CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Memaafkan Mu lagi


__ADS_3

" Hik hik hik..... ceraikan Arum mas, Arum benci mas... Arum cape mas!", tangis Arumi terisak setelah teriakannya mereda.


" Yank.... maafin mas, mas sayang sama Arum, mana mungkin kita pisah!, itu tidak akan, tidak Rum", Niko mendekap tubuh Arumi dalam pelukannya seraya mengusap kepalanya dan menciumi kening Arumi.


" Iya, memang beberapa hari ini mas ngurus Cilia, dia sakit dia dioperasi, dia kena kanker, dia minta tolong sama mas untuk menemaninya, karena tidak ada satupun keluarganya, dia disini cuma sama ibunya, dan ibunya di rumah beliau kena struk tidak bisa jalan, diatas kursi roda.... aku cuma simpati sayang, bukan cinta, percaya sama mas... maaf kalau mas tidak cerita, mas tidak mau Arum kepikiran nanti kenapa napa sama kesehatan Arum... maafin mas sayang, maaf...... hukum mas jika sayang tidak bisa memaafkan mas", Tangan Niko meraih pergelangan tangan Arumi kemudian diarahkan kekepala Niko dan di hentak hentakkan seperti orang memukul.


" Mas....... harusnya mas cerita, mas Arum tahu mas ga cinta sama Arum tapi selagi Arum masih menjadi istri mas, tolonglah mas cerita... Arum tulus sama mas, maka dari itu Arum selalu punya perasaan jika mas melakukan kesalahan, bahkan asal mas tahu, aku tadi lihat mbak Cilia, dan tahu kalau mas sebenarnya sudah dari tadi di rumah sakit ini kan? dan..... saat kemarin mas ninggalin Arum tidur sendiri mas disini kan? menjaga dia! jawab mas! jujurlah mas...", Arum kembali merengek sesegukan.


" Maafin mas yank.... maaf".


" Mas.... Arum mau tanya, dulu saat mas sedang cinta cintanya sama mbak Cilia, terus mbak Cilia perhatian sama orang lain apa yang mas rasain? haruskah Arumi yang harus merasakan karmanya, karena Arum menikah dengan mas?". teriak Arumi.


Niko hanya memeluk Arumi erat, terdengar lirih isaknya, sambil sesekali kata maaf terdengar ditelinga Arumi.


" Sudah mas.... lepasin, malu sama debay... tangisan mas kedengaran sama dia, ketahuan deh kalau Ayahnya cengeng", kekeh Arumi kemudian.


" Yank.... maafin mas, maaf...",bisik Niko .


" Iya... kali ini Arum maafin lagi... dan lagi... tapi entah besok atau lusa, hati msnusia itu bisa dibolak balikan mas.... maka mas harus banyak berdoa agar lepas dari belenggu cinta pada mvak Cilia..... sudah ach cengeng".ketus Arumi.


" Debay. .. Ayah dibilang cengeng terus sama bunda, padahal bunda juga cengeng, tadi sampai sesenggukan", balas Niko melonggarkan pelukannya.


" Hemmmm.... Ayah, cup cup jangan nangis, ayo cari makan debay lapar", tangan Arumi menghapus air mata Niko dengan ke dua ibu jari tangannya.


" Yank.... maafin mas ya... tapi boleh ya mas tetap jengukin Cilia".


" Terserah....... Arum tidak melarang, hanya saja kalau dia sudah sembuh tinggalkan dia jauh jauh atau Arum dan anak kita yang akan pergi meninggalkan mas!". ucap Arum tegas tanpa melihat Niko.


" Mas janji", Niko menaikan dua jari nya.


" Hayo ah... Arum lapar mas...".


Niko melajukan mobilnya sambil sesekali menggenggam dan mencium tangan Arumi menuju restoran untuk makan sebelum pulang.

__ADS_1


" Ayo.... sholat dulu, baru kita pesan keburu habis waktunya", ucap Niko mengusap lembut pucuk kepala Arumi. Arumi langsung turun tanpa menjawab .


Saat ini mereka sudah duduk menunggu pesanan Arumi menggelayut manja di dada suaminya sambil memainkan ponselnya sementara Niko sesekali mengusap dan mencium lembut pucuk kepala istrinya.


" Tadi Bilqis kenapa yank?".


" Bilqis mag nya kena, sampai muntah muntah di toilet kampus, hampir pingsan badannya sudah dingin semua mana pucat, ternyata mag bisa sampai gitu ya!". terang Arumi.


" Owh.... iya lah yank, makanya jaga makannya ya, jangan makan yang pedas pedas .... ingat itu".


Kemudian pelayan datang membawa menu yang mereka pesan.


Setelah pelayan pergi Arum yang sudah kelaparan langsung menyantap dengan lahap nya.


" Kita sudah lama tidak makan sepiring berdua yank... Sekarang Mas yang suapin ya!".


" Mas juga lapar.... makan sendiri sendiri saja mas, biar cepet Arum cape rasanya sudah rindu berat sama bantal yang empuk", kekeh Arumi.


" Tapi Mas mau sesekali nyuapin sayang ya... Aaa.... hemmm .... enak kan?".


" Dibilang ga percaya sih... ".


Niko terus menyuapi Arum dan tersenyum melihat porsi makan istrinya kini bertambah dari biasanya.


" Mau dipesankan lagi?".


" Cukup mas, Arum udah kenyang, Mas pesan lagi buat mas sendiri gih... maaf.... Arum dua porsi soalnya ..... heheee", kekeh Arumi dengan malu malu.


" Sudah, mas sudah kenyang juga, nanti kalau lapar bisa minta bibi untuk angetin makanan di rumah".


" pulang yuk... katanya sudah ngantuk".


" Ayo, sekarang ngantuknya semakin bertambah, soalnya kekenyangan... heheee", Arum memasang wajah gemasnya membuat Niko hanya senyum senyum dan mencubit hidung istrinya itu.

__ADS_1


" Hayo....", Niko langsung menyambar tangan Arumi setelah membayar billnya.


" Mas.... rasanya ingin cepat mandi dan tidur kaki Arum pegal semua mas", Arumi langsung menghempaskan bokongnya diatas jok setelah Niko membukakan pintu mobilnya.


" Hmmmm..... mas dianggurin dong malam ini", kekeh Niko menggoda.


Arumi hanya melirik Niko dan tersenyum tanpa memberikan jawaban kepalanya sudah bersandar di sandaran kursi jok, matanya perlahan terpejam, tidak butuh waktu lama Arumpun tertidur pulas, Niko melirik dan tersenyum melihat istrinya.


Karena takut istrinya terbangun cepat, Niko memarkirkan mobilnya di sebuah taman dia berencana untuk menunggu Arumi tidur sampai agak cukup sebelum akhirnya sampai rumah, karena kalau menggendong istrinya saat turun pasti akan terasa dan terbangun, maka cara ini yang di ambil Niko.


Niko memandangi wajah lelah istrinya yang tengah pulas tertidur sambil sesekali menyentuh hidungnya.


Terima kasih ya Alloh... karena dia yang Engkau kirim sebagai jodohku, mungkin kalau bukan dia saat ini rumah tanggaku sudah tinggal kenangan dan statusku saat ini mungkin sudah duda... hmmm... maaf sayang... mas butuh waktu untuk mencintaimu seutuhnya, semoga kamu selalu menjadi tempat pulang ku setiap hari tanpa tuntutan cinta yang sempurna", bathin Niko perih mengingat dia belum bisa menyingkirkan Cilia sepenuhnya dari hati nya.


Setelah satu jam lebih akhirnya Niko melajukan mobilnya untuk pulang.


Sampai rumah setelah memarkirkan mobilnya dia mengangkat tubuh istrinya pelan menuju kamar, namun setelah diposisi tidur diatas kasur Arumi malah terbangun.


" Mas.... tadi gendong Arum... ya ampun... kenapa tidak dibangunin saja, Arum tuh berat sekarang mas". suara khas bangun tidur Arumi membuat Niko mengarahkan pandangannya pada istrinya itu, saat dia sedang Asyik mengeringkan rambutnya setelah mandi.


" Hmmm... kok malah bangun, mas susah payang membopongmu agar tidak bangun, malah sekarang sudah ngoceh aja.... lihat mas sampai harus mandi dan keramas karena tadi berkeringat saat menggendong mu...", gerutu Niko.


" Justru Arum curiga... malam malam gini keramas, mas habis ngapain?".


" Diihh.... mas belum ngapa ngapain orang sayang langsung tidur, memang kalau diapa apain sama mas bisa tidak kerasa gitu saat tidur?".


" Diihhh.... mas piktor ( pikiran kotor) banget ya... Arum mau mandi dulu ach... lengket, lagian kalau tidur kayak gini ga akan nyenyak sampai pagi mas", Arumi beranjak menuju kamar mandi dan Niko hanya memperhatikan istrinya saat melepas hijabnya sebelum mandi.


-


-


-

__ADS_1


Lanjuuttt


__ADS_2