CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Yakin


__ADS_3

" Yakin ga mau menanyakan kabar dia gitu?". Niko hanya mengendikkan bahu.


" Nanti nyesel lho!, kepikiran terus ga bisa tidur, terbawa mimpi!", goda Arumi pada Niko.


" Apaan sih lebay!", Niko melengos dengan candaan istrinya itu.


" Diihhh.... di ingetin malah di bilang lebay, atau Arum yang panggilin biar dia gabung sama kita", Arumi berdiri beranjak mau menghampiri Cilia tapi tangan Niko langsung menggenggam.


" Hissttt... ga usah! ga perlu! kamu yakin mau manggil dia?".


" Yakin.... yakin banget malah!".


" Kalau begitu biar mas yang menyapa dia".


Deg.... hati Arumi sedikit bergetar, tapi kali ini dia harus menyakinkan hatinya... ya untuk kali ini mau ngetest suaminya.


" Oke, Arum tunggu!", senyum mengembang di bibir Arumi memberikan isyarat suaminya untuk mendekati Cilia.


Niko melangkah kearah meja Cilia, kemudian menyapanya


" Haiiii..... ". yang di sapa mendongakkan wajahnya kemudian tersenyum sumringah.


" Haiii...., Niko!". matanya beredar mencari sesuatu dan akhirnya mengarah ke Arumi, Arumi mengangguk dan tersenyum.


" Mau makan atau sudah?".


" Hmmm.... aku sudah beres, tapi masih ingin berdiam sebentar lagi pulang!".


" Kami baru pesan makan, istriku mengajak gabung kalau kamu mau silahkan!", Niko menunjuk bangku Arumi.


" Oke!".


Niko kemudian balik ke meja Arumi, makanan yang mereka pesan pun datang.


" Mbak.... sini gabung sama kita!", teriak Arumi.


Cilia pun akhirnya mendekat dan menarik satu kursi disebelah Arumi. Niko hanya melirik tanpa bicara atau senyum.


" Silahkan nikmati, aku sudah kenyang".


" Mbak Apa kabar? bagaimana hasil kemo nya?",


" Seperti yang kalian lihat, aku sudah lebih baik hanya saja butuh pemulihan saja".


" Syukurlah... semangat ya mbak!".


" Terima kasih, ngomong ngomong sekarang berapa bulan debay nya?".


" Oowh.... kami tinggal menunggu waktu, HPL nya sih tiga minggu lagi".


" Moga lancar ya!",


" Terima kasih mbak!".


Sepanjang Arumi dan Cilia mengobrol Niko hanya fokus dengan makanannya sampai selesai. Sementara Arumi nampak makan dengan pelan karena sesekali menjawab pertanyaan Cilia.

__ADS_1


" Nik.... terima kasih ya suport nya selama ini". Cilia kemudian berbicara kepada Niko.


" Oke, ga masalah, semangat terus biar lekas sembuh".


" Yank... sini... mas sudah beres, biar mas yang suapi makannya". Niko kemudian mengambil alih sendok yang di pegang Arumi dan menyuapi nya, Arumi hanya menurut.


Cilia melihat setiap adegan Niko memperlakukan istrinya, betapa lembut dan sabar ada rasa iri tapi saat ini lebih banyak bahagia karena Niko bisa mencintai istrinya dengan tulus.


" Kalian lanjut ya, sudah malam nih Aku harus pulang".


" Ga nunggu kita mbak, biar diantar pulang sama mas Niko". tawar Arumi.


" Ga, makasih.... rumahku sama rumah kalian beda arah ya dari sini, lagian rumahku dekat!".


" Kalau begitu hati hati", jawab Niko hanya melirik Cilia sekilas kemudian melanjutkan aktifitasnya mengelap bibir Arumi dengan tisu.


" Semangat mbak, harus sembuh ya!", teriak Arumi melihat Cilia pergi dan hanya di jawab dengan acungan jempol oleh Cilia.


" Yank.... kenapa kamu baik sama dia, mau mengetest mas ya?".


" Diihhh.... ", Arumi menyebikkan bibirnya.


" Ya ga lah... ga salah.... hahaaa". kekeh Arumi.


" Dasar ..... ga boleh gitu sama suami, entar kuwalat lho!".


" Tapi mas lega kan, lihat dia sudah sehat", kembali Arumi menyebikkan bibirnya.


" Iya, sebagai orang yang pernah kenal! ".


" Bukan sebagai mantan terindah?".


" Bukan karena fisik mbak Cilia yang sudah berbeda mas?".


" Bukan! Mas yakin... kalau itu kamu Yank meskipun rambutmu beruban, badan kurus kering atau melar sekalipun mas tetep akan sayang!".


" Mas ga iba gitu melihat mbak Cilia yang sekarang?".


" Sebagai manusia pasti iba, tapi rasa iba ku sama seperti melihat orang lain yang kondisinya sama kayak dia, kalau mas Cinta pasti mas menangis Yank lihat kondisi dia sekarang, tapi mas merasa iba biasa seperti melihat orang lain yang sedang sakit".


" Mas Yakin?".


" Sangat Yakin.... kalau mas betul betul sayang kamu gadis ingusan, kampungan dengan hijab panjang dan baju gamis gedodoran!".


" Arum belum sampai di tahap itu mas, Arum masih suka pakai celana panjang dan gamis yang pas".


" Oya mas.... tahu ga mas, nomer ponsel mbak Cilia yang di ponsel mas Arum blokir, maaf", Arum menyedekapkan kedua trlapak tangannya di depan dada🙏.


" Ga masalah, mungkin justru dengan begitu mas jadi bisa tau kalau tanpa chat atau telpon dari dia hidup mas jauh lebih bahagia dan tentram".


" Alhamdulillah.... ", suara lirih Arumi bergetar menahan tangis.


" Kok sedih sih?", Niko menggenggam tangan Arumi dan tangan satunya mengangkat dagu Arumi, melihat dengan jelas bahwa istrinya tengah berkaca kaca.


" Maaf.... jika mas terlambat menyadarinya, tetaplah ada di sisi mas sampai anak anak kita lahir dan sampai maut yang memisahkan kita". Arumi hanya manggut dan menggigit bibirnya, air matanya tak bisa dibendung lagi, walau hanya sebulir tetap saja lolos begitu saja. Arumi langsung menangkup tangan Niko yang tangah mengangkat dagunya dan langsung menciumnya, senyum tipis terukir di bibirnya.

__ADS_1


" Terima kasih mas". Niko tersenyum matanya pun berkaca kaca.


" Kita pulang yuk, sudah malam", ucap Niko kemudian.


" Ayo", Arumi bergegas mengikuti langkah Niko menuju kasir.


Menuju tempat parkir saling bergandeng tangan, Tanpa bicara tapi hati mereka sama sama berbunga.


******


Sampai rumah ternyata ada Papa dan Kevin di ruang tamu tengah mengobrol.


" Haiii.... bos, Apa kabar?", Kevin langsung menyalami Niko mereka saling berpelukan.


" Alhamdulillah baik".


" Bos Nona.... tambah imut aja", Niko langsung melotot ke arah Kevin saat menyebut istrinya makin imut. " Maaf Bos, keceplosan hehee... ". sambungnya.


" Halo juga mas Kevin, mas Kevin juga makin ganteng, lama ga ketemu". Arumi ramah menyapa Kevin.


" Yank..... jangan di bilang gitu dong, entar dia makin bertingkah". Niko memberi isyarat Arumi untuk masuk. Papa sama Kevin hanya mesem saja melihat tingkah Niko.


" Maaf ya mas Kevin.... silahkan lanjut, Arumi permisi dulu".


" Silahkan bos Nona". Papa, Niko dan Kevin akhirnya melanjutkan obrolan mereka, Sementara Arumi langsung menghambur duduk di sebelah Mama Erina yang sedang duduk menonton tv di sofa.


" Assalamualaikum... mama.... Chiki".


" Waalaikum salam, sayang... udah? gimana hasilnya masih ngumpet aja?".


" Engga dong ma.... tadi nongol monasnya!",


" Alhamdulillah.... ".


" Wah.... cowok kak!".


" InshaaAlloh.... ".


" HPL nya ga berubah kan?",


" Tidak ma.... tiga minggu lagi, berarti periksa sekali lagi, Doain ya ma.... Arumi deg degan Nih!".


" Pasti sayang Mama doain, tenanglah... semoga lancar dan sehat dua duanya".


" Iya ma... Aamiin".


-


-


-


IKUTI TERUS YA.... INI SUDAH MENDEKATI EPISODE AKHIR....


DAN AUTHOR MAU LANJUT DI CERITA LAIN LAGI CUMA MASIH DIPIKIRKAN JUDULNYA😊

__ADS_1


ENDINGNYA SEMOGA MEMBUAT READER SUKA.... TUNGGU YA... 😊😊


LANJUTTT......


__ADS_2