CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Atha Hafidz Alfarezi


__ADS_3

Setelah 15 menit di dada Arumi baby Atha di ambil suster untuk di cap kaki, tangan, di tempel gelang nama, di timbang, di ukur tinggi, lingkar kepala dan di bersihkan kemudian di bungkus kain pernel dan diserahkan pada Niko untuk diadzankan.


Setelah itu baby Atha di bawa ke ruang khusus bayi. Sementara suster dan dokter masih mengurus Arumi. Mama, papa ibu Ayah Chiki pak Ngat semua menunggu di kamar yang nantinya mau di tempati Arumi setelah selesai pemeriksaan dan di bersihkan oleh suster.


" Maaf Pak Bu... saya mau keluar barang kali ada yang mau saya bawakan sesuatu untuk sarapan?", tawar pak Ngat sopan, iya pak Ngat memang sangat pengertian walaupun hanya sopir tapi kalau untuk bosnya tidak perlu fi suruh berulang pasti langsung mengerti keinginan bos nya.


" Pak... belikan kita sarapan, 3 gelas kopi hitam, 2 gelas kopi latte, 2 gelas teh manis panas, 2 balok roti bakar selai kacang dan beberapa macam buah". Mama Erina menjawab tawaran pak Ngat.


" Baik nyonya, saya permisi". Pak Ngat bergegas mencari pesanan majikannya tersebut.


Ruang VIP yang dipesan Arumi memang besar, ada tempat tidur pasien, sofa tamu komplit dengan mejanya, kamar mandi, tempat sholat serta sofa panjang untuk tidur yang menunggu pasien. Sehingga walaupun 2 keluarga ngumpul tempat itu masih sangat nyaman.


Sebentar kemudian pintu diketuk, ternyata ada 2 suster yang mendorong Arumi di atas tempat tidur pasien.


Suster kemudian memindahkan tidur Arumi ke tempat tidur yang sudah tersedia di kamar tersebut.


" Kami permisi bapak ibu, kalau ada apa apa silahkan hubungi kami dengan memencet tombol di samping pasien", Dua suster itu beranjak pergi, Sementara Niko kemudian masuk menyusul Arumi setelah tadi dia di minta dokter untuk mengikuti ke ruang bayi.


Arumi masih terlihat lemas dan sayu akibat proses melahirkan normal dsn juga semalaman tidak tidur, kemudian Bunda mendekati Arumi dan memberikan teh panas yang baru saja di bawa oleh pak Ngat.


" Minum dulu, biar tenagamu pulih.... mau makan roti bakar?", tanya Bunda lembut seraya mengusap kepala Armi.


" Makasih bu.... Maafkan Arumi merepotkan ibu terus", air mata Arumi berlinang seakan kejadian melahirkan barusan mengingatkan dia pada perjuangan ibunya selama ini.


" Husssttt.... ga boleh bilang gitu, Ayo habiskan minumnya terus makan rotinya habis itu baru tidur, istirahatlah karena sebentar lagi putramu pasti akan fi bawa kesini untuk minum ASI dari mu".


Niko berdiri di samping Arumi tapi Arumi sedikit memiringkan tubuhnya ke arah ibunya, sama sekali ga merespon Niko.

__ADS_1


*****


" Rum kata Dokter kamu besok sudah boleh pulang", ungkap Mama Erina setelah Arumi 2 hari di rumah sakit bersalin itu.


" Maa.... maaf sebelumnya, Arumi mau pulang ke rumah Ayah biar Ibu yang merawat Arumi", Deg.... hati Mama Erina tau kalau Arumi seperti ini berarti kejadian kemarin itu.... Niko telah berlaku keterlaluan pada Arumi.


" Hmmmm..... sebetulnya Mama sama papa sangat ... sangat berharap bahwa baby Atha akan pulang ke rumah, tapi kalau itu keputusan Arumi kali ini mama sangat mendukung.... kasih Niko pelajaran yang bukan hanya berharga tapi yang menyakitkan .... rupanya saat dulu dia sering dikecewakan itu.... membuat dia seperti ini pada kamu Rum.... mama nyerah mama tidak tahu lagi harus bilang apa sama anak mama yang satu itu... beri dia teguran yang berkesan... namun harus kamu ingat baik baik.... mama tidak ingin kamu tinggalin kami, karena papa mama sangat sayang kamu Nak", tangis mama langsung pecah sesaat setelah berbicara panjang lebar, Ayah yang mendengar pembicaraan mama Erina mengangguk sepertinya setuju pada jalan pikiran istrinya.


" Maaf Ma, Pa.... sekali lagi Arumi bikin kecewa kalian, tapi Arumi sungguh tidak tahan dengan mas Niko... Arumi nyerah... Arumi pasrah... Arumi saat ini benar benar tidak ingin melihat mas Niko", Arumi menangis histeris, membuang seimut yang menutup tubuhnya bahkan mengacak acak rambutnya, membuat Papa mama langsung panik dan segera memanggil dokter untuk menenangkan secara Arumi selama ini adalah pribadi yang kalem dan tidak mudah emosi.


" Maaf pak sepertinya dia terkena syndrom baby bloes, ini tidak berlangsung lama mungkin sampai dua minggu karena masih terkaget akan kehadiran baby diusianya yang masih remaja, tolong dampingi setiap saat biar ada yang membantu mengurus bayinya jadi dia tidak terlalu kaget". terang dokter, akhirnya Mama Papa lebih setuju kalau Arumi untuk sementara pulang ke rumah Ayah.


Semua perlengkapan bayi hari itu di angkut ke rumah Ayah, Kamar Arumi di bersihkan dicat, dan buat senyaman mungkin oleh beberapa tukang yang diutus Papa.


Chikita nampak kecewa mendengar bahwa baby Atha akan pulang ke rumah Kakek Ery.


" Kak Arumi mau dekat sama ibunya sampai sehat, nanti kalau sudah sehat juga kesini." jelas Mama Erina.


" Pasti karena mas Niko jadi kak Arumi ga mau di sini!", ketus Chikita.


" Mas mu itu memang bikin geregetan, kali ini mama juga sampai ga habis pikir", geram Mama menjawab pernyataan Chikita.


" Betul ma.... kali ini Chiki juga kesel, soalnya mas membuat Chiki kecewa dengan Kak Arum pulang ke rumah Ayah Ery ", geram Chiki .


Sore hari sepulang dari toko Niko pulang ke rumah sakit, menunggui Arumi, namun Arumi sama sekali ga ngerespon, bahkan kalau Niko mendekat dan banyak tanya Arumi langsung mencekeram atau mencakar Niko, sambil menangis tanpa sebab.


" Nak... tolong menjauhlah dulu, Arumi mungkin lagi menyesuaikan diri setelah lahirnya baby Atha", lirih Bu Ida, untuk menjauhkan Niko yang sedari tadi mencoba mendekati Arumi.

__ADS_1


" Memang seperti itu ya bu kalau habis melahirkan?",


" Hmmm.... tidak juga, tapi mungkin Arumi sebelumnya sudah sangat kecewa sama nak Niko, jadi itu menyebabkan pikirannya tambah kacau karena belum terbiasa dengan kehadiran baby.... kata dokter ini tidak akan berlangsung lama, tenang lah" , Ibu Ida memegang lembut tangan Niko untuk menguatkan keadaan Niko yang juga kacau.


" Bu.... apa yang harus Niko lakukan, Niko kadang tidak sengaja membuat dia kecewa bu, Niko tidak tahu apa yang seharusnya Niko lakukan dengan benar supaya Arum tidak sedih bu....", Niko tergugu di tumpuan kaki bu Ida.


" Mungkin nak Niko belum bisa mencintai Arumi dengan ikhlas dan tulus makanya masih sering membuat dia kecewa, sudahlah.... sekarang biarkan Arumi tenang dan senang dengan hadirnya Atha disampingnya".


" Malam ini kalau nak Niko mau tidur di rumah gapapa, nanti Ayah sama ibu yang jagain Arumi, besok sudah boleh pulang",


" Tidak bu, Niko mau jagain Arumi kalau Ayah sama ibu mau di sini juga gapapa masih ada tempatnya",


" Bu.... Arum mau minum", Bukan yang bergegas mengambilkan minum tapi Niko.


" Arum minta tolongnya sama ibu! denger ga sih! kenapa mas masih disini! pergi gih... Arum bisa tanpa mas juga!", ketus Arumi membuat Niko menaruh lagi air mineral yang sudah dia angkat tadi.


-


-


-


**Lanjutttt....


Wanita itu mudah memaafkan, tapi tidak mudah melupkan!!!


Jika kamu ( lelaki) minta maaf, dia pasti akan berusaha memaafkan, tapi jika kesalahanmu di ungkap lagi entah sudah berapa abad lamanya, masih sangat jelas diingatan seperti film beranak dalam kubur ga ada sensornya alias jelas teringat tanpa sedikitpun terlupa 😊😊😊**

__ADS_1


__ADS_2