CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 40. Rayuan Diki.


__ADS_3

Selly dan Diki bangun dari tempat tidur dan kembali berpakaian, meraka hendak mencari makanan untuk sarapan pagi. Selly hanya mengguna kan kaos oblong milik Diki dan celana pendek yang sengaja ia bawa dari rumah. Selly sengaja tidak menggunakan bra agar lebih leluasa.


Biasanya di rumahnya, Selly tidak pernah berpakaian seperti itu tapi sejak kenal dengan Diki dan mengenal ***, Selly jadi lebih berani mengguna kan pakaian yang terbuka dan sexy.


"Janji ya setelah sarapan nanti kasih aku jatah naik lagi," bisik Diki di telinga Selly meraba ke dalam perut Selly sampai di gunung kembar milik Selly.


"Ish kamu ketagihan ya, punya ku nikmat ya sayang sampai kamu ketagihan padahal kan udah dari semalam kita terus-terusan tempur. Memangnya ga cape apa?" ucap Selly tersenyum saat Diki melingkar kan tangannya di pinggang rampingnya.


"Kan ga tiap hari juga sayang, mumpung kamu libur kerja dan kamu bisa tidur di kamar kost ku. Ya.. ku manfaat kan kesempatan yang ada, pokoknya bagi ku tubuh mu candu ku," ucap Diki.


"Ini kamu ga pakai bra sengaja menggoda ku ya, jadi pengen lagi sayang," ucap Diki terus meraba dan memain kan benda kenyal milik Selly.


"Kan lebih leluasa dan gampang aja, kalau kamu lagi makan terus mau kan bisa tinggal pegang aja," ucap Selly menganggap enteng semua hal tentang kenikmatan di atas ranjang seakan tidak pernah ada rasa takut akan terjadi sesuatu pada dirinya.


Mereka pun mencari sarapan di sekitar kost Diki, saat sedang menunggu pesanan secara kebetulan Iqbal melintas di depan Selly dan sengaja memarkir kan motornya jauh dari tempat Selly dan Diki duduk.


"Pagi-pagi udah basah aja tuh rambut, muka juga ceria amat. Semalam abis itu ya ..." ucap Iqbal menggoda Selly dengan candaan ringan.


"Tau aja sih, kalau kita udah tempur. Oh iya kamu dari mana tiba-tiba ada di sini," ucap Selly menganggap serius candaan dari Iqbal.


"Oh jadi bener nih kalian udah tempur, aku kira cuma bohongan. Aku sengaja cari sarapan di sini sekalian lewat habis antar penumpang," ucap Iqbal lalu memesan sarapan yang sama dengan Selly dan Diki.

__ADS_1


"Habis berapa ronde nih?" tanya Iqbal iseng.


"Kita tempur semalaman dan barusan kita tempur lagi, rasanya nikmat Bal. Udah pernah coba belum kamu?" ucap Selly tanpa malu memberi tau pada Iqbal dan Iqbal menanggapinya dengan biasa aja.


"Loh kamu tdr bareng di satu kamar, apa ibu mu ga nyariin tuh," ucap Iqbal semakin pemasaran karna baru mengenal dekat Selly yang sekarang lebih hot beda dengan Selly yang pernah satu sekolah dengannya yang lebih kalem dan lebih banyak diam.


"Aku kan bilang ke ibu ku kalau aku tidur di toko Kirana, setiap mau libur selalu gitu dan ibu ku percaya dengan apa yang ku kata kan. Malamnya dia jemput aku di toko Kiran, tadinya mau sekali main langsung pulang lagi tapi dia nagih terus ya udah bergadang sampai pagi deh," jawab Selly tanpa malu membuka aibnya sendiri sambil menyantap sarapannya sedang kan Diki terus tersenyum dan sesekali mencium pipi Selly di hadapan Iqbal.


"Gila, aku kira kamu ga bakal kaya gini loh Sell. Ciuman depan umum pun udah ga malu lagi, jarang-jarang ada cewek kaya kamu. Jangan sampai lepas mas, cewek langka nih," ucap Iqbal memuji Selly tanpa sadar perkataan Iqbal adalah hinaan dengan cara lembut.


"Kamu tau, tubuh Selly candu buat aku. Iya ga sayang," ucap Diki berbisik pada Iqbal lalu memeluk tubuh Selly yang mengguna kan kaos oblong milik Diki dan sengaja tidak mengguna kan bra.


"Ngiler ga kamu liat kita berdua? makanya cari pacar yang bisa di ajak tidur jangan cuma di ajak chat doang, cari pacar yang bisa bikin kamu puas menikmati surga dunia. Kita pulang dari sini mau tempur lagi," bisik Selly di dekat Iqbal.


"Mau ikut, ayo aja. Asal kamu bawa pacar kamu," ucap Selly meraba ke bagian sensitif Iqbal membuat Iqbal kaget dengan sentuhan dari Selly.


"Gila nih cewek bisa-bisanya pegang junior ku depan pacarnya, kalau Kirana sampai kaya gini ga akan ku biar kan keluar kamar. Kalau ga ada pacarnya bisa-bisa Selly ku cicipi, dia liar kayanya sampai pacarnya bilang ketagihan sama benda sempit miliknya," batin Iqbal melahap habis makanan di depannya lalu pergi setelah membayar.


"Aku duluan ya mau narik lagi, udah ada orderan masuk," ucap Iqbaal pamit pergi pada Selly dan Diki.


"Jangan lupa pengaman biar ga bunting," sambung Iqbal berbisik di telinga Selly.

__ADS_1


"Dia bilang jangan lupa pakai pengaman biar ga bunting, ish enakan langsung ya sayang lebih terasa nikmatnya," ucap Selly berbisik di telinga Diki membuat Diki ga sabar pengen cepat pulang.


"Udah belum sarapannya, aku udah ga kuat nih. Kamu sih dari tadi ceritanya itu terus jadi kan aku pengen lagi," ucap Diki manja pada Selly.


Tanpa memikir kan dosa dan akibat dari perbuatannya, Selly mau di setubuhi oleh Diki berulang kali. Tanpa menghiraukan nasihat dari Kirana yang sudah menjadi sahabatnya sejak SMP, Selly hanya memikir kan kenikmatan yang di beri kan oleh Diki.


...***...


Setelah kepergian Arka, Kirana lebih sering tidur di tokonya dan hanya sesekali pulang ke rumah Arif. Pagi ini sesuai janji Iqbal datang pukul 8 pagi, setelah Iqbal mengantar satu penumpangnya.


Kirana membawa sepiring nasi uduk di tangannya dan secangkir teh hangat saat Iqbal datang.


"Hai cantik, mau aku bantuin ga bawain piringnya," sapa Iqbal.


"Kalau kamu mau sarapan kamu pesan aja, biar aku sekalian yang bayar," ucap Kirana masuk ke dalam toko.


"Ga apa-apa nih aku numpang sarapan di sini, kebetulan aku belum sarapan," ucap Iqbal basa basi lalu memesan nasi uduk sama dengan Kirana.


Setelah mendapat kan sarapannya, Iqbal pun ikut masuk ke dalam toko. Satu hal yang selalu Iqbal tunggu-tunggu bisa berduaan dengan Kirana di dalam satu ruangan yang sama, terlintas di benaknya saat Selly mencerita kan semua yang di lakukannya dengan sang pacar.


"Apa Kiran bisa ya kaya Selly, tapi kan Kiran orangnya galak baru ngajakin aja udah habis di cakar aku," batin Iqbal saat melihat penampilan Kiran dengan kaos oblong berwarna putih.

__ADS_1


"Ayo lagi mikirin apa? Awas aja kalau pikirannya kemana-mana," ucap Kirana menyadarkan Iqbal dari angan-angannya.


"Eh ga lagi mikirin apa-apa, cuma mikirin kamu bisa balikan lagi sama aku. Jadi kan kerjanya lebih semangat lagi," ucap Iqbal beralasan.


__ADS_2