CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Renungan Cilia


__ADS_3

Setelah mandi Arum berganti pakaian tidur dan kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur.


" Mas.... boleh Arum tanya, tapi mas harus jawab jujur, sejujurnya.... tidak ada sedikitpun kebohongan atau rahasia yang ditutupi". Ucap Arumi penuh penekanan di setiap katanya.


" Mas akan berusaha jujur dan terbuka... demi sayang ku".


" Mas....... sampai saat ini setelah kita menikah sekian bulan hmmm.... hampir 8 bulan...... masih nomer satukah prioritas mbak Cilia di hati mas? JUJUR! Arumi menekan dengan jelas dan sedikit keras di kata jujur, membuat Niko tertunduk dan terdiam sesaat sebelum akhirnya mengangkat wajahnya dan menjawab.


" Mas...... memang masih berat untuk melepaskan dia, tapi bukan berarti mas akan menikahinya, saat ini tidak sedikitpun terlintas keinginan untuk memiliki dia dihati mas.... rasa kasihan yang lebih banyak mas rasain... dia kena kanker payudara dengan stadium 3, dan termasuk kanker yang ganas Yank.... jujur hati mas hanya ingin pulang pada mu, tapi.... rasa sedih mas melihat orang yang bertahun tahun mas cintai sekarang hampir sekarat ... maafkan Mas, tolong bersabarlah sebentar sampai dia sembuh setelah itu.... mas janji sesuai permintaan sayang ku, mas akan tinggalkan dia dan menuju mu... mas ingin keluarga kita seperti Papa, Mama, Ayah Bunda.... mas ingin punya banyak anak hanya dari mu yank.... percayalah.... dan mohon sabarlah .... sebentar... mas mohon". Niko tertunduk, ada rasa tidak tega melihat wajah istrinya ... rasa berdosa telah membuat wanita lembut dan sabar didepannya terluka terus terus dan terus hanya karena egonya.


Arumi ternyata sudah berurai air mata tanpa suara isak, bulir bening itu sudah membasahi pipinya dan sudah beberapa kali Arumi berusaha menyeka mendengar pengakuan Niko.


" Arum tahu yang mas rasakan..... mas... Arum minta tolong satu lagi .... ganti pikiran dan rasa mas dari cinta yang teramat sangat ke mbak Cilia menjadi rasa simpati dan perhatian biasa sebagai teman..... tolonglah mas, pindah rasa Cinta itu untuk Arumi atau untuk anak kita nanti..... jadikan mbak Cilia teman mas, teman iya teman..... hilangkan pikiran tentang mantan.... semoga mas bisa ... jujur Arum sudah mulai capek mas!".


" Iya yank.... mungkin ide mu itu lebih baik.... mas akan coba, sabar ya.... semoga mas bisa lebih cepat".


" Bismillah mas.... Alloh maha membalik balikan hati manusia, asal mas percaya dan berusaha pasti bisa".


" Jujur mas..... kalau kita masih pacaran, mas mungkin akan menjadi kekasih tersingkat Arum.... sikap mas yang kayak begini Arum rasanya pacaran sama mas 3 hari juga sudah membuat Arum membatalkan jadian kita.... aslinya mas.... ".


" Iiihhhh..... jahat banget....3 hari".


" Lha maunya gimana.... langsung ditolak.... bagus kalau sadar diri".

__ADS_1


" Untung saja mas langsung ngelamar dan menikah, jadi mas tidak takut lagi ditolak". Niko langsung menguyek uyek rambut Arumi dan mulai kenakalannya kambuh.


" Iihhh.... minggir ach.... nyebelin, mulai deh mesumnya kumat", sarkas Arumi tidak bisa menghindar dari kungkungan suaminya.


******


Cilia


Malam ini, Cilia merasa sudah lebih baik kondisinya, setelah tadi dokter memeriksanya. memungkinan dua hari lagi sudah bisa pulang. Ada rasa senang akan meninggalkan rumah sakit ini, bau obat yang mendominan rasanya bikin tubuhnya makin sakit saja, pikirnya.


Cilia sekarang apa yang bisa kau banggakan, tubuh indah mu dulu, kini lenyap! tak ada lagi benda kenyal nan montok dan menggairahkan lawan jenismu, mungkin saat ini mereka akan muntah jika melihat kondisiku.... tapi Niko.... dia selalu ada saat kondisiku terpuruk sekalipun.... bahkan bukan tenaga, pikiran uang pun dia korbankan untukku.... Oh Tuhan.... manusia macam apa aku ini..... bagaimana kalau Arumi marah.... papa dan mamanya tau....", lamun Cilia saat memandang langit langit kamar.


Air mata Cilia mengalir dari sudut matanya. Ada rasa sesal atas perjalanan hidupnya, ternyata berwajah cantik sempurna, berbadan bohay idaman setiap wanita dan pria, berkulit halus bercahaya, hampir hilang tiada sisa.


Diusapnya pelan dengan jemarinya. Bahkan disaat seperti ini tak ada seorang pun saudara,teman atau mantan mantannya yang peduli, hanya Niko pria yang dulu saat SMA hanya dia anggap pacar pelarian dan juga tambang duit saat dirinya menginginkan sesuatu.


Dimana kakaknya, bahkan mungkin ibunya pun merindukan dan memikirkan dirinya yang sudah beberapa hari tidak pulang, ya dia memang hanya bilang pada ibunya jika ada job untuk beberapa hari di luar kota.


Ditimangnya ponsel miliknya, ada satu nama yang ingin dia hubungi tapi ragu.... beberapa kali ... sampai akhirnya dia yakin harus menghubungi nomer itu. Ya... Cilia memutuskan untuk mengabari kakak tertuanya, mas Bima, bagaimanapun harus tahu, nanti kalau ada apa apa biar tidak sendiri pikirnya.


➡️" Mas.... ini Cilia, mas apa kabar?", ucap Cilia lirih saat sambungan teleponnya telah diangkat oleh orang yang berada di sebrang sana.


➡️ Oh.... jadi ini kamu Ci, masih ingat sama mas, mas kira kamu sudah terbang keluar angkasa dan lupa kalau punya saudara, kenapa? mau cari wali nikah?", jawab Bima beruntun tanpa jeda seakan mengutarakan kekecewaannya pada adiknya selama ini.

__ADS_1


➡️Maafkan Cilia mas.... tapi kali ini Cici nelpon bukan karena butuh wali nikah, Cici cuma mau ngasih kabar kalau beberapa hari lalu Cici operasi pengangkatan payudara, dan sampai saat ini masih di rawat mungkin baru bisa pulang 2-3 hari ke depan, jadi tolong jengukin ibu mas kalau ada waktu", jelas Cilia.


➡️" Serius Ci, kamu ga main main sama omongan kamu? di rumah sakit mana? besok kalau mas ada waktu, mas mampir kerumah ibu sekalian tengok kamu!".


➡️" kalau sempat jenguk ibu itu yang penting kalau jenguk Cilia, tidak perlu kawatir mas... Cilia sudah lebih baik, dan tolong jangan kasih tau ibu tentang kondisi Cilian".


➡️ " ya besok mas kesana, istirahatlah ini sudah malam".


Akhirnya Cilia menutup sambungan telponnya. Ada rasa lega, paling tidak kini ada satu saudara yang telah mengetahui kondisinya. Apapun atau bagaimanapun nanti kalau pada akhirnya semua saudaranya membuangnya dia sudah pasrah.


*****


Hari ini Niko menghubungi Cilia untuk menanyakan kondisinya dan juga kapan bisa pulang, setelah 2 hari kemarin tidak menengok dan juga tidak menelpon Cilia.


➡️ " Hari ini sudah boleh pulang, dan aku sudah beberes, tenang saja Cici di jemput kak Bima, terima kasih atas perhatiannya", jelas Cilia dari sebrang saat Niko menelponnya.


Niko merasa lega, pada akhirnya ada saudara yaitu kakaknya Cilia yang peduli.


-


-


-

__ADS_1


Lanjuutttt....


__ADS_2