
Seperti biasa setiap pagi Arka selalu ke rumah Kirana untuk mengambil motor dan sekalian menjemput Kirana untuk berangkat kuliah.
"Paman apa Kirana sudah siapa?" tanya Juan.
"Masih siap-siap di dalam kamarnya, mungkin sebentar lagi Kiran keluar. Oh iya semalam Kiran cerita katanya kamu ada yang memberi tawaran kerja di luar negeri ya, kamu ambil atau ga tawarannya?" ucap Arif mencoba mencari informasi kebenaran dari Arka.
Arif memang tau kedekatan antara Kirana dan Arka, karna Arif selalu melihat kebahagiaan di wajah Kirana saat bersama dengan Arka.
"Iya paman, kemarin pas lagi COD sama bu Rahma tapi yang datang malah suaminya. Tiba-tiba pak Amir menawar kan pekerjaan di Jepang di restoran makanan indonesia milik pak Amir, aku izin dulu sama Kiran teru sama ayah dan ibu. Setelah dapat izin aku hubungi nomor pak Amir dan akan di jadwal kan untuk berangkat ke Jepang setelah semua berkas selesai di urus," ucap Arka menjelas kan.
"Doa kan aku ya paman, karna sepulang dari Jepang aku akan melamar Kiran untuk jadi istri ku," sambung Arka.
"Paman doa kan semoga kamu sukses ya nak, dengan niat baik mu Tuhan pasti memberi kan kemudahan," ucap Arif.
Kirana pun keluar dari rumah dengan pakaian rapih dan sedikit riasan di wajah cantiknya, membuat Arka semakin terpesona dengan pribadi Kirana.
"Ayo berangkat," ajak Kirana.
"Motornya udah paman panasin tadi dan udah di cuci juga motornya," ucap Arif.
"Terima kasih ya paman, aku berangkat kuliah dulu," ucap Kirana pamit pergi pada Arif dan mencium punggung tangan Arif sebelum pergi di ikuti oleh Arka.
Arka dan Kirana pun pergi dari rumah Arif menuju kampus Kirana.
__ADS_1
"Arka jadi gimana kerjaan yang di tawar kan kemarin, kamu ambil apa ga?" tanya Kirana.
"Orang tua ku udah kasih izin jadi aku tinggal urus-urus paspor dan surat-surat lainnya, doa kan aku ya biar semua impian kita bisa terwujud," ucap Arka terus menjalan kan motornya.
"Iya pasti aku doa kan kamu dari sini, jangan lupa kasih kabar ya. Aku pasti kangen banget sama kamu," ucap Kirana mempererat pelukannya dari belakang.
"Iya, kamu jangan nakal ya. Tunggu aku pulang," ucap Arka.
Sesampainya di kampus, Kirana segera masuk ke dalam kampus dan berjalan menuju lorong untuk memasuki kelasnya pagi ini. Sedang kan Arka terus janjian dengan pelanggan untuk memberi kan paket pesanan pelanggan.
Arka mendapat pesan singkat dari pak Amir tentang keberangkatannya ke Jepang yang tinggal menunggu hari.
πArka, kamu siap-siap ya. Hari jum'at minggu ini kita pergi ke Jepang, semua paspor dan yang lainnya sudah saya urus semua."
π"Iya pak,"
Selesai kuliah, Kirana memesan ojek online di depan kampusnya tapi yang datang malah Iqbal sang mantan pacar.
"Hai cantik, pesan ojek online ya atas nama Kirana larasati," ucap Iqbal.
"Loh kok kamu sih, di sini kan bapak Yanto kenapa yang datang kamu," ucap Kirana melihat layar ponselnya yang berbeda dengan Iqbal yang tiba-tiba datang di hadapannya.
"Iya itu teman ku, aku pinjam aplikasinya. Sekarang kerjaan ku ya gini, narik ojek. Mau aku antar ga ini," ucap Iqbal menjelas kan.
__ADS_1
Kirana pun naik ke atas motor yang di bawa oleh Iqbal dan memakai helm yang di beri kan oleh Iqbal. Kirana sengaja menyimpan tasnya di tengah-tengah agar ada jarak antara Iqbal dan Kirana.
"Kamu kuliah di sini Kiran?" tanya Iqbal.
"Iya, di antar sesuai titik ya. Agak cepat, aku lagi buru-buru," ucap Kirana.
"Mau kemana sih, buru-buru amat," ucap Iqbal terus mencoba mendekati Kirana kembali.
"Di antar aja ya mas, ga usah banyak nanya," ucap Kirana ketus.
Iqbal terus mengajak berbicara Kirana tapi Kirana hanya menjawab singkat dengan nada ketus, sampai di tempat tujuan Kirana langsung turun dan memberi kan helm dan ongkos pada Iqbal lalu pergi dari hadapan Iqbal.
"Makin judes aku makin suka sama kamu Kiran, makin penasaran aja sama kamu," gerutu Iqbal.
Di dalam toko, Kiran langsung melihat laporan barang yang keluar dan masuk hari ini. Tak lama Arka pun datang dengan membawa uang setoran hasil COD hari ini.
"Oh iya Kiran, hari jum'at ini aku berangkat ke Jepang. Tadi pak Amir kasih tau aku jadwal keberangkatan ke Jepang," ucap Arka setelah memberi kan uang pada Kirana.
"Kok cepet banget sih perginya, kalau aku kangen kamu gimana," ucap Kirana dengan manja pada Arka.
"Kan bisa video call atau telpon juga bisa," ucap Arka.
"Interlokal itu mahal Arka, isi pulsa sedikit ga akan puas telponan sama kamu kalau jauh-jauh," ucap Kirana protes.
__ADS_1
"Boleh ga nih aku pergi kerja ke Jepang? katanya mau aku lamar setelah lulus nanto, kok berubah pikiran ya sekarang," ucap Arka dengan nada sindiran.
"Ish kamu ini," ucap Kirana.