CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Merasa diacuhkan


__ADS_3

Hari semakin sore saat mobil Niko memasuki halaman rumah Ayah Ery.


" Assalamualaikum",


" Waalaikum salam, Nak Niko..... masuk!". Suara Ayah mempersilahkan Niko.


" Iya Yah terima kasih....", Niko salam pada Ayah kemudian menuju kamar Arumi.


" Assalamualaikum....".


" Waalaikum salam", ketus Arumi namun lirih, Niko tidak berani bertanya apapun dan langsung mendekat ke arah box kemudian memandangi putranya.


Begitulah Arumi hampir sebulan paska melahirkan namun tak pernah menyapa Niko sedikitpun, sekalipun begitu Niko selalu pulang dan menginap bahkan tidur bersama dengan anak istrinya, malampun membantu mengganti popok, mengendong kalau baby Atha menangis dan begadang jika Baby Atha tidak tidur dan mengajak main.


Bahkan saat acara aqiqah dua minggu lalu semua keluarga berkumpul dan mengundang anak yatim piatu di acara tersebut Arumi tetap acuh tak menghiraukan suaminya.


Hingga hari ini ketika Niko pulang kerja dia tak menemukan Arumi ataupun baby Atha bahkan Ayah bunda juga tidak ada, warung tutup, mencoba menelpon Arumi, Ayah namun tidak di jawab sama sekali bahkan saat mencoba kembali ponsel mereka sudah tidak aktif.


Niko besar benar benar gusar, hatinya gundah apalagi saat melihat status ponsel Arumi yang sepertinya di pasang tadi siang berfoto dengan senyum manis tengah memeluk seorang lelaki muda, ganteng tengah membopong baby Atha mereka berdua senyum bahagia, senyum yang tak pernah Arumi perlihatkan lagi pada Niko selama 6 minggu setelah melahirkan.


Dengan penuh kecewa dan entahlah hatinya campur aduk Niko melajukan mobilnya pulang ke rumah Papa Windra.


Sampai rumah pun Niko tidak kalah terkejut karena Papa Mama serta Chiki bahkan pak Ngat dan bibi pun pergi liburan rumah kosong cuma ada pak Gugun satpam yang menjaga di malam hari.


Niko mencoba telpon Mama, tapi jawaban mama tidak kalah menyebalkan menurut Niko.


" Kita lagi di jalan mau liburan, mungkin 3 sampai 5 hari, mumpung Chiki udah beres ujian dan juga sekalian bibi dan pak Ngat berlibur juga, kamu baik baik di rumah".


" Liburan kemana ma?".

__ADS_1


" Rahasia..... jauh, mungkin ga bakal ada sinyal jangan telpon telpon dulu, kalau ada apa apa kirim pesan saja". tut tut tut


Mama mematikan telpon sepihak tanpa pamit terlebih dahulu.


Niko langsung lemas, terduduk dilantai bersandar sofa, sebenarnya dia merasa sepertinya ini rencana orang tuanya untuk menjauhkan dia dengan Arumi.


Tapi terlalu berat buat Niko, didiamkan berminggu minggu dan foto di status ponsel tadi... Tuhan... teriak Niko frustasi.


Siapa sebenarnya lelaki itu, kenapa Arumi terlihat begitu dekat dengan senyum bahagianya itu, gumam Niko penuh rasa kesal


Hingga langit menenggelamkan semburat jingga, petang menyambut Niko baru beranjak mengangkat tubuh nya untuk menyalakan lampu rumah dan menuju kamarnya.


Bingung kini harus bagaimana, ah ini hanya sebentar 3-5 hari saja jagoannya akan pulang pikir Niko seperti itu, dia masih berfikir kalau Arumi dan putranya di bawa mama papa untuk berlibur.


******


Tiga hari telah berlalu, selama 3 hari itu pula tak ada satupun dari ponsel mereka yang menghubungi atau aktif untuk di hubungi Niko, semuanya seperti melupakan Niko. Bahkan mama yang katanya minta dikirim pesan kalau ada apa apa pun nyatanya ponselnya tidak pernah aktif.


Niko masih berharap cemas semoga hari ini keluarganya pulang liburan, sepi rumah hanya ada dirinya sendiri.


Dalam diam Niko membuka laci nakas, disana masih ada foto foto Cilia dari mereka awal jadian sampai akhirnya putus, entah ada berapa album. Niko buka buka lagi dan akhirnya memutuskan untuk di buang saja, dia mengambil kardus dan mengumpulkan semua barang pemberian Cilia, foto, semuanya bahkan semua buku dan apapun yang menyangkut tentang Cilia Niko singkirkan.


Baju baju niko yang sudah lama, semua barang sebelum adanya Arumi dia singkirkan, dia hanya menyisakan sebagian barang yang lama yang kira kita tidak bisa atau masih berharga saja.


Ya intinya Niko membuang rasa kesepiannya dengan membereskan kamarnya dengan harapan istri dan anaknya pulang lagi ke rumah itu secepatnya.


******


Mama Erina langsung masuk ke kamar saat sampai rumah, rasa badannya sudah gerah dan ingin segera mandi serta istirahat, perjalanan liburan kali ini sangat melelahkan hampir 8 jam waktu tempuh dengan kendaraan pribadi termasuk istirahat di jalan.

__ADS_1


5 hari pulang pergi sudah cukup untuk me refresh pikiran yang selalu suntuk di rumah dengan rutinitas itu terus.


Ya.... mereka habis berlibur di pantai Pangandaran, bukan hanya keluarga papa Windra namun juga keluarga Ayah Ery serta baby Atha, Namun baby Atha tidak ikut pulang saat ini.


Niko antusias sekali menunggu keluarga pulang tapi ternyata hatinya kecewa karena orang yang paling dia tunggu tidak nampak bahkan semua yang ditanya tidak menjawab. bahkan Mama dan Chikita malah cuma mendengus dan mencebikkan bibirnya membuat hati Niko bukan hanya kecewa tapi juga kesal.


" Ma.... mana Arum dan baby Atha ma?",


" Huuhhh.... kau lihat sendiri ada ga? waktu itu Mama udah kasih tantangan suruh bawa pulang, tapi kamu ga bisa, ya sudah dia ga akan pulang lah, karena mama dan Papa ga akan membawanya".sinis mama berlalu tanpa mempedulikan wajah Niko yang sudah sedemikian melas.


" Chiki..... kasih tahu mas dong! mas sedih nih, kasihan mas Chiki", Niko pasang wajah melas dan mengiba tapi Chiki cuma melirik sebentar dsn kembali acuh dengan mengedikkan bahunya.


Yang lebih lagi adalah bibi dan pak Ngat, begitu di tanya oleh Niko mereka malah menjawab serenetak dan kompak


" Kita liburannya tidak bareng baby Atha mas". Deg.... hati Niko! terus mereka kemana, memang postingan Arumi tidak satupun bareng mereka sih, tapi terus kemana Arumi membawa bayinya.


Niko frustasi, tanya ke siapapun jawabnya diam atau tidak tahu padahal Niko sudah berkali merengek pada Ayah Ery.


Niko hampir gila karenanya dicuekin semua orang rasanya mau mati saja. Dalam kebimbangan hati akhirnya Niko pergi ke seseorang untuk menceritakan semua yang di alami dalam hidupnya dan perlakuan orang orang terdekatnya saat ini serta di tinggal oleh anak istri seperti ada konspirasi dari kedua keluarga membuat dia merasa terbuang.


-


-


-


**Nah lo Nik.... lo curhat sama siapa tuh? memang enak di cuekin.... rasain tuh!!! mumet mumet deh lo... jadi suami mencla mecle sih... 😊😊😊 Awas saja lo pergi ke mbah dukun... syirik lo... dosa tau!!!


Yeeee..... kata siapa gue ke mbah dukun Thor.... gue mau jadi orang bener nih... kasih tau dong gue kudu kemana?😊😊😊

__ADS_1


Lanjuttttt**......


__ADS_2