CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 50. Jalan berdua.


__ADS_3

"Atas nama Kirana Larasati," ucap pria yang menghampiri Kirana dengan memakai atribut ojek online nya.


"Iya saya pak, tapi yang di antar paman dan keponakan saya,"


"Baik mba, sesuai titik yang ada di aplikasi ya mba,"


"Iya pak,"


"Paman sudah Kiran bayar ya, paman hati-hati di jalan," ucap Kiran mencium punggung tangan suami dari Lia.


Kirana langsung berjalan ke arah kampusnya karna jaraknya memang tidak terlalu jauh dari travel umroh. Kirana menelusuri kios-kios di pinggir jalan sebelum sampai di kampusnya, dalam hati Kirana terus berdoa untuk keselamatan paman dan bibinya.


"Hai Kiran," sapa Lestari.


"Eh hai, Tari. Tadi gimana di jam pak Seno, aku pinjam catatannya dong,"


"Tadi dia nanyain kamu tuh, katanya tumben kamu ga masuk di mata kuliahnya pak Seno biayanya paling rajin," ucap Lestari memberi kan buku pada Kirana.


"Aku habis nganter paman sama bibi ku pergi umroh, jadi aku ga lebih pilih bolos kelas dari pada ga nganter mereka pergi. Eh udah mau mulai kelas, masuk yu," ucap Kirana lalu mempercepat langkahnya untuk bisa cepat sampai.


...***...


Sepulang kuliah, Kirana langsung pulang ke toko setelah menyelesai kan tugas kampusnya dan mengikuti kegiatan kampus. Tepat jam 4 sore, Kirana sampai di toko.


"Mba maaf ya hari ini aku ga bantuin mba jaga toko, hari ini aku agak sibuk di kampus. Sekarang juga aku banyak tugas yang harus aku kerja kan malam ini," ucap Kirana beralasan saat sampai di toko.


"Oh iya, Iqbal belum beres antar paket COD nya mba? Aku belum liat dia hari ini," sambung Kirana celingak celingkuk melihat sekitar toko mencari keberadaan Iqbal.


"Belum, padahal paket hari ini cuman sedikit. Mungkin dia pulang ke rumahnya dulu kali Kiran,"


"Mungkin, ga apa-apa lah yang penting paketnya sampai ke pemiliknya dengan selamat. Mba Rani kalau mau pulang, pulang aja. Ini upah hari ini, terima kasih ya mba untuk bantuannya," ucap Kirana memberi kan 3 lembar uang pecahan 50 ribuan pada Rani.


Rani memang meminta di bayar harian karna Rani butuh untuk keperluan sehari-hari dan biaya anak-anaknya di rumah. Setelah berpisah dari mantan suaminya, Rani tidak pernah mendapat kan nafkah untuk anak-anaknya. Setelah berpisah, Rani berjuang sendirian untuk membesar kan ke 2 anaknya.

__ADS_1


Rani pun keluar dari toko Kirana dengan perasaan senang karna Rani bisa membeli kan makanan enak yang di janji kannya pada ke 2 anaknya.


Berselang 10 menit Rani pulang, Iqbal pun datang dengan muka bantalnya.


"Hai sayang,"


"Kamu dari mana? kaya habis tidur gitu,"


"Tadi selesai antar paket aku pulang ke kost an terus tidur deh, aku cape banget sayang. Akhir-akhir ini aku ga bisa tidur," ucap Iqbal menyandar kan kepalanya di bahu Kirana berniat ingin bermanja-manja dengan pacarnya itu.


Tangan Iqbal melingkar di pinggang Kirana yang sedang duduk di lantai yang beralas kan karpet karakter yang ada di tokonya, Kirana membiar kan tangan Iqbal melingkar di sana.


"Main ke kost an aku yuk sayang, biar lebih leluasa aja. Kalau di sini kan nanti ada pelanggan kamu yang datang ga enak di lihat kalau kita lagi berduaan gini," ucap Iqbal membujuk Kirana agar mau ke kamar kost nya.


"Aku masih ada packing an buat besok, kalau kamu mau bantu sih boleh," ucap Kirana dengan tangannya yang terus sibuk memeriksa pesanan di aplikasi belanja online nya.


"Aku bantu ya tapi kalau udah selesai, kita main ke kost an aku ya,"


"Paling pas tutup toko aja ya, sekitar jam 8 malam. Oh iya kamu udah makan belum?"


"Ya sudah aku pesan kan makanan di depan ya,"


"Boleh deh, aku mau soto ya,"


Kirana pun melepas kan tangan Iqbal dari pinggangnya dan berdiri dari tempat duduknya lalu pergi ke luar untuk mencari makanan pesanan Iqbal.


"Enak juga ya, mau makan apa tinggal minta. Ga usah keluarin uang buat beli makanan, tinggal tunggu makanan gratis datang terus makan. Nanti jam 8 berduaan deh sama Kiran di kost an," gerutu Iqbal memain kan ponselnya dan membuka-buka aplikasi yang ada di ponselnya.


Iqbal mendapat kan notifikasi pesan masuk dari Selly, dengan senyuman lebar di bibirnya, Iqbal langsung membuka chat whatsapp dari Selly.


šŸ’Œ'Hai ganteng pacarnya orang, kapan punya waktu untuk ku. Aku masih mau loh sama kamu.'


šŸ’Œ'Kapan pun kamu mau, aku pasti ada buat kamu cewek hot.' balas Iqbal.

__ADS_1


5 menit kemudian Kirana datang dengan membawa nampan yang berisi 2 mangkuk soto dan 2 piring nasi untuk di makan Iqbal dan Kirana.


Selesai makan, Kirana di sibuk kan kembali dengan ponselnya. Sedang kan Iqbal melayani pelanggan yang datang ke toko.


Kirana memesan pada agen kosmetiknya agar di kirim berbagai jenis kosmetik di hari esok, stok barang di toko pun sudah mulai sedikit karna di ada kan promo kemarin.


Paket yang akan di kirim besok pun sudah selesai tepat jam 7 malam, tidak ada lagi pelanggan yang datang jadi Kirana putus kan untuk menutup tokonya.


"Aku mau jalan-jalan aja sama kamu, boleh?" ucap Kirana mengunci pintu kaca tokonya dan menutup rolling door toko.


"Boleh, mau kemana?"


"Kita keliling aja dulu, cari tukan bakso,"


"Kita kan udah makan tadi?"


"Mau pergi apa ga?"


"Iya, iya ayo naik tuan putri ku yang cantik," ucap Iqbal memakai kan helm di kepala Kirana.


Iqbal membawa Kirana jalan-jalan mengelilingi kota dan berhenti tepat di kios bakso langganannya dengan Selly sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas.


"Dulu aku sama Selly sering ke sini, terakhir ke sini sebelum Selly kerja di mini market. Tempat kerja Selly yang sekarang," ucap Kirana bercerita setelah memesan bakso favoritnya.


Tak lama abang tukang bakso pun datang dengan membawa nampan yang berisi 2 mangkuk bakso yang masih bening tanpa saos dan kecap, serta 1 es campur dan 1 jus jeruk.


"Kemana aja neng, baru keliatan lagi," ucap mang Ade menyimpan mangkuk di atas meja serta minuman yang di pesan Kirana.


"Ada mang, aku sibuk kuliah sambil kerja jadi susah kalau mau main,"


"Yang lainnya kemana? Ini pacar baru ya,"


"Selly kerja mang dan Citra kuliah di luar kota, ini pacar lama baru nyambung. Dulu mah ga nyambung mang hehehe,"

__ADS_1


Iqbal hanya tersenyum pada mang bakso yang sudah akrab dengan Kirana, seperti ketemu teman lama mang Ade terus bertanya pada Kirana sambil menikmati baksonya.


__ADS_2