CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 43. Keberangkatan umroh.


__ADS_3

"Oh iya nak, kenapa ibu mu ga di daftarin juga? Kenapa harus paman dan bibi yang di utama kan oleh mu?" tanya Lia.


"Bibi kaya yang ga tau ibu aja, pas di rumah sakit aja ga mau lihat aku tapi biaya rumah sakit maunya aku yang bayar. Kalau paman dan bibi kan udah jelas yang merawat dan membesar kan aku dari aku bayi sampai sekarang, masa aku ga tau berterima kasih setelah aku besar dan punya penghasilan sendiri. Pasti aku mengutamakan paman dan bibi dari pada ibu yang jelas-jelas menolak ku," ucap Kirana menjelas kan.


Iqbal datang untuk mengambil kunci toko dan menunggu Kirana di halaman parkir.


๐Ÿ’ŒKiran, aku udah di parkiran, kamu dimana?


Kirana hanya membaca lalu keluar dari ruangan yang berukuran tidak terlalu besar tapi banyak yang berkunjung untuk mendaftar kan diri pergi umroh, karna travel umroh ini hanya ada satu-satunya di sekitar daerah rumah Kirana.


"Paman, sebentar ya. Aku keluar dulu, ada pegawai ku mau ambil kunci toko," ucap Kirana izin pamit keluar ruangan.


"Boleh nak, tapi jangan lama. Paman ga ngerti harus ngomong apa sama si mba nya,"


Kirana mengangguk kan kepala lalu berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi ke luar ruangan untuk menemui Iqbal.


"Kamu lagi apa di sini Kiran?" tanya Iqbal heran.


"Daftar kerja, ya daftar umroh lah. Gimana kamu ini," ucap Kirana memberi kan kunci toko pada Iqbal.


"Oh iya tadi ada kurir ekspedisi mau ambil barang tapi balik lagi karna takut lama dan si kurir lagi banyak kerjaan lain juga," ucap Iqbal menjelas kan.


"Ya sudah biar nanti aku telpon kurirnya, kamu antar paket yang kantong besar warna biru ya. Udah selesai di sini, aku pasti langsung ke toko,"


"Aku jemput ya,"

__ADS_1


"Ga usah, aku sama paman ku di sini. Kamu tunggu di toko aja, kalau belum sarapan kamu sama mba Rani sarapan dulu biar aku yang bayar,"


"Oke lah kalau begitu, aku pergi dulu ya mba Rani pasti sudah menunggu," ucap Iqbal lalu memutar kan motornya dan pergi meninggal kan Kirana.


"Enak juga kerja bareng Kirana, sarapan di bayarin pulang di gaji langsung. Apa lagi kalau jadi pacar, mau ini itu pasti di beri kan. Kapan ya Kirana mau balik lagi sama aku?" batin Iqbal.


...***...


Selesai semua pendaftaran dan mencatat setiap instruksi dari petugas travel umroh apa saya yang harus di bawa dan di siap kan, Kirana keluar dari ruangan di susul oleh Arif dan Lia.


"Paman dan bibi pulang aja, biar nanti aku yang beli semua keperluan yang akan di bawa sama paman dan bibi nanti. Aku ke toko dulu, tadi kurir yang mau bawa paket ku balik lagi jadi harus di antar ke ekspedisi paketnya," ucap Kirana beralasan lalu memesan ojek online menuju tokonya.


"Kamu hati-hati di jalannya ya nak, paman dan bibi pulang dulu. Sekali lagi terima kasih sudah mengutamakan kami," ucap Arif yang sudah berada di atas motor bersama Lia di belakang Arif.


Tak lama ojek online pesanan Kirana pun datang, Arif dan Lia pergi setelah Kirana pergi dari parkiran.


Sesampainya di toko, Kirana langsung masuk di dalam hanya ada mba Rani. Iqbal masih mengantar paket pada pelanggan.


"Mba paket yang di kirim lewat ekspedisi udah di bawa sama kurir apa masih ada?" tanya Kirana melihat sekeliling toko.


"Barusan kurirnya datang lagi Kiran, ngambil paketnya, katanya tadi kurirnya ngambil dulu di tempat lain jadi ke sini yang terakhir," ucap Rani menjelas kan.


"Ini tolong di bungkus ya, untuk di kirim besok," ucap Kirana memberi kan satu paket kosmetik pada Rani lalu Rani dengan sigap membungkus kosmetik yang di beri kan oleh Kirana.


"Oh iya mba, aku kan lagi butuh uang tambahan buat bekal paman dan bibi ku berangkat umroh minggu depan, jadi aku mau adain diskon potongan harga atau beli 1 gratis 1 semua prodak kosmetik. Menurut mba Rani yang bagus yang mana?" tanya Kirana meminta saran.

__ADS_1


"Dua-duanya aja Kiran, prodak baru di potong harga 5 ribu aja kalau prodak lama kaya stok yang udah lama lebih baik naikin harganya 2 ribu tapi beli 1 gratis 1. Gimana setuju ga?" ucap Rani memberi saran.


"Boleh juga tuh mba, stok lipstik kan banyak harga normal aja tambah 2 ribu dapat 2 gitu ya di tulis di promonya biar menarik pelanggan juga kan ya," ucap Kirana menerima saran dari Rani.


"Mba siap-siap ya besok hari ini dan besok pulang agak malam, aku minta tolong di siap kan barang-barangnya di keluar kan dari gudang. Nanti aku mau ajak Iqbal buat antar aku beli keperluan paman dan bibi ku pergi umroh, setelah aku selesai aku pasti langsung pulang ke toko dan mba boleh pulang," sambung Kirana.


"Iya boleh Kiran, anak ku udah sembuh kok. Jadi aku bisa dengan tenang meninggal kan anak ku di rumah dengan kakaknya," ucap Rani.


Iqbal pun datang setelah mengantar semua paket pada pelanggan, Iqbal membuka kan pintu kaca lalu masuk ke dalam toko yang hanya ada 2 orang pelanggan yang sedang memilih kosmetik.


"Kiran ini uang hasil COD hari ini," ucap Iqbal memberi kan sejumlah uang dengan jumlah yang tak sedikit.


"Iya terima kasih, oh iya bisa antar aku ke toko peralatan haji? aku mau beli perlengkapan untuk paman dan bibi ku," ucap Kirana meminta bantuan pada Iqbal.


"Ayo dengan senang hati aku pasti mengantar mu kemana pun kamu mau," ucap Iqbal dengan sedikit rayuan membuat Rani tersenyum mendengar perkataan Iqbal.


"Kamu ini bilang aja pengen deket-deket sama Kiran, PDKT nya gitu amat dasar anak muda," ucap Rani terkekeh melihat usaha Iqbal.


"Hehehe namanya juga usaha mba, siapa tau Kiran mau balikan sama aku," ucap Iqbal tersenyum penuh arti pada Kirana.


"Udah ih ayo pergi, ga udah banyak rayuan segala. Aku belum ada niat balikan sama kamu, urusan ku masih banyak bukan hanya soal cinta-cintaan," ucap Kirana setelah menghitung dan menulis di buku laporan keuangan yang Kirana buat sendiri.


"Mba aku titip toko ya, barang-barangnya tolong di keluar kan dan di susun dengan rapih ya mba. Aku pasti cepat balik lagi ke toko kalau semuanya udah selesai," sambung Kirana.


"Iya Kiran, pergi lah. Semua pasti demi paman dan bibi mu, semoga semuanya lancar dan membawa keberkahan yan Kiran, amin," ucap Rani, Kirana dan Iqbal meng amin kan doa dan harapan dari Rani.

__ADS_1


__ADS_2