CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Ditelpon Dokter ganteng


__ADS_3

Sudah Dua Minggu Niko kerja di Mini market, dan berarti dua minggu pula Arumi tidak pernah mengajaknya bercanda atau menjalankan hubungan suami istri.


Mereka memang satu kamar dan masih sesekali mereka masih di bicara tapi seperlunya, berbagai bujukan dan rayuan sudah Niko gencarkan tapi Arumi tidak merespon berlebih.


Setiap kali Niko meminta maaf, memanggilnya dengan lembut atau bahkan mengajak ngobrol debay nya Arumi hanya tersenyum tipis atau menimpali sekedarnya.


Arumi bahkan sudah lupa nasehat dari bu Masitoh guru ngajinya, hatinya berat untuk membuat suasana seperti dulu lagi.


Kadang Arumi memilih segera tidur setelah makan malam dan sholat isya' agar terhindar dari rayuan atau rengekan Niko.


Tapi apakah selamanya akan seperti ini? ya.... sekalipun Niko sudah tidak lagi menemui Cilia atau mengabarinya, perasaan Arumi yang dulu begitu tulus ternyata tidak mudah di kembalikan seperti semula, ada kecewa yang sulit sirna, rasanya pedih, mungkin kalau dirinya tidak sedang mengandung, tidak sedang butuh perhatian lebih mungkin akan lebih mudah untuk memaafkan, tapi mengingat dirinya sedang dalam kondisi seperti itu, suami malah menyempatkan waktu untuk wanita lain, rasanya sulit untuk menerima maafnya.


Ting


Ponsel Niko bunyi ada pesan masuk saat Niko baru saja masuk kamar mandi, Arumi yang sedang didekatnya melirik ada nama Cilia, penasaran dihatinya timbul, ingin iseng saja sekali ini membaca chat dari Cilia untuk Niko walau sebelumnya tidak pernah terlintas sama sekali, digesernya layar ponsel yang ternyata tidak di kunci


โžก๏ธ" Ko...... apa kabar? kok lama tidak menghubungi, ada apa? o ya, Cici ikut dokter Ivan pindah ke Medan untuk progam kemoterapi saja rencananya mungkin 2 bulan akan selesai, karena hanya 3x dan itu hanya 3 minggu sekali, doain Cici lekas sembuh dan sehat. Cici selalu menanti janjimu untuk menjadikanku istri sekalipun itu hanya istri ke dua. Terima kasih atas suport ya selama ini.... Cici semangat, Cici ingin sembuh karena mu ko.... love You.


Dada Arumi sesak, ada sesuatu yang menghujam sangat dalam disana sakit, rasanya sampai berdesir ngilu, bahkan sampai debay bergerak gerak, mungkin ikut merasakan perih disana. Kaki Arumi lemas seketika dan melorot sudah dia terduduk dilantai bersandar tempat tidur.


" Ternyata kesabaran dan ketulusan serta niat Arum untuk bertahan salah.... maaf kan Arum Pa, Ma, Ayah, bunda..... Arum gagal", desahnya dengan Air mata membasahi pipinya.


Arum berusaha sekuat tenaga untuk menahan agar air matanya berhenti mengalir dan Niko tidak akan tahu jika dirinya sedang hancur, Arum harus kuat sekali lagi untuk menyusun rencana setidaknya sampai besok pagi.


Sebelum Niko keluar kamar mandi Arum menyiapkan baju ganti, untuk menutupi rencananya dan juga bekas air matanya.


Setelah Niko berganti pakaian, kemudian ikut Arumi yang kini telah bersandar di sandaran tempat tidur.


Mereka hanya saling diam tanpa bicara, namun kali ini Arumi mendahului bicara.


" Gimana mas tempat kerja baru? nyaman?",

__ADS_1


" Ya.... lumayan menyenangkan", Niko terlihat sangat bahagia karena Arum mau mengajaknya bicara.


" Syukurlah.... Arum ikut senang kalau begitu", senyum tipis Arum untuk Niko.


" Kok ga makan? apa sudah makan? atau mau Arum siapkan?", Arumi penuh nada lembut.


" Mas tadi makan siangnya tanggung habis ashar, jadi belum lapar".


" Kok gitu, sampai telat, jaga kesehatan mas jangan suka telat makan".


" Ada barang datang jadi mas ikut mengawasi, pengen memastikan ketelitian karyawan mas itu saja".


" Kalau begitu istirahatlah Arum juga sudah ngantuk!".


" Boleh mas menyapa debay sayang?".


" Boleh, tapi tidak lebih ya, O ya... mas kasih nama sekalian buat dia".


Kalau perempuan namanya Alesha Alifa Hibatillah " Anak pertama yang beruntung yang selalu berlimpah berkah dan perlindungan Alloh". ( bagi para reader yang sedang hamil atau yang sedang berdncana punya anak boleh dipakai nama ini ya.... # sumber dari gogle๐Ÿ™๐Ÿ˜Š)


" Baik mas akan Arum catat biar tidak lupa, Makasih mas.... ternyata mas sudah siapkan Nama yang begitu indah".


Arumi segera mengetik di ponselnya dan menyimpannya.


Derrrtttt dertttt derrtttt


Begitu selesai mengetik ponsel Arumi bergetar, sebuah nama yang sudah lama tidak menghubungi nya, malam ini muncul begitu saja.


" Maaf mas Arum angkat telepon dulu", pamit Arumi seraya beringsut turun dari tempat tidur.


" Hmmm..... ", Niko menjawab sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


โžก๏ธ " Assalamualaikum.... Apa kabar, pak Dokter? ", Niko diam diam melirik, terlihat wajah tampan terlihat segar dan bersih menghubungi Arumi lewat VC.


" Waalaikum salam cantik..... haiii... kabar baik, lama ga ketemu makin cubi.... gemes, mana yang sudah Nikah lihat suami mu". Arumi mengarahkan kamera ponselnya ke arah Niko yang sedang bersandar dan memejamkan mata.


" Sssttttf..... jangan keras keras kak, Dia sudah tertidur, cape pulang kerja", bisik Arumi, masih terdengar Niko yang belum tidur hanya memejamkan mata saja.


" Haiii..... cantik, ga salah tuh suami mu, yaaa gantengan juga kakak say..... masak iya sih kok cantik cari jodohnya tua sih, ga salah tuh", Niko mendengar ucapan lawan bicara Arumi menjadi membuka mata melotot seketika dengan geramnya di bilang tua, untung Arumi pas membelakanginya jadi tidak melihat. karena bicaranya seperti itu Arumi memilih menjauh dari Niko biar tidak mengganggu, dia bermaksud ke balkon dan mematikan lampu kamar biar Niko nyenyak tidurnya.


" Kakak.... Arum ga cari jodoh tapi dijodohkan, kalau Arum cari pasti milihnya yang lebih ganteng dari kakak lah.... hahaaa, tapi kak... jangan bilang gitu dong ke suami Arum, Arum ga suka ya menghina fisik seseorang!".


" Iya maaf cantik.... katanya sudah hamil mana kakak mau lihat?",.Arum mengarahkan kamera ke perutnya.


" Hmmm ... sehat selalu ya, sampai lahiran... kapan ketemuan yuk... kakak kangen".


" Ayo... Arum juga kangen kak, kakak sih koas nya jauh banget di daerah terpencil jadi susah di hubungi",


" Iya cantik, susah sinyal, tapi sekarang kakak sudah di rumah.... surprise!",


' Haaaa.... yang bener.....", Arumi tampak bahagia di balkon berdiri dengan rambut tergerai, membuat Niko yang diam diam mengintip dari balik jendela menjadi tambah penasaran dengan siapa istrinya bicara tidak biasanya dia vc dengan orang lain tidak di hijab, biasanya sama Bilqis saja dia pasti pakai hijab dulu untuk berjaga ada papanya Bilqis atau siapa saja yang tiba tiba muncul dilayar ponsel Bilqis.


Niko kembali lagi ke tempat tidur karena Arumi sepertinya akan lama bicara dengan orang di sebrang telpon.


Hati Niko merasa geram, marah, cemburu semua berkecamuk di hatinya namun dia juga percaya Istrinya bukan perempuan yang tidak bisa di percaya, Arum sangat bisa dipercaya cuma cowok yang menelpon itu, seorang dokter yang ganteng dan masih muda membuat dadanya bergemuruh.


-


-


-


Lanjuutttt

__ADS_1


__ADS_2