CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 12. Paman dan bibi lah segalanya.


__ADS_3

Arif sengaja memberi tau Rose tentang sakitnya Kirana tapi Rose tak mau memperduli kan hal itu.


Saat ini Rose sudah kembali berkeluarga dan memiliki 1 anak perempuan berusia 2 tahun yang bernama Clara Larisa.


Kirana benar-benar merasa sendiri saat ini, yang Kirana punya hanya lah pamannya yang selalu ada di saat Kirana membutuh kan dukungan dan kasih sayang dari seorang ayah dan ibu.


Arif selalu memberi apa pun yang Kirana mau, termasuk kasih sayang yang tidak pernah Kirana dapat kan dari kedua orang tuanya.


Setelah 4 hari di rawat di klinik dan kesehatan Kirana pun sudah pulih, Kirana pulang dengan badan yang jauh lebih baik.


Arif pun menyelesai kan semua administrasi pengobatan Kirana di kasir klinik.


"Terima kasih ya dokter dan suster sudah merawat Kirana sampai sembuh," ucap Kirana.


"Iya sama-sama nak, sehat selalu ya," ucap suster.

__ADS_1


"Baik sus," ucap Kirana tersenyum manis.


Arif membawa barang-barang dan Kirana membantu membawa barang yang ringan.


Sesampainya di rumah, Lia sudah memasak makanan kesukaan Kirana untuk menyambut kepulangan Kirana.


"Ini sebagai rasa syukur kita karna Kirana udah bisa pulang dari klinik dan sudah sehat seperti sedia kala," ucap Lia.


"Terima kasih ya bi, bibi dan paman selalu sayang sama Kirana dan selalu ada buat Kirana. Ternyata kasih sayang bibi dan paman sudah cukup untuk Kirana, aku ga butuh ibu dan ayah lagi. Aku ga akan cari mereka untuk meminta kasih sayang dari mereka, kasih sayang dari bibi Lia dan paman Arif sudah cukup untuk ku," ucap Kirana tersenyum lebar.


"Iya paman tapi apa mereka mau mengakui ku sebagai anak, apa lagi sekarang ibu udah punya keluarga dan punya anak dari suami barunya. Ayah pun begitu, sampai kapan pun aku cuma anak yang mereka buang dan ga pernah di anggap keberadaannya," ucap Kirana mulai menangis.


"Sudah ya, jangan sedih lagi. Nanti kamu sakit lagi," ucap Arif memeluk tubuh kurus Kirana.


...***...

__ADS_1


Senin pagi, Kirana sudah mulai kembali ke sekolah dengan semangat barunya setelah seminggu tidak sekolah.


"Paman, bibi aku pamit sekolah dulu ya," ucap Kirana mencium punggung tangan Lia dan Arif.


"Iya nak, yang semangat ya sekolahnya," ucap Arif.


Kirana pun pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, dengan senang seperti tanpa beban Kirana sekolah dan belajar dengan pikiran tenang.


"Aku harus bisa menata masa depan ku demi hidup yang lebih baik, aku harus buang jauh-jauh semua tentang ayah dan ibu. Masih ada paman dan bibi yang sayang sama aku," batin Kirana.


Sepulang sekolah Kirana langsung pulang ke rumah dan berdiam diri di dalam kamar, Kirana sesekali ke luar kamar hanya untuk makan dan mandi.


Sampai malam pun tiba Kirana hanya di dalam kamarnya dengan gelapnya kamar Kirana.


"Aku akan bukti kan kalau aku bisa tanpa mereka, ayah dan ibu akan menyesali semua yang pernah mereka lakukan pada ku. Semua penolakan dan penghinaan dari ayah akan ku ingat selalu sampai kapan pun," gerutu Aira.

__ADS_1


Kini Kirana lebih senang menyendiri di dalam kamar semenjak pulang dari klinik.


__ADS_2