
Setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun, akhirnya Kirana lulus dari sekolah kejuruannya dengan menyandang predikat juara 2 siswi berprestasi di sekolahnya.
Saat pembawa acara wisuda mengumumkan siswa dan siswi berprestasi, Arif merasa bangga pada Kirana atas apa yang telah di capainya saat ini.
"Paman bangga pada mu nak," gerutu Arif yang duduk di kursi para orang tua.
Arif menyaksi kan saat Kirana di wisuda, anak yang di besarkannya sedari bayi sampai saat ini Kirana beranjak dewasa.
"Akhirnya berkat kerja keras dan ketekunan belajar Kirana bisa menggapai semua ini," ucap Selly.
"Iya, pasti paman Arif bangga dengan Aira," ucap Citra terus tepuk tangan melihat sahabatnya di atas panggung karna prestasinya bukan karna masalahnya.
Medali dan piala penghargaan pun di beri kan oleh dewan sekolah dan pembawa acara meminta memberi pesan dan kesan untuk ke dua juara sekolah tersebut.
Saat Akbar memberi kan sambutan, Kirana hanya bisa memandang wajah pamannya dan ke dua sahabatnya.
"Silah kan sekarang giliran juara ke 2, Kirana Larasati Rahayu. Silah kan Kirana, beri kan kata sambutannya untuk teman-teman dan guru-guru," ucap pembawa acara memberi kan mic pada Kirana.
"Selamat siang semuanya," ucap Kirana.
"Siang," jawab penonton bersorak bersamaan.
"Pertama-tama aku ucap kan terima kasih untuk para guru-guru yang sudah membimbing ku sampai saat ini dan kedua sahabat ku yang selalu mengingat kan ku untuk bisa jauh lebih baik dari sebelumnya dan yang paling penting paman ku, paman Arif," ucap Kirana tiba-tiba terhenti saat nyebut nama pamannya karna tidak banyak yang tau tentang kisah hidup Kirana.
"Terima kasih paman piala dan medali ini aku persembah kan hanya untuk paman karna paman sudah mendidik ku dengan cara paman sendiri dan merawat ku sampai saat ini. Paman merela kan masa muda paman terlewati hanya demi memahami ku dan terus membimbing ku, tetap jadi yang terbaik ya paman," ucap Kirana menetes kan air mata saat mengungkap kan isi hatinya di depan banyak orang.
"Di saat teman-teman ku datang bersama kedua orang tuanya tapi kedua orang tua ku tidak ada dan hanya aku yang datang bersama paman ku, orang yang selalu ada untuk ku selama ini, terima kasih paman atas segala kasih sayang dan segala pengorbanan mu selama ini untuk ku. Aku sayang paman," ucap Kirana.
__ADS_1
Kirana pun turun dari panggung dan segera memeluk erat tubuh pamannya.
"Ini aku beri kan medali dan piala ini untuk paman," ucap Kirana mengalung kan medali di leher Arif.
"Aku sayang paman," sambung Kirana.
"Terima kasih ya nak, kamu sudah membuat paman bangga dengan prestasi mu," ucap Arif.
Semua yang menyaksi kan momen itu, ikut menetes kan air mata dan terharu dengan kisah Kirana.
"Seburuk apa pun masa lalu mu tak kan selamanya buruk jika kamu bisa merubahnya dan tetap mau berusaha untuk menjadi yang terbaik," batin Kirana.
Acara pun terus berlangsung, tapi Arif pulang terlebih dahulu karna ada keperluan yang lain.
"Paman pulang duluan ya nak, ada urusan lain," ucap Arif membawa piala dan medali yang masih terpasang di lehernya.
Arif pun pergi dari sekolah Kirana dengan menaiki angkutan umum yang ada di depan sekolah Kirana.
Tak sengaja Selly melihat Iqbal datang dan berdiri di gerbang sekolah, seperti sedang menunggu seseorang.
"Kiran, ada Iqbal tuh di depan gerbang sekolah," ucap Selly memberi tau Kirana.
"Mau apa dia?" ucap Kirana.
"Ih mana ku tau lah," ucap Selly.
"Ya udah biarin aja dia di sana sampai jamuran, lebih baik kita ke kantin aja aku laper. Biar aku yang traktir kalian," ucap Kirana menggandeng kedua sahabatnya menuju kantin.
__ADS_1
Di kantin, Kirana memesan makanan dan minuman kesukaan teman-temannya, lalu duduk di bangku yang sudah di tempati oleh Selly dan Citra.
"Gimana tuh si Iqbal pasti nungguin kamu," ucap Citra.
"Ya udah lah ga apa-apa, kan aku ga minta untuk dia nunggu dan yang pasti ga ada janjian juga untuk ketemu hari ini," ucap Kirana.
"Ini neng pesanannya," ucap ibu kantin menyimpan mangkuk yang berisi bakso dan es teh manis di depan Kirana, Selly dan Citra.
"Terima kasih ya bu," ucap Kirana.
"Sama-sama neng," ucap ibu kantin lalu pergi ke tempatnya.
"Kalian mau cari kerja apa mau lanjut kuliah?" tanya Selly.
"Aku sih mau kuliah dulu, bunda ku udah daftarin aku di universitas di ibu kota," ucap Citra.
"Loh kok kamu baru bilang sekarang sih," ucap Selly kaget mendengar apa yang di sampai kan oleh Citra.
"Iya maaf, bunda juga baru bilang kemarin. Tapi kita kan masih tetap bisa chat, telpon dan video call, kita masih bisa berbagi cerita kan," ucap Citra.
"Kalau kamu Kiran gimana, kamu mau kuliah apa langsung cari kerja?" tanya Selly.
"Aku sih mau nerusin jualan dulu sampai uangnya cukup buat kuliah, baru aku kuliah. Mungkin taun depan aku kuliah, taun ini aku temenin kamu dulu lah Sell biar kamu ga terlalu sedih kehilangan aku dan Citra secara bersamaan," ucap Kirana tersenyum melihat sahabatnya panik karna Citra akan pergi jauh.
"Terus kamu sendiri gimana Sell, kamu mau cari kerja apa lanjut kuliah?" tanya Citra.
"Aku kayanya mau cari kerja aja, keluarga ku ga akan sanggup untuk membiayai aku kuliah. Dan mereka lebih butuh uang dari pada buang-buang uang," ucap Kirana.
__ADS_1