CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Mengantarkamu diperistirahatan terakhir #2


__ADS_3

Setelah beberapa saat menangis akhirnya Niko dan Arumi menuju area pemakaman.


Setelah sampai di sana ternyata baru saja selesai di adzankan dan dua orang yang di dalam dibantu untuk naik, kemudian tanah mulai di turunkan.


Semua keluarga terlihat melihat nanar ke arah pusara ada yang terisak ada juga yang sedikit histeris, untung saja ibu Cilia tidak ikut.


Setelah ustad memimpin doa dan meminta permohonan maaf serta menjelaskan kemana harus menagih jika ada sangkutan utang piutang, kemudian para pengantar pun beranjak pulang.


Arumi dan pak Ngat yang sedari tadi menunggu ditempat teduh yang agak jauh dari pusara, masih setia menunggu Niko yang terlihat masih duduk berjongkok disisi makam.


" Ci.... selamat jalan, ternyata kamu duluan yang pulang.... tapi Koko juga cuma nunggu giliran, semoga kita ketemu suatu masa kelak.... ternyata Cinta kita tak berjodoh, tenanglah disana, Koko akan selalu berdoa untuk mu". Niko mengusap kayu nisan yang tertancap diatas pusara bertuliskan nama Cilia Anggraeni binti Suherman, matanya terpejam, nafasnya dia tarik dalam.... sangat dalam kemudian dia hempaskan perlahan hingga beberapa kali baru akhirnya berdiri dan beranjak pergi menyusul Arumi dan pak Ngat.


" Sudah mas!", teriak Arumi ketika melihat Niko mendekat menghampiri dirinya.


" Ayo.... panas, jangan lama lama di luar, terik banget nanti kalau kamu kepanasan bisa pusing", Niko menarik tangan Arumi menuntun menuju tempat parkir, Pak Ngat langsung duluan dan menyalakan mesin mobil serta AC biar ketika Arumi dan Niko sampai mobil sudah dingin.


Sepanjang perjalanan pulang tidak ada pembicaraan, Niko lebih memilih memejamkan matanya dan menyandarkan punggung serta kepalanya di sandaran jok.


Arumi yang memaklumi suasana hati Niko hanya diam dan sesekali melihat kesamping menikmati suasana di luar sana.


Sampai di rumah Niko langsung masuk kamar, Arumi mengikuti tapi begitu di kamar Niko langsung masuk kamar mandi bersih bersih ganti baju, sholat dan kemudian tidur tanpa sepatah kata dan tanpa makan siang, Arumi hanya diam membiarkan suaminya seperti itu, kali ini dia juga masih maklum akan suasana hati suaminya yang masih berkabung.


Tapi .... suasana seperti itu sampai malam dong, saat makan malam Niko malah pergi keluar tanpa sepatah kata tetap diam.


Oke... Arumi juga masih maklum, bahkan sampai tiga hari berlalu, di diamkan seperti itu Arumi akhirnya juga tak ingin memulai untuk bicara, merasa tak berbuat salah, merasa sudah melakukan yang dia mampu ya sudah, dalam hati Arumi nantangin... " Mau sampai mana.... ayo aja", begitulah kira kira.


Benar saja, Arumi tak mempedulikan Niko, sampai saat jam 10 malam ketika yang lain beranjak tidur tapi dia merasa pinggangnya panas dan perutnya mulas tapi hilang lagj, berulang kali sampai Arum akhirnya mengirim pesan pada pak Ngat di jam 2 malam, untuk pak Ngat langsung paham dan menyiapkan mobil, Arumi pergi ke rumah sakit bersama pak Ngat tanpa Niko ataupun Mama Erina.


Setelah habis subuh barulah pak Ngat menelpon Mama dan memberi tahu kalau Arumi berada di rumah sakit bersama Ayah Ery dan Bu Ida, tanpa Niko.

__ADS_1


Mama langsung kaget apa lagi pak Ngat bilang kalau Arumi sudah pembukaan 8.


" Nik.... Niko.... bangun kamu! apa apaan kamu, istri sedang berjuang antara hidup dan mati kamu malah enak enakkan tidur". Mama Erina kali ini kalap.... dia tahu kenapa Arumi sampai tidak membangunkan Niko.


PLAAKKKK


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Niko yang baru saja membuka matanya, Papa yang mendengar ribut ribut akhirnya ikut masuk kamar putranya tersebut, melihat mama Erina sampai menampar anak lelakinya pasti putranya melakukan kesalahan besar, akhirnya Papa pun menyeret Niko turun dari ranjang dan langsung menendangnya hingga terjungkal menabrak lemari, darah merembes dari keningnya karena terkena pinggiran lemari.


" Niko salah apa? baru juga membuka mata mama papa langsung menghajar... ini ada apa?", Wajah Niko sok polos.


" Ada apa kamu bilang.... hah... istri kamu semalam pergi kamu sampai tidak tahu.... kali ini kalau pada akhirnya dia tidak pernah kembali jangan tangisi, karena begitu istrimu memutuskan pergi maka hak waris keluarga Windra santoso akan langsung jatuh pada putra mu tanpa melalui kamu dan kamu harus pergi dari rumah ini .... paham".


Niko pun kaget ternyata dia semalam tidur tanpa istrinya. kenapa dia sampai tidak tahu kalau istri nya pergi.


" Mama.... papa... kemana Arum pa?", Tangis Niko pecah akhirnya.


*****


" Bunda.... maafin Arum... bunda... maafin", rintih Arumi sambil memegang tangan Bu Ida.


" Iya sayang.... sabar ya, berdoa dan atur nafasnya... sebentar lagi... sabar". Bunda membelai kepala Arumi yang sudah lepas kerudung karena Arumi minta khusus dokter yang menangani kelahirannya adalah dokter perempuan dan di ruangan khusus pula sehingga terjaga privasinya.


" Dokter.... Pingin ke kamar mandi... dokter... ga kuat... mau p*p", rintih Arumi.


" Sus siapkan semuanya... ", ucap Dokter yang sudah siap dengan sarung tangan.


" P*p nya disini saja... oke... yuk atur nafas, dan.... heugg... hayo... lagi... mata tidak boleh merem oke... ",


Bersamaan dengan itu Mama Erina masuk... dia sudah on dengan handycam nya langsung mengeshoot pemandangan di depannya bahkan dokter pun sudah tidak sempat bicara lagi dia fokus pada Arumi.

__ADS_1


" Dokter... mau p*p lagi Dok... heug... heug..... mas... mas Niko... massss.... sakittt mas... heug... heug.... masss.... Arum ga kuat masss.... ". Arumi teriak memanggil Niko.


" Hayo... bunda... nafasnya.. hayo jangan berhenti kasihan udah kelihatan... Ayo sekali lagi yuk... ", dokter terus memberi semangat pada Arumi.


" Heuuggg heuuggg... mas... tolongin Arum mas... mas sakiittt.... dokter... P*p nya sudsh msu keluat Dok... Heuugggg....".


" Oeek oeek oeekkk.... ", Alhamdulillah... selamat bunda... putranya sudah lahir... tampan sekali", Ucap Dokter seraya mengangkat bayi merah itu dan menunggingkan nya, kemudian menepuk punggungnya pelan setelahnya langsung di taruh di dada Arumi.


" Alhamdulillah...terima kasih ya Robb", suara Arumi lirih dan parau karena habis teriak teriak, kemudian berbisik membaca doa untuk putranya itu.


Niko yang baru datang ketika Arumi di akhir akhir hendak melahirkan langsung terduduk lemas di samping bunda tanpa sepatah kata dia hanya menangis haru menyaksikan istrinya berjuang sendiri tanpa dirinya.


Sampai saat putranya di taruh di dada Arumi dia masih terisak dan sesekali melirik suster dan dokter yang sedang membersihkan darah dan air ketuban Arumi.


" Kalau kerasa mules... hejankan lagi, masih ada plasentanya yang belum lahir".


" Mules Dok... heuuggg...",


" Oke ... sudah, tahan sebentar ya, suster akan membersihkan darah dan melihat apakah harus di jahit atau tidak, mengingat tadi beberapa kali berhenti".


-


-


-


BOLEH PROTES.... BEBAS... PROSES LAHIRAN SEPERTI ITU PENGALAMAN AUTHOR... MUNGKIN SETIAP ORANG BERBEDA PENGALAMAN YA😊🙏🙏


LANJUTTT....

__ADS_1


__ADS_2