
Nikko masih saja tidak percaya bahwa nadhira sudah melupakannya karena yang Nikko tau bahwa nadhira sangat mencintainya sehingga tak akan mungkin segampang itu nadhira lupa.
“Gue gak percaya kalian tunangan, pasti kalian bohong”ucap Nikko yang masih saja tetap ngeyel bahwa nadhira belum bertunangan.
“Udahlah nik, jauhin aku, aku mohon, Sonya aku mohon kamu jaga Nikko agar gak ganggu aku lagi”ucap nadhira dengan menangis dan memohon agar Nikko tidak mengejarnya lagi karena dia sudah mulai lelah dan muak.
Sedangkan Leo yang melihat semua itu merasa kesal karena gara-gara hal ini pekerjaan karyawannya terganggu.
“Kalian semua masuk”ucap Leo dengan berteriak karena dia yang merasa rugi.
Semua orang yang mendengar itu semua akhirnya bubar karena Leo yang sudah marah.
“Dan untuk kamu Nikko jangan ganggu dhira lagi atau kamu saya adukan sama Nathan agar perusahaan ayah kamu di tarik semua dananya”ucap Leo karena memang segala sesuatu perusahaannya ayahnya Nikko di berikan dana oleh keluarganya nadhira.
Setelah mendengar itu semua Nikko membawa Sonya dan segera masuk ke dalam mobilnya karena dia yang tak ingin kalau sampai keluarga nadhira mengambil dana di perusahaan ayahnya karena pastinya dia akan di marahin habis-habisan oleh ayahnya.
“Kalian masuk”ucap Leo yang berjalan lebih dahulu meninggalkan Revan, nadhira dan Nanda. Tak lama mereka juga masuk karena memang waktu yang sudah jadwalnya bekerja.
Leo yang masuk ke dalam ruangannya dia merasa emosi karena masalah nadhira pekerjaannya jadi berantakan sehingga dia memanggil nadhira untuk keruangannya.
Nadhira masuk dengan wajah yang tidak bersemangat karena dia yang merasa lelah dan cape karena di kejar-kejar terus oleh Nikko haruskah dia menerima cintanya Revan agar dia yang terjauh dari Nikko tetapi nadhira masih takut memulai hubungan ini.
“Iya pak ada apa?”tanya nadhira yang masuk ke dalam ruangnya Leo dengan wajah yang pucat dan terlihat lemas.
“Kamu tau apa salah kamu?”Tanya Leo sambil memutar kursinya.
“Enggak pak”ucap nadhira karena memang dia tidak tau apa dari ucapannya Leo.
__ADS_1
“Kamu itu kalau masalah pribadi jangan bawa-bawa perusahaan gara-gara kamu para karyawan jadi telat masuk karena menonton pertunjukan kamu”ucap Leo dengan nada marahnya.
“Maaf pak, dhira gak maksud, dan dhira janji dhira gak bakalan mengulangnya kembali”ucap nadhira yang merasa bersalah karena lagi-lagi gara-gara dia semua orang menjadi susah.
“Ingat jangan di ulangin, lebih baik kamu tegas kepada Nikko agar tidak mengejar kamu lagi jangan terus memberikan kesempatan”ucap Leo yang sudah kesal kepada nadhira yang masih saja tidak tegas dan menye-menye.
“Iya Enggak pak, Maafin dhira pak”ucap nadhira yang keluar dari ruangannya Leo dengan perasaan yang sedih.
Nadhira melanjutkan pekerjaannya sambil dia kesal kepada Leo yang memarahinya tanpa tau apa alasannya dan mengapa itu semua terjadi.
Tanpa terasa waktu istirahat telah tiba dan Revan sudah datang ke ruangan kerjanya nadhira untuk mengajaknya makan.
“Ayo makan”ucap Revan yang ia ingin makan bersama dengan nadhira.
“Gak usah kak, dhira mau makan sama Nanda aja”ucap nadhira yang enggan untuk makan bersama dengan Revan dan ia pun berjalan meninggalkan Revan yang tengah bengong saja karean nadhira yang menolak makan siang bersama.
“Bang ayo makan siang”ucap Revan yang mendekat ke arahnya Leo yang sedang mengerjakan laporan.
“Lo makan duluan aja, gue nitip”ucap Leo karena memang dia yang masih ada laporannya yang harus selesai.
“Ayolah bang. Temenin gue, masa gue sendirian gue kan malu”ucap Revan yang memang malas kalau makan sendirian karena banyak karyawan yang selalu melihatnya sehingga dia merasa tidak nyaman.
“Lo tinggal makan sama dhira aja sih manja amat”ucap Leo yang kesal karena Revan yang lagi-lagi memaksanya padahal dia yang masih banyak pekerjaan yang menunggu.
“Dhira udah duluan bang, ayo lah bang”ucap Revan yang tetap memaksa.
Leo yang pusing karena mendengar Revan yang terus meminta menemaninya makan akhirnya dia mau juga dari pada Revan yang terus menerus berbicara dan membuatnya pusing.
__ADS_1
“Oke ayo”ucap Leo yanh berjalan lebih dahulu dengan kesalnya dan mengapa Revan tidak makan bersama nadhira saja dari pada mengganggunya.
Sedangkan di kantin orang-orang sedang membicarakan nadhira karena tadi Revan yang mengaku sebagai tangannya nadhira begitupun dengan nadhira yang mengakuinya.
“Tuh kan kata gue juga apa perempuan itu pasti ada hubungan sama pak Leo atau pak Revan”ucap seorang karyawati sambil melihat ke arahnya nadhira dan Nanda.
“Iya bener, pantesan aja dia betah jadi sekertaris ternyata ada udang di balik batu”ucap salah satunya lagi dan terus berbisik dan membuat nadhira merasa malu tetapi kesal.
“Iya bener, dia jago banget yah ngerayu pak Revan sampai suka sama dia padahal kan yang kita tau pak Revan sangat susah untuk di dekati”ucap salah satu karyawan lagi berbisik.
“Udah dhira jangan di dengerin Biarin mereka bicara apa yang penting kamu Enggak seperti yang mereka bicarakan”ucap Nanda yang berusaha menghibur nadhira.
“Iya Enggak kok”ucap nadhira yang tersenyum ke arahnya Nanda.
Tak lama di sela-sela para karyawati bergosip datang Revan dan Leo yang menghampiri Nanda dan nadhira yang sedang makan.
“Pak Leo kak Revan kenapa duduk disini kaya yang gak ada tempat aja”ucap nadhira yang kesal karena mereka yang duduk di tempatnya.
“Terserah saya lagian gak ada yang larang juga kan, lagian ini perusahaan saya jadi sayang bebas duduk di mana aja”ucap Leo yang dia tidak menghiraukan ucapannya nadhira dan tetap duduk sedangkan Nanda hanya terdiam saja karena dia yang tak berani berbicara dengan Leo dan Revan.
“Yah bukannya begitu pak tapi”ucap nadhira yang bingung menjelaskan akhirnya dia pasrah saja Leo dan Revan duduk di sana.
“Bang pesen apa?”tanya Revan sambil melihat ke adanya Leo.
“Samain aja”ucap Leo yang enggan untuk berpikir.
“Yaudah”ucap Revan berjalan kedepan untuk memesan makanan, karyawan melihat ke arah nadhira dan Leo karena mungkin mereka heran karena akhir-akhir ini pak Leo dan pak Revan lebih sering makan di kantin dari pada di luar tidak seperti biasanya dimana mereka lebih memilih makan di luar atau di ruangannya karena enggan bersama karyawan takutnya canggung tetapi semenjak ada nadhira mereka tampak berbeda.
__ADS_1