CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab. 22 sewa tempat usaha.


__ADS_3

Sepulang Selly dari rumah, Kirana mencoba membicara kan niatnya pada Arif. Kirana menghampiri Arif yang sedang menikmati secangkir kopi di teras rumah.


"Paman, boleh aku bicara," ucap Kirana.


"Boleh nak, duduk lah," ucap Arif, Kirana pun duduk di sebelah Arif.


"Begini paman, tabungan ku kan udah cukup untuk sewa kios. Aku berencana menyewa ruko atau kios untuk menerus kan usaha kosmetik ku, itu pun kalau paman setuju," ucap Kirana.


"Terus kamu tinggal di ruko itu dan meninggal kan paman dan bibi di sini," ucap Arif dengan nada agak tinggi membuat Lia langsung keluar untuk memastikan.


"Ada apa ini Kiran?" tanya Lia.


"Kirana mau pergi dari sini dengan alasan menyewa tempat usaha dan mau tinggal di ruko yang di sewanya," ucap Arif.


"Bukan begitu maksud ku paman, aku ga bermaksud pergi dari kalian," ucap Kirana berusaha menjelas kan niat yang sebenarnya.


"Setelah ku rawat kamu dari bayi sampai sebesar ini, sekarang setelah kamu sukses kamu mau tinggal kan paman dan bibi mu ini yang sudah banyak berjasa pada mu," ucap Arif dengan nada tinggi dan emosi yang memuncak.


"Bukan begitu maksud ku paman," ucap Kirana mulai menetes kan air mata.


"Kak dengar dulu penjelasan dari Kirana jangan dulu marah seperi ini, kak Arif hanya salah paham dengan maksud Kirana," ucap Lia membela Kirana.


"Bukan maksud ku pergi dari sini bi, bukan maksud ku begitu," ucap Kirana menangis di pelukan Lia.


Arif terdiam saat melihat Kirana menangis karna Arif sudah membentaknya.


"Maaf kan aku paman, bukan maksud ku tidak menghargai semua pengorbanan paman dan bibi yang sudah merawat ku dari aku bayi. Mana mungkin aku tidak menghargai itu semua, bahkan aku belum bisa membalas semua ke baikkan paman dan bibi pada ku," ucap Kirana dengan air mata terus mengalir di pipinya.


"Aku hanya berniat menyewa kios atau ruko dengan uang tabungan ku agar usaha ku bisa lebih maju lagi, bukan maksud ku untuk meninggal kan kalian berdua. Aku terus berusaha untuk membahagia kan kalian berdua," sambung Kirana.


"Maaf kan paman nak, paman terlalu takut kamu pergi dari paman. Maaf kan paman telah menyakiti hati mu nak," ucap Arif memeluk Kirana dan menghapus air mata di pipinya.


"Kalian hanya salah paham, maaf kan paman mu ya nak," ucap Lia mengusap rambut panjang Kirana.

__ADS_1


Kirana hanya menjawab dengan anggukan kepala dan menghapus air mata di pipinya.


"Biar nanti cari kan kios atau ruko untuk mu usaha ya, asal kan kamu ga pergi dari sini," ucap Arif.


"Iya paman, aku janji ga pergi dari paman dan bibi," ucap Kirana berjanji pada paman dan bibinya.


...***...


Ke esokan harinya, Arif mencari informasi tentang kios atau ruka yang akan di sewa kan lewat teman-temannya.


Arif menemukan satu ruko dengan harga terjangkau yang berada di tengah kota milik temannya, namun jaraknya yang jauh dari rumahnya membuat Arif menjadi ragu untuk melepas Kirana usaha di tempat itu.


Arif pun mencari lagi tempat lain, namun harga sewanya cukup mahal. Arif takut tidak sanggup untuk membayar sewa pertahunnya.


Arif kembali ke rumah dengan hati bimbang antara melepas Kirana hidup mandiri dengan usahanya yang akan maju atau tetap bersama Kirana tapi usahanya yang bertahan di situ.


"Gimana paman, ada kios yang cocok?" tanya Kirana.


"Ada tapi jaraknya jauh nak, ada yang dekat tapi harganya terlalu mahal," ucap Arif.


"Maaf kan paman ya nak, belum bisa memberi kan apa yang kamu mau," ucap Arif menyesali apa yang sudah terjadi.


"Ga usah minta maaf paman, paman ga salah kok. Kan masih bisa jualan dari sini sebelum dapet kios yang memang cocok untuk melanjut kan usaha ku," ucap Kirana.


Kirana melanjut kan usaha kosmetiknya dari rumah, setiap hari barang yang masuk dan keluar semakin banyak. Membuat rumah semakin penuh oleh barang-barang dagangan Kirana.


"Alhamdulillah ya, sejak awal tidak pernah sepi pembeli malah tambah banyak," ucap Lia yang membantu Kirana membungkus pesanan untuk esok hari.


"Iya bibi, aku juga bersyukur jualannya makin laris," ucap Kirana.


Ponsel Kirana berdering tanda panggilan masuk, Kirana berdiri dari duduknya karna ponselnya di simpan di meja belajarnya di kamar dan ternyata panggilan masuk dari Selly.


"Baru juga pulang udah telpon aja nih anak, ada apa ya," gerutu Kirana.

__ADS_1


šŸ“±"Kenapa sell," tanya Kirana.


šŸ“±"Kiran besok aku ada panggilan interview di minimarket," ucap Selly.


šŸ“±"Bagus dong, aku doa kan semoga kamu di terima bekerja di minimarket. Amin," ucap Kirana berdoa untuk Selly.


šŸ“±"Amin, tapi Kiran. Gimana dengan pengiriman paket-paketnya, kan kamu ga bisa pakai motor," ucap Selly mengkhawatir kan Kirana.


šŸ“±"Ga apa-apa, aku bisa sambil belajar belajar. Kamu fokus sama karir kamu aja dulu, kan kamu juga mau sukses," ucap Kirana.


šŸ“±"Terima kasih ya karin, kamu memang sahabat terbaik ku. Besok setelah selesai interview aku langsung ke rumah mu, nanti aku bantu kirim barang ya," ucap Selly.


šŸ“±"Iya, jangan lupa berdoa ya agar semuanya lancar dan di terima kerjanya," ucap Kirana memberi semangat.


šŸ“±"Oke, aku pasti berdoa dulu sebelum masuk ke ruang interview," ucap Selly.


šŸ“±"Ya sudah, aku mau lanjut packing paket buat besok," ucap Kirana mengakhiri obrolannya lalu menutup telponnya.


Kirana pun kembali duduk bersama Lia di ruang tamu yang di jadi kan ruangan untuk Kirana packing paket.


"Siapa nak yang telpon?" tanya Lia.


"Selly bi, katanya besok mau ada panggilan interview jadi ga bisa bantu aku kirim paket," ucap Kirana menjelas kan.


"Iya ga apa-apa sementara minta tolong Arka aja, anak tetangga sebelah. Dia juga lagi nganggur," ucap Lia menawar kan jasa untuk mengirim paket.


"Iya bi, biar nanti aku ke rumahnya untuk minta bantuan," ucap Kirana.


"Hari ini banyak pesanan yang masuk ya nak," ucap Lia dengan tangan masih membungkus paket-paket sedang kan Kirana memasuk kan kosmetik ke dalam dus kecil.


"Iya bi, alhamdulillah. Ini semua berkat doa paman dan bibi juga," ucap Kirana.


Setelah selesai, semua paket di pilah dan di pilih mana untuk di kirim lewat ekspedisi dan mana paket yang COD.

__ADS_1


"Sudah selesai, aku ke rumah Arka dulu ya bi. Siapa tau besok dia mau mengantar semua paket-paket ini," ucap Kirana.


__ADS_2