Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Masih kritis


__ADS_3

Pak Angga, pak Adrian dan pak Rikko sudah sampai di rumah sakit tempat dimana anaknya di rawat ia ingin tau bagaimana kedaanya mereka.


“Dok bagiamana keadaan anak saya”tanya pak Rikko yang khawatir dan takut terjadi sesuatu, dokter baru saja keluar dari ruangannya Revan.


“Luka pada pasien cukup parah dan sekarang pasien masih kritis karena kehilangan banyak darah, kita berdoa saja semoga pasien baik-baik saja”ucap pak dokter tersebut.


“Tapi Gimana keadaan anak saya dok, yang bersama Revan?”tanya pak Adrian yang sudah sangat panik dengan keadaan anaknya tersebut.


“Pasien satunya lagi, sudah melewatkan masa kritisnya dan tinggal menunggu sadar saja”ucap dokter menjelaskan.


“Baik terima kasih dok”ucap pak Adrian, dokter pun kembali keruangannya sedangkan pak Adrian cukup tenang karena Leo yang baik-baik saja, tapi dia juga sangat sedih karena Revan yang masih kritis.


“Yang sabar yah mas, kita berdoa semoga anak-anak baik-baik saja”ucap pak Adrian mencoba memberikan semangat kepada pak Rikko.


“Iya mas”ucap pak Rikko yang menangis dan terpukul dengan apa yang terjadi kepada anaknya tersebut.


“Pak Adrian, pak Rikko yang sabar yah, saya yakin Leo dan Revan akan baik-baik saja”ucap pak Angga sambil menepuk pundaknya pak Rikko dan pak Adrian.


“Iya pak Angga, saya minta maaf pak Angga karena kejadian ini pernikahan anak-anak harus di tunda”ucap pak Rikko yang merasa sangat bersalah dengan keadaan ini.


“Gak apa-apa kok pak, masalah pernikahan mereka bisa kita bicarakan nanti saja, untuk sekarang ini saya berharap agar Revan sehat seperti sedia kala”ucap pak Angga yang memaklumi apa yang terjadi kepada calon menantunya.


Sedangkan di tempat lain nadhira yang berada di kamarnya ia tak henti-hentinya menangis dan berdoa semoga saja Revan baik-baik saja.


“Nan kak Revan gak kenapa-kenapa kan?”tanya nadhira yang bertanya kepada Nanda yang selalu ada di sampingnya.

__ADS_1


“Iya pasti pak Revan baik-baik aja kok dhira, sekarang kamu ganti dulu pakaiannya biar nyaman”ucap Nanda yang melihat adik iparnya tersebut seakan tidak nyaman memakai pakaian pengantin apalagi ia yang menangis sedari tadi dengan Keringat yang keluar cukup banyak.


“Iya deh, aku ganti baju dulu”ucap nadhira yang mengganti pakaiannya agar lebih nyaman dibantu oleh Nanda.


“Kak buka pintunya kak”ucap kayla berteriak karena pintunya memang di kunci oleh kakaknya takut kalau sampai nadhira kabur untuk menemui Revan karena sampai saat ini mereka juga belum tau kabarnya Revan bagaimana.


“Kak ayolah, dhira mau keluar”ucap nadhira yang terus berteriak dari dalam kamarnya.


“Udahlah dhira, kamu istirahat dulu yah, aku yakin Kok pak Revan baik-baik aja”ucap Nanda yang mencoba menenangkan adik iparnya tersebut.


Sedangkan di tempat lain, Nathan sedang bersama ibunya dan juga Bu Raline sedangkan Bu Vania belum juga Sadar.


“Mah sebenarnya apa yang terjadi?”tanya Nathan karena memang ia tidak tau dan hanya menuruti perintah ayahnya saja untuk membawa nadhira pergi.


“Kecelakaan? Kok bisa tante? Bukannya harusnya Leo dan revan datang lebih dulu kan?”tanya Nathan yang panik juga karena mendengar sahabatnya dan juga calon adik iparnya kecelakaan.


“Iya tadi kita berangkat duluan soalnya Revan lagi cari sesuatu yang ketinggalan”ucap Bu Raline menjelaskan.


“Yang sabar yah Bu Raline, saya yakin anak-anak akan baik-baik saja kok”ucap Bu wulan sambil mengelus pundaknya Bu Raline.


“Tapi tante, udah tau siapa yang nabrak mereka?”tanya Nathan yang sudah panik dan juga ingin tau siapa yang menabrak Leo dan Revan.


“Kita masih belum tau Nath, belum ada yang kasih kabar sama kita”ucap Bu Raline menjelaskan. Mereka yang tengah berbicara tanpa sadar Bu Vania sudah Sadar dan terduduk.


“Van, Revan sayang”ucap Bu Vania yang menangis mengingat anaknya yang kecelakaan.

__ADS_1


“Vania tenang, kita berdoa buat anak-anak”ucap Bu Raline menenangkan adiknya tersebut.


“Tapi mbak, Revan mbak, gimana keadaan Revan? Bagaimana lukanya Revan? Aku gak bisa tenang mbak, aku ingin melihat Revan”ucap Bu Vania sambil menangis tak dapat membendung air matanya. Rasanya dunianya hancur anak satu-satunya kecelakaan dan tak tau bagaimana keadaanya sekarang ini.


“Aku juga belum tau Vania, mas Adrian belum juga kasih kabar”ucap Bu Raline yang mengelus pundak Bu Vania yang menangis.


“Sabar Bu Vania, kita berdoa supaya Revan dan Leo baik-baik saja yah”ucap Bu wulan mencoba menenangkan calon besannya tersebut.


“Iya tante, tenang dulu yah, Nathan mau pergi lihat keadaan Leo dan Revan, tante tenang yah istirahat dulu”ucap Nathan mencoba tegar padahal iya juga merasa kehilangan dan tak tenang apalagi ia yang tidak tau siapa orang yang menabrak Leo dan Revan, rasanya kalau sampai Nathan tau Nathan tak segan-segan ingin membuat perhitungan karena mereka yang sudah membuat sahabat dan calon adik iparnya kecelakaan.


“Nath, tante ingin ikut, tante ingin lihat Revan”ucap Bu Vania yang rasanya ia ingin segera melihat keadaanya Revan, ia ingin tau apakah anaknya baik-baik saja atau tidak.


“Iya ayo tante, tante kesana aja biar kita juga lega kalau melihat keadaan Revan”ucap Nathan yang tidak tega apabila menolak keinginan Bu Vania.


“Tapi nak Revan, mas Rikko sudah berpesan agar menjaga mbak Vania”ucap Bu Raline yang takutnya adiknya akan marah.


“Tenang aja Bu, kita semua ke rumah sakit aja, dan Nathan juga akan mengajak om Rikko sama om Adrian untuk mencari tahu tentang kecelakaan itu”ucap Nathan dengan mantap.


“Tapi Nath, dimana dengan dhira, dhira juga pasti ingin melihat Revan?”tanya Bu wulan yang khawatir dengan keadaan anaknya apalagi nadhira bukan hanya satu kali gagal menikah tetapi sudah dua kali, rasa kecewa cemas pasti nadhira rasakan.


“Nathan juga bingung mah. Apa kita bawa nadhira juga”ucap Nathan sambil berpikir, ia takut terjadi apa-apa kepada adiknya tapi juga ia bingung kalau membawa nadhira ke rumah sakit takut juga dia jadi cemas dan juga syok.


“Kak dhira kabur”ucap Nanda yang berlari menuju ke arah Nathan dan juga semua orang.


“Kok bisa dhira kabur, kamu gak bener jagain dia, aku udah bilangkan jaga dhira, apa itu sudah hah”ucap Nathan membentak Nanda yang dimana Nanda juga terlihat panik.

__ADS_1


__ADS_2