Cinta Suci Nadhira

Cinta Suci Nadhira
Kedatangan Nathan


__ADS_3

Mereka yang sampai di Apartemennya dengan beberapa kantong belanja yang tadi mereka beli di supermarket tetapi betapa kagetnya karena saat mereka masuk ada seseorang yang sedang berdiri hanya menggunakan celana pendek saja dengan handuk yang berada di pundaknya.


“Aww”ucap Nanda yang sangat kaget.


“Ada apa nan?”tanya nadhira yang bingung bahwa sahabatnya itu berteriak.


“Itu dhira”ucap Nanda sambil menunjuk ke arah orang itu.


“Kak Nathan ngapain sih gak pake baju jadinya kan Nanda kaget”ucap nadhira yang menaruh belanjaan mendekati kakaknya yang tengah minum.


“Orang Abis mandi yah pasti lah gak pake baju”ucap Nathan yang masih dengan percaya dirinya ia tidak memakai pakaian malah mendekat ke arah mereka.


“Tapi gak gitu juga kak, di rumah ini kan bukan cuman aku aja ada Nanda”ucap nadhira sambil melihat ke arahnya Nanda.


“Nanda juga gak masalah kayanya dan malahan seneng”ucap Nathan dengan wajah mesumnya.


“Dasar mesum yah, pokoknya kak Nathan jangan berani-berani menggoda nanda atau aku pukul”ucap nadhira yang tak ingin sahabatnya di permainan oleh kakaknya kerena ia tau bahwa kakaknya sang pemain cinta yang sangat handal tetapi yang ia masih bingungkan kenapa kakaknya tidak menikah apakah semua perempuan yang kakaknya pacari tidak ada yang bisa ia ajak menikah.


“Enggak, santai aja dhira, gue gak bakalan menggoda nanda tapi kalau nanda tergoda apa boleh buat gue gak bisa apa-apa”ucap Nathan yang tersenyum penuh arti.


“Nanda masuk dulu kamar yah”ucap nanda yang meletakan belanjaannya dan berjalan menuju ke arah kamarnya jantungnya sudah berdetak dengan kencang entah mengapa itu selalu terjadi apabila ia yang bersama dengan Nathan, apakah ia mencintai Nathan.


“Ah nanda lo jangan berpikiran macam-macam mana mungkin Nathan suka sama lo, lo jauh berbeda dengan dia”ucap nanda sambil memukul kepalanya agar dia sadar dan tidak mencintai Nathan yang sangat terkenal Playboynya karena dia juga yang tak ingin berharap lebih.


“Nan lo harus sadar, lo cuman orang biasa dan pekerja bisa lo gak akan bisa mendapatkan Nathan”ucap Nanda yang berbicara sendiri dan dari pada ia yang terus memikirkan Nathan lebih baik dia ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap memasak karena sebentar lagi jadwal makan malam.

__ADS_1


Sedangkan di luar nadhira masih berdiri dan menginterogasi kakaknya tersebut.


“Kakak suka sama Nanda?”tanya nadhira yang penasaran.


“Enggak dhira. Jangan banyak pikiran lebih baik kamu ke kamar mandi kakak mau masak dulu”ucap Nathan yang memakai bajunya dan mengambil belanjaan adiknya dan ia yang bersiap untuk memasak.


Sedangkan Nanda mendengarkan ucapan dari Nathan ia pun segera mandi apalagi badannya yang terasa sangat lengket.


Tak perlu waktu lama sekitar 30 menit Nanda lebih dahulu keluar dari kamarnya karena dia yang harus memasak tetapi saat sampai di dapur Nanda melihat Nathan yang tengah memasak dan dari belakang pun sudah terlihat bahwa Nathan adalah laki-laki yang tampan apalagi kaya pasti banyak perempuan yang menyukai Nathan Sedangkan Nanda bagaikan remahan Rengginang yang tiada artinya.


“Kak biar Nanda aja yang masak”ucap Nanda yang walaupun merasa malu dan canggung tetapi dia harus memberanikan diri mendekat.


“Gak usah bentar lagi selesai, kamu duduk aja di meja makan”ucap Nathan karena memang sebentar lagi selesai karena dia yang sudah masak cukup lama.


“Tapi kak? Nanda aja yang masak, takutnya kakak juga lelah kan apalagi perjalan jauh perlu istirahat”ucap Nanda yang juga merasa malu kalau dia hanya diam saja sedangkan Nathan yang memasak.


“Yaudah deh”ucap Nanda yang menurut saja karena takutnya akan ada perdebatan di antara mereka, sedangkan Nathan masih fokus memasak sambil menunggu nadhira keluar dari kamarnya.


“Kak dhira lapar”ucap nadhira yang duduk di kursi tempat makan, ia yang sudah sangat lapar apalagi dia yang jarang memakan makanan kakaknya tersebut. Bukannya masakan Nanda tidak enak hanya saja nadhira sangat merindukan masakan kakaknya atau orang tuanya.


“Bentar lagi, kamu ngobrol aja dulu sama Nanda”ucap Nathan yang masih saja memasak sedangkan nadhira dan Nanda menunggu di meja makan.


Tak lama Nathan selesai memasak dan ia pun segera menghidangkannya karena Nanda dan nadhira sudah menunggu dan takutnya lapar.


“Ayo makan”ucap Nathan yang dimana dia juga duduk di antara mereka.

__ADS_1


“Iya kak”ucap nadhira tersenyum dan membawa makanannya.


“Oh iya dhira, gimana hubungan kamu sama Revan baik-baik aja?”tanya Nathan karena dia ingin tau perkembangan hubungan mereka apakah ke jalan yang lebih serius atau jalan di tempat saja.


“Baik kok kak”ucap nadhira menjawab simpel karena dia juga bingung harus membicarakan apa lagi dia berusaha keras untuk mencintai Revan walaupun tak segampang yang di pikirkan.


“Yaudah kalian makan aja”ucap Nathan yang tidak Melanjutkan bertanya karena dia yang sudah melihat adiknya tidak ingin diberikan pertanyaan oleh dirinya.


“Eh nan, kamu emang gak ada niatan pacaran?”tanya nadhira karena selama dia tinggal bareng bersama dengan Nanda dia belum pernah membicarakan laki-laki.


“Enggak nan, aku masih ingin fokus Karir”ucap Nanda tersenyum karena yang di prinsipnya dia ingin menjadi wanita karir yang mapan agar hidupnya enak dan tidak terbebani oleh laki-laki.


“Tapi kenapa? Karir kamu kan udah bagus?”tanya nadhira.


“Belum lah dhira, aku masih jadi pekerja biasa dan aku juga yang masih belum mempunyai finansial yang bagus jadi aku harus berusaha untuk melakukan yang terbaik kedepannya”ucap Nanda menjawab sambil ia juga makan karena nadhira yang sedari tadi bertanya terus.


“Tapi kan lo perempuan dan nanti juga bakalan di nafkahin”ucap Nathan yang ikut nimbrung pembicaraan mereka.


“Aku gak mau merepotkan siapapun kak, aku udah terbiasa mandiri”ucap Nanda sambil terus makan sambil dalam hatinya dia merasakan jantungnya yang terus berdebar karena berdekatan dengan Nathan tetapi dia harus terlihat biasa saja.


Mereka pun selesai makannya dengan di selingi pembicaraan yang cukup membuat Nanda merasa tak karuan.


“Biar aku aja yang beresin”ucap Nanda yang akan merapihkan piring yang berada di meja makan.


“Gak usah nan, gue aja, lagian kan kalau gak ada gue lo yang selalu bersihin semuanya jadi sekarang biar gue aja”ucap Nathan yang juga merasa kasihan dan bersalah kepada Nanda yang harus merawat nadhira yang sangat manja.

__ADS_1


“Gak udah kak”ucap Nanda yang memang sudah terbiasa.


“Kalian beresin berdua aja”ucap nadhira yang berjalan menuju ke kamarnya karena dia yang banyak kerjaan.


__ADS_2