
Bos..... semalam tidak ada jatah ya, sepertinya bos hari ini terlihat lebih tua dari kemarin.... hahaiiiii....", kekeh Kevin membuat Niko yang sedang duduk malas sambil mengacak rambut jadi melotot sampai hampir keluar biji matanya.
" Enak saja, istri gue ga seperti itu ya.... dia istri paling ngertiin keinginan suaminya".
" Oohh.... syukurlah kalau bos sadar, nona bos adalah istri teladan, seperti Aisyah, jangan sia siakan punya istri begitu, susah nyarinya, masih beruntung bos tidak harus susah susah nyari, dia datang sendiri melalui perjodohan.... bersyukur bos!". celetuk Kevin seperti pada teman sendiri, iya Kevin dan Niko memang teman di luar tapi di kantor bos dan asisten. Tapi Niko yang mendengar omongan Kevin barusan cuma tersenyum kecut.
" Apa kabar tuh.... si mantan kesayangan, udah baikan?", tambah Kevin kemudian.
" Udah.... dia lagi tahap persiapan kemoterapi".
" Duuhhh perhatian banget..... bener bener ya, Cinta pertama, cinta sejati dan.... cinta sampai mati itu ada di diri bos!".
" Hus.... ngomong apa kamu, aku masih hidup belum mati", sinis Niko mendengar ucapan Kevin barusan.
" Iya... iya... belum, tapi kalau lihat keadaan bos seperti ini bisa bisa ga lama lagi... hahaaaa".
" Kampret lo.... doain bos mu koit, dasar asisten peyang lo". Ucap Niko sinis sambil melempar polpen pada Kevin.
" Maaf bos bukan gitu maksudku, itu hanya gambaran cinta bos pada Janda itu yang begitu dalam". Ucap Kevin datar.
" Sok tau lo... itu dulu, sekarang tidak begitu... aku bisa mati kalau ditinggal istriku, ya walau Cintaku pada dia berbeda dengan pada Cilia, tapi sungguh.... istriku itu luar biasa, kesabaran yang dia miliki... cara dia mengontrol emosi saat mood nya sedang tidak baik... ketenangan dalam menghadapi gejolak hatinya... Tapi semalam dia pulang malam Vin, ponsel dia non aktifin sampai sekarang, tidur dengan mata bengkak seperti habis menangis, bahkan tadi pagi dia pergi pagi pagi sekali tanpa membangunkan ku untuk pamit... itu membuatku frustasi Vin... kira kira dia kenapa?". Niko akhirnya mencurahkan segala kegundahan hatinya pada Kevin dengan nada berat.
" Oooo..... begitu, pantesan bos nampak amburadul tak karuan.... rupanya benar tebakkan ku , tidak ada jatah semalam... llllll....", ledek Kevin merasa puas melihat kekacauan bos nya itu.
" Asisten macam apa kau ini.... bukan ngasih solusi malah nambah frustasi saja.... dasar".
" Bos sendiri yang cari masalah, sudah merasa istrinya perempuan istimewa malah masih saja ngurusin janda macam begitu! salah siapa coba! Kevin sih berharap bos Nona segera sadar dan pergi jauh jauh dari hidup bos.... kasihan gue lihat nasib nya.... orang baik dan cantik tapi nasibnya malang betul", Kevin menunjukkan wajah sedihnya tapi Niko malah terlihat mengepalkan tangannya yang berarti tidak setuju dengan ucapan Kevin barusan.
" Maksud lo apa? pergi jauh jauh.... itu tidak akan pernah terjadi.... tidak!", geram Niko membayangkan istrinya pergi jauh dari hidupnya.
__ADS_1
" Vin.... nyesel gue cerita sama lo, bukannya dapat solusi malah tambah frustasi gue, bener kata lo kalau begini gue bisa cepet koit! ", niko dengan wajah lesu.
" Bos ...... seandainya bos Nona pergi dan tidak pernah memaafkan bos apa bos mau nikah sama janda itu? Dan seandainya bos meninggalkan janda itu, kemudian hidup tenang dengan bos Nona, apa hidup bos akan se kacau saat ini? pikirkan Bos! ".
Niko nampak diam sesaat kepalanya tertunduk agak lama... kemudian dia mengangkat kepalanya pandangannya sayu, namun kemudian dia menjawab.
" Gue belum yakin! hati gue pilih opsi kedua, tapi..... seandainya Cilia menderita kemudian sakitnya tambah parah.... gue merasa berdosa karena telah mengabaikan dia dalam kondisi lemah".
" Lalu bos membiarkan istri bos pergi dengan anak bos... kemudian mereka hidup terlunta lunta, atau bahkan sampai tidak selamat salah satu dari mereka.... dan itu akan membuat hidup bos tidak diliputi dosa.... hebat cara berfikir mu bos.... bos merasa berdosa sama janda itu karena memilih bahagia dengan anak istri sendiri, tetapi jika anak istri bos yang menderita bos bahagia.... nyesel gue jadi asisten bos.... kalau bos masih berfikir picik seperti itu... hari ini juga gue resign .... bye... maaf bos... surat menyusul.... ", dengan segera tanpa basa basi Kevin keluar ruang kerja Niko menuju parkiran tanpa mempedulikan Bosnya lagi.
" Vin.... tunggu.... Vin..... Vin.... jangan gila lo". Niko teriak dan mengejar tapi akhirnya dia urungkan dan berbalik ke ruangannya.
" Aarrgggghhhh.... sial, itu anak ga pernah main main... sial...". Niko tambah kacau kemudian kembali duduk di meja kerjanya, Pikiran bertambah gusar.
*****
Sepanjang pulang kuliah dia berfikir saat di mobil, kemungkinan apa yang terjadi dalam rumah tangganya dan langkah apa yang akan diambil.
Setelah istirahat sejenak di kamar Arumi turun dan menuju tempat favorit nya jika sedang galau, gazebo pinggir kolam ikan koi. Dia memberi makan ikan dan sesekali mengingat pesan chat dari Niko tadi, saat dia baru saja menyalakan ponselnya.
" Rum..... gimana kabar cucu Papa nih? apakah dia nakal?". Tanya papa Windra mendekati Arumi.
" Sehat pa, dia sudah mulai aktif bergerak".
" Syukurlah...!".
" Mama Sedang apa Pa?".
" Baru mau mandi dia, ada apa?".
__ADS_1
" Hmmm ..... tidak pa... cuma mumpung tidak ada Mama boleh Arum tunjukin sesuatu pada papa, maaf bukannya apa tapi saat ini Arum belum ingin cerita sama Mama", Arumi memberikan ponsel pada Papa mentuanya tanpa menunggu jawaban dari papa Windra.
Sebuah Video yang Arumi putar, disana terekam adegan saat Niko di rumah Cilia. Setelah Papa melihat Video itu mata Papa tampak merah menahan amarah, kemudian dia menghela nafas dalam dalam beberapa kali.
" Rum.... kamu dapat video ini dari siapa? jangan mudah terhasut, pikirkan anak mu, cucu Papa", ucap Papa lembut tapi ada rasa kesedihan di sana.
" Itu bukan Video hasil kiriman Pa, itu murni hasil Arum rekam sendiri....... kemarin!", ucap Arumi dengan pandangan kosong.
" Rum..... kamu tidak sedang bercanda kan Nak? ini real, hasil rekaman kamu?", kali ini Papa merasa seperti disambar motor lewat, beessss.... sompoyongan hapir jatuh.
" Iya Pa.... sangat serius!",
" Rum.... bersabarlah sebentar, Papa yang akan mengurus ini!".
" Baiklah pa.... tapi Arum harap jika suatu hari Arum meninggalkan rumah ini, tolong jangan benci anak ini Pa.... karena jujur pa.... Arum cape!!!", Air mata Arum runtuh dari pertahanan.
" Iya Rum, Papa tahu.... maafkan papa yang telah menjodohkan mu dengan Niko.... maaf!".
" Tidak ada yang salah pa.... Arum senang karena Arum mengenal kalian sebagai mertua dan keluarga Arum, cuma Arum menyerah pa...... Cinta Arum diabaikan, diri Arum tidak dianggap sama suami Arum... Arum tidak bisa mengemis terus pa.... Arum capek.... hik hik hik... maaf pa, Arum sebaiknya menyerah!".
" Tidak Rum.... berjuanglah sebentar lagi, Papa akan bantu.... papa ada di pihakmu nak!". Papa menepuk punggung Arumi untuk menenangkan sekaligus meyakinkan.
-
-
-
Lanjutttt
__ADS_1