
Nadhira yang berjalan dengan terburu-buru menuju ke lantai tempatnya bekerja dan ia pun lupa untuk membelikan sarapan untuk Leo karena ia yang takut di kejar oleh Nikko.
“Dhira aku duluan yah”ucap Nanda tak kala lift berhenti di gedung tempat Nanda bekerja.
“Iya nan, nanti kita makan bareng yah”ucap nadhira yang memang ia tidak punya teman makan dan ia juga merasa kan bosen kalau harus makan bareng bersama dengan Leo dan revan tiap hari karena ia yang tidak bebas untuk berbicara.
“Oke siap”ucap Nanda meninggalkan nadhira yang masih di dalam lift, dan setelah semuanya turun lift pun kembali berjalan menuju gedung tempat nadhira bekerja.
Lift pun terbuka dan seketika karyawan yang lain melihat ke arah nadhira seakan ada yang aneh saja dengan dirinya tetapi nadhira mencoba tidak menghiraukan apa yang mereka lihat.
“Baru datang?”tanya revan yang melihat nadhira berjalan mendekatinya.
“Iya kak”ucap nadhira yang memang ia baru saja sampai.
“Dhira”ucap Leo yang melihat keadaan nadhira yang sangat kacau dengan rambut yang berantakan dan tak enak di pandang apalagi Leo yang memang orangnya sangat bersih dan mencintai kerapihan.
“Iya pak?”ucap nadhira tak kala Leo yang menyebutkan namanya.
“Kamu habis dari mana sih? Kalau ke kantor tuh rapih”ucap Leo dengan kesalnya.
“Kak Revan memangnya dhira kenapa?”tanya nadhira yang melihat ke arah revan yang hanya tersenyum tipis melihat dirinya apakah ada yang aneh terhadap dirinya atau tidak.
“Enggak kamu cantik kok”ucap Revan yang memuji nadhira karena menurutnya memang nadhira itu sangat terlihat cantik walaupun dengan rambut yang berantakan.
“Dasar bucin”ucap Leo yang bisa-bisanya saudaranya malah bucin dan tidak memberi tahu apa yang terjadi terhadap nadhira.
”Ngaca dulu sana”ucap Leo
“Oke”ucap nadhira yang mengambil cermin dari tasnya dan seketika ia yang melihat rambutnya yang begitu berantakan dan terlihat sangat kaget.
“Ah”ucap nadhira yang kaget dan lupa bahwa rambutnya berantakan dan tadinya berniat untuk pergi ke toilet terlebih dahulu.
__ADS_1
“Dhira ke toilet dulu”ucap nadhira yang berlari menuju toilet.
Sesampainya di toilet nadhira segera melihat ke arah cermin dan ia melihat rambutnya yang begitu berantakan dan untung saja ia yang membawa sisir sehingga ia cepat-cepat menyisir rambutnya agar rapih.
Setelah selesai merapihkan rambutnya nadhira pun keluar dari toilet dan berjalan menuju ruangannya dan dimana sudah tidak ada Revan dan Leo disana, ia pun terduduk sampai beberapa lama ada panggilan dari Leo yang menyuruhnya untuk keruangannya.
“Pasti pak Leo nanyain berkas-berkas, mana belum di kerjain”ucap nadhira yang ia memang belum mengerjakan laporan yang Leo suruh karena ia yang lupa membawanya kerumah.
Nadhira pun masuk dengan jalan perlahan karena ia yang takut nantinya akan di marahi oleh loe.
“Ada apa pak?”tanya nadhira setelah masuk ke ruangannya Leo dan ia berdiri di hadapan Leo.
“Saya mau bertanya sarapan saya mana?”tanya Leo dimana ia merasa lapar dan menunggu nadhira karena biasanya nadhira yang akan selalu membawakan sarapan untuknya.
“Sarapan? Oh iya bentar pak dhira lupa”ucap nadhira ia yang lupa karena tadi terfokus hanya kepada Nikko dan melupakan sarapan sang bos dan bisa-bisa ia marah.
“Lupa?”marah Leo yang mana bisa nadhira lupa kewajibannya.
“Yaudah pak dhira belikan dulu”ucap nadhira sebelum Leo menjawab ia pergi dengan buru-buru dari pada Leo marah dan marahnya menakutkan.
Dan benar saja saat ia hendak memesan ia melihat seseorang yang sangat mirif dengan Nikko atau memang itu Nikko yang menunggunya, tapi nadhira berusaha tenang dan memesan sarapannya.
“Sandwich sama Americano satu mbak”ucap nadhira memesan pesanannya dan ia pun menunggu.
“Dhira”tanya seseorang yang mendekati ke arahnya nadhira.
“Nikko”ucap nadhira yang berusaha tenang.
“Aku nungguin kamu disini”ucap Nikko yang menang berniat untuk menunggu nadhira bekerja seharian agar dapat bertemu dengan nadhira.
“Kamu mau apa lagi nik?”tanya nadhira setelah suasana nya tenang.
__ADS_1
“Kita bicara nanti sore aja habis kamu kerja biar tenang”ucap Nikko yang memang ia tidak ingin mengganggu nadhira bekerja.
“Oke”ucap nadhira simpel tetapi ia masih berpikir apakah ia harus menemui Nikko sore nanti atau tidak.
“Mbak ini pesanannya”ucap salah datu pelayan dan memberikan makanannya kepada nadhira.
“Terima kasih mbak. Dhira duluan”ucap nadhira yang berjalan meninggalkan Nikko. Ia berjalan begitu cepat agar tidak terkejar oleh Nikko.
Nadhira segera kembali ke kantornya untuk menyiapkan sarapan untuk Leo yang sebentar lagi akan seperti singa yang marah.
Nadhira pun segera berjalan menuju arah tempat penyimpanan minuman ia menyiapkan sarapan dan secangkir kopi kesukaan Leo
“Ini pak sarapannya”ucap nadhira yang meletakan sarapannya di mejanya Leo.
“Oke”ucap Leo dengan simpel dan tak lama setelah nadhira keluar dan ia duduk di sofa dan memakan sarapannya hari ini ia tidak protes terhadap makanan yang nadhira berikan karena sudah terlanjur lapar.
Nadhira kembali mengerjakan pekerjaannya dan ia masih memikirkan apa yang akan Nikko bicarakan dan apakah ia harus memberi tahu kepada Nathan dan kedua orang tuanya bahwa Nikko masih suka mengejarnya tetapi ia yang enggan orang tuanya merasa khawatir akan dirinya.
“Dhira”ucap Revan saat ingin keruangan Leo dah melihat nadhira yang sedang bengong.
Sedangkan yang di panggil sama sekali tidak mendengar apa yang Revan ucapkan sehingga revan sekali lagi memanggil nadhira.
“Dhira”ucap revan kembali.
“Iya kak revan kenapa?”tanya nadhira kaget karena tiba-tiba Revan ada di hadapannya.
“Kenapa kami bengong ada masalah?”tanya Revan
“Enggak kak dhira baik-baik aja”ucap nadhira berbohong ia tak ingin membawa Revan kepada masalah yang sedang ia hadapi.
“Bener ? Kalau ada masalah bilang sama saya”ucap revan yang ia selalu ingin berada di samping nadhira dan menjadi keluh kesalnya nadhira.
__ADS_1
“Iya kak benar, nanti kalau nadhira butuh bantuan pasti bilang sama kakak kok”ucap nadhira tersenyum, Revan yang begitu perhatian akan dirinya dengan senyuman yang selalu ada di setiap hari-harinya,tetapi nadhira pun belum bisa menerima cintanya Revan karena rasa trauma yang pernah terjadi akan hidupnya.
“Oke, nanti sore kita makan bareng, tunggu kakak yah jangan pulang duluan”ucap Revan yang ia ingin makan bersama nadhira walaupun belum ada kepastian dari nadhira tetapi ia setidaknya harus berusaha membuat nadhira nyaman dan merasa aman ketika berada di sampingnya.