di kamar pribadi gue, gue mau lanjut kerja masih banyak pekerjaan”ucap Leo yang duduk di kursi kerjanya sedangkan Nathan yang merasa lelah ia tidur di kamarnya Leo.


Sedangkan Nanda bekerja dengan giat dan bolak balik ke ruangannya Leo karena memamg banyak sekali pekerjaan yang harus ia kerjakan begitupun juga dengan nadhira yang banyak pekerjaan walaupun ia yang masih sedih dan terkadang ia memikirkan Revan apalagi ini ruangannya Revan tapi ia harus kuat karena mana mungkin ia harus hidup di masa lalu terus.


Tak lama waktu istirahat telah tiba dan waktu makan siang, Leo dan juga nathan keluar dari ruangannya karena nathan yang sudah bangun dan juga lapar, begitupun dengan nadhira yang datang ke ruangannya Nanda untuk mengajaknya makan karena nadhira yang masih belum punya teman selain Nanda.


“Nan ayo makan”ucap nadhira mengajak Nanda makan dimana kedua laki-laki berdiri di hadapan mereka, nathan yang masih sangat cuek walaupun terhadap istrinya ia yang masih marah dan kesal kepada Nanda.


“Gak dhira, aku gak laper, kamu makan aja yah”ucap Nanda tersenyum dan kembali memandangi laptopnya.


“Tapi nan aku kamu dulu, jangan nunda lapar nanti sakit”ucap nadhira membujuk Nanda.


“Iya nan, makan dulu, kalau kamu sakit siapa yang nanti bantuin saya kerja”ucap Leo menyuruh Nanda makan, ia tau mungkin Nanda tak ingin makan gara-gara ada nathan tapi ia juga harus mencoba membujuk Nanda agar makan kalau sampai sakit Leo yang akan merasa tertekan karena pekerjaan yang yang tidak ada yang membantunya.


Nanda yang duduk tapi ia yang mulai pusing di banyak keramaian apalagi terlalu banyak mencium wangi makanan yang aneh-aneh dan membuatnya mual tapi ia mencoba untuk menahannya agar semua orang tidak curiga.


“Nan mau makan apa?”tanya nadhira sambil ke arahnya Nanda.


“Aku aja yang pesen dhira”ucap Nanda yang berdiri ia yang canggung kalau harus bertiga bersama Leo dan nathan.


“Udah aku aja, kamu mau makan apa?”tanya nadhira.

__ADS_1


“Nasi goreng aja”ucap Nanda padahal tak ada satupun makanan yang ia inginkan karena baginya semua makanan terasa tak enak.


“Yaudah aku pesen yah”ucap nadhira yang berjalan setelah Leo dan juga nathan pesan. Sedangkan nathan hanya asik dengan pembicaraan dengan leo tanpa menghiraukan Nanda sang istrinya karena bagaimanapun juga memamg mereka belum bercerai hanya ego Nathan saja yang terlampau besar.


Tak lama nadhira datang dan makanan pun juga datang, mereka makan tapi Nanda hanya diam saja tidak makan, ia yang berusaha untuk menahan agar ia tidak mual dan muntah di hadapan banyak orang.


“Nan kamu kok gak makan?”tanya nadhira sambil melihat ke arahnya Nanda yang hanya diam saja tidak makan sedikitpun.


“Enggak, dhira aku masih ada pekerjaan, aku duluan yah”ucap Nanda yang sudah tidak dapat menahannya lagi.


“Nan makan dulu, saya gak mau tau harus makan, saya gak ingin kalau sampai kamu sakit dan saya menderita”ucap leo dengan tegas, ia tak ingin kalau sampai terjadi sesuatu dengan karyawannya.


Mau tak mau Nanda hanya ikut ucapannya leo dari pada leo yang marah kepadanya tapi siapa sangka saat ia hendak makan tapi ia yang malah mual-mual.


“Oe”Nanda yang tak kuasa menahan rasa mualnya.


“Dhira aku ke toilet dulu yah”ucap Nanda yang berlari karena ia yang sudah tak sanggup lagi menahannya dari tadi, dengan tatapan orang-orang saat Nanda yang mual.


“Lihat apa kalian, lanjut makan”ucap Nathan yang tak ingin Nanda di tatap seperti itu oleh orang lain.


“Nanda kenapa sih”ucap nadhira yang bukannya menyusul Nanda malah makan karena ia yang lapar.

__ADS_1


Sedangkan nathan yang tampak khawatir dengan keadaan Nanda bagaimanapun juga Nanda istrinya tapi ia juga masih egois dan gengsi kalau harus terlihat memperdulikan Nanda lebih baik ia kembali makan dari pada ia yang mengejar Nanda.


Sedangkan di toilet Nanda muntah karena ia yang merasa mual, entah mengapa Nanda akhir-akhir ini terasa mual.


__ADS_2