
Leo yang membantu Revan mencari cincin yang tak kunjung ketemu, bisa-bisanya Revan lupa menaruh cin-cin pernikahannya.
“Van, coba lo ingat-ingat cincinnya dimana”ucap Leo sambil terus mencari keberadaan cincin tersebut.
“Gue lupa bang, kalau gue gak lupa, gak akan sibuk cari tuh cincin”ucap Revan yabg panik dan ia juga yang lupa tadi ia menaruh cincinnya dimana.
Sedangkan leo yang dari pada bertanya kepada Revan dengan jawaban yang tidak jelas ia lebih baik mencarinya saja sampai ketemu. Mereka terus mencari sampai sekitar 30 menitan.
“Van ini cincinnya lo jangan ceroboh dong”ucap leo yang sudah lelah dan ternyata cincinnya ada di lemari di kotak kecil.
“Sorry bang gue lupa banget”ucap Revan yang tertawa malu karena ia yang lupa menaruh barang.
“Untung aja ketemu, kalau gak lo gak jadi nikah sama dhira”ucap Leo yang tampak kesal kepada sang sepupu.
“Jangan begitu dong bang. Lo bahagia kalau gue gak jadi nikah, karena lo yang masih aja jomblo bang”ucap Revan yang mengejek leo kembali.
“Gue bahagia, biar lo gak pemer-pamer kemesraan di depan gue, gue muak”ucap leo yang kesal karena Revan yang suka bermesraan bersama dengan nadhira di hadapannya.
“Haha jangan begitu bang, nanti juga lo tau gimana bucin, lo gak tau kan? Punya pacar seperti dhira itu adalah anugerah untuk gue bang, gue berharap lo juga menemukan perempuan seperti dhira, yang baik, cantik dan dari keluarga baik-baik”ucap Revan membanggakan sang calon istri.
“Kaya dhira? Yang ada gue pusing kalau punya istri kaya dhira, gue lebih baik gak menikah dari pada istri gue kaya dhira yang tiap hari buat gue pusing”ucap Leo yang sudah menyerah karena terkadang nadhira yang selalu saja salah apabila Leo menyuruhnya untuk membuat laporan.
“Jangan begitu bang. Kalau jodoh apa boleh buat”ucap Revan yang kembali mengejek leo.
“Udahlah jangan bahas yang aneh-aneh, ayo berangkat jangan sampai nanti kesiangan”ucap leo yang malas mendengarkan ucapannya Revan yang semakin lama semakin membuatnya marah saja.
__ADS_1
Mereka berjalan dengan Revan yang tampak gelisah tapi juga bahagia akhirnya hari pernikahan mereka telah tiba, mereka sudah sampai di parkiran dan kekuarganya sudah pergi lebih dahulu karena Bu wulan yang sudah menelponnya sedangkan Revan yang akan di antar oleh Leo.
“Yang lainnya kemana bang?”tanya Revan karena tidak melihat ada keluarganya disana.
“Udah duluan, lo aja yang lama”ucap leo yang segera masuk ke dalam mobilnya begitu pun dengan Revan.
Disudut samping ada seseorang yang memperhatikan gerak-geriknya Revan dan Leo seakan ia mempunyai niat yang tersembunyi.
“Awas aja, gue gak akan Biarin lo menikah”ucap seseorang yang memantau mobilnya Leo, leo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ia yang takut terjadi apa-apa.
Di mobil Leo memutarkan musik agar Revan yang tidak terlalu gugup dan juga gelisah.
“Bang kok gue gelisah begini yah”ucap Revan yang tak tau mengapa hatinya tiba-tiba merasa tidak enak saja.
“Bawa santai aja sih. Gue yakin gak bakalan terjadi apa-apa. Gue yakin lo bakalan nikah kok sama dhira”ucap Leo yang mencoba berbicara baik agar Revan yang tidak terlalu khawatir.
“Santai aja, gak akan terjadi apa-apa kok, lo tenang aja yah”ucap Leo yang sedang serius dan fokus menyetir saja.
Tapi ternyata apa yang di takutkan Revan memang terjadi di tengah perjalan di tempat yang lumayan sepi Dimana di sana ada pertigaan tiba-tiba entah datang dari arah mana mobil truk melaju dengan cepat dan membuat Leo yang tak dapat menghindar lagi sampai akhirnya mereka tertabrak dan mobil yang di kendarai oleh Leo terpental sampai terguling-guling.
Sedangkan mobil truk itu tampak diam dan tak lama ada orang yang keluar dari mobil tersebut segera membantu Leo dan juga Revan. Leo yang masih terjebak di dalam mobilnya begitupun juga dengan Revan. Leo mencoba membuka pintunya karena memang ia yang masih sadar tetapi Revan tidak sadar sama sekali.
“Van bangun van”ucap Leo mencoba memanggil sang sepupu yang tidak sadarkan diri sama sekali.
Leo terus memanggil Revan sampai akhirnya ia juga tak sadarkan diri.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain nadhira tampak gelisah, ia hendak mengambil minum tapi apa yang terjadi gelasnya tiba-tiba jatuh.
“Brak”gelas yang di ambil nadhira jatuh.
“Dhira kenapa? Kami gak apa-apakan?”tanya Nanda yang masih ada disana bersama dengan nadhira ia juga yang kaget karena nadhira yang memecahkan gelas.
“Enggak, aku cuman haus aja nan, tapi nan aku tiba-tiba gelisah begini, aku takut kalau terjadi sesuatu”ucap nadhira yang merasa ketakutan dan tangannya yang gemetar.
“Kamu tenang dulu dhira, aku ambil minum yah, jangan sentuh pecahan kaca itu yah”ucap Nanda yang hendak mengambil minum untuk menenangkan nadhira yang tiba-tiba gemeter.
“Ini minum dulu”ucap Nanda memberikan minuman kepada nadhira dan segera membersihkan pecahan kaca bekas gelas terjatuh.
“Dhira”panggil Nathan yang datang dengan seseorang.
“Kak Nathan”ucap nadhira yang melihat ke belakang .
“Ada apa ini? Nan harusnya kamu hati-hati dong, itu pecahan kaca jangan sampai terkena kepada dhira, bisa-bisanya kamu ceroboh dan memecahkan gelas di depan dhira”ucap Nathan yang kesal dan juga khawatir takutnya adiknya terluka.
Sedangkan Nanda hanya diam tak membalas ucapan dari Nathan, ia terus membersihkan pecahan kacanya dan tak ingin melihat Nathan yang datang malah dengan perempuan lain.
“Itu salah dhira kak, dhira yang pecahin gelas kok, dhira tiba-tiba gelisah begini”ucap nadhira yang tiba-tiba gelisah dan tak karuan.
“Kamu gugup yah sayang, kamu santai aja yah, gak akan terjadi apa-apa kok”ucap Nathan yang memcoba menghibur dan membuat adiknya tidak berpikiran aneh-aneh.
“Iya dhira kamu gak perlu cemas kok, semuanya akan baik-baik aja”ucap Angeline yang datang bersama dengan nathan.
__ADS_1
“Dia siapa kak?”tanya nadhira yang bingung siapa yang datang bersama dengan kakaknya.
“Dhira masa kamu lupa sih. Aku ini Angeline teman kakak kamu SMA sekaligus cinta pertamanya kakak kamu”ucap Angeline menjelaskan dan tak memikirkan bagaimana perasaannya Nanda yang ada disana. Sedangkan nadhira yang melihat dengan biasa saja dan langsung melihat ke arah Nanda yang seakan kecewa dengan kakaknya.