
Sejak awal kedekatan Kirana dan Iqbal membuat banyak perubahan pada Kirana, Iqbal membawa pengaruh buruk untuk Kirana.
Perubahan dari Kirana di rasa kan oleh Selly dan Citra, Kirana sering bolos sekolah demi bertemu dengan Iqbal.
Di jam istirahat, Selly dan Citra sepakat untuk membicara kan semua hal yang mengganjal di hati mereka pada Kirana.
"Kiran, kita perlu bicara sama kamu," ucap Citra lalu mengajak Kirana duduk di pinggir lapangan.
"Kiran, sekarang kamu banyak berubah ya sejak kamu jadian sama si Iqbal," ucap Selly.
"Apa yang berubah, aku tetap sama ga ada yang berubah dengan ku," ucap Kirana.
"Kamu udah pernah janji sama aku, kamu mau buktiin sama ayah ibu kamu kalau kamu bisa hidup lebih baik dan bisa sukses tanpa ada mereka di sisi kamu tapi kamu malah kaya gini. Kamu sering bolos sekolah cuma mau ketemu sama si Iqbal aja," ucap Selly mencoba menahan emosi demi mengingat kan Kirana.
"Aku tuh udah nyaman sama Iqbal sell, dia bisa ngertiin aku," ucap Kirana.
"Merasa nyaman ga sampai buat kamu berubah jadi kaya gini kiran, kalau kamu terus kaya gini sering bolos sekolah sering bohong sama paman kamu. Gimana kamu mau buktiin sama kedua orang tua mu kalau kamu bisa jadi yang terbaik, bisa sukses tanpa adanya mereka. Yang ada mereka malah lebih mikirin kalau kamu memang ga pantes buat mereka dan paman mu gagal menjaga dan mendidik mu dengan baik," ucap Citra terus mengingat kan sahabatnya agar tidak terjerumus lebih dalam.
"Aku harus gimana sekarang, kalian mau aku harus berbuat apa?" tanya Kirana.
"Kamu jauhi si Iqbal demi masa depan kamu yang lebih baik, kamu fokus sekolah dan buktiin sama ayah ibu mu yang ga mau mengakui kamu kalau kamu bisa sukses tanpa ada mereka di hidup kamu," ucap Selly.
__ADS_1
"Kita tuh sayang sama kamu Kiran, kita ga mau kamu kaya gini," ucap Citra.
"Maaf kan aku ya, aku udah lupa segalanya karna aku terlalu cinta sama Iqbal. Aku janji ga akan bolos sekolah lagi dan balik lagi ke niat awal ku untuk bisa sukses," ucap Kirana memeluk kedua sahabatnya.
"Terima kasih ya masih mau ngingetin aku, di saat aku salah kalian masih ada untuk ku. Bahkan di saat aku senang dan sedih kalian ga pernah pergi dari ku," sambung Kirana.
Bel sekolah pun kembali berbunyi tanda istirahat sudah selesai, Kirana dan 2 sahabatnya berdiri dari duduknya dan kembali ke kelas masing-masing.
Selama jam pelajaran berlangsung, Kirana terus memikir kan apa yang di kata kan oleh Selly dan Citra.
"Mereka memang benar, aku harus sedikit menjauh dari Iqbal. Aku harus bisa sukses biar bisa bukti kan pada ayah dan ibu kalau aku bisa tanpa mereka tanpa kasih sayang dari mereka dan aku ga boleh kecewakan paman Arif," batin Kirana.
Kirana sengaja mematikan ponselnya dan membiar kan Iqbal menunggu dan mencarinya.
"Ada Iqbal tuh di depan," ucap Citra.
"Ingat ya, kita udah ada janji," ucap Selly mengingat kan.
Kirana pun berjalan mendekati Iqbal dan ke 2 sahabatnya menunggu di tepi jalan tak jauh dari Kirana dan Iqbal ngobrol.
"Hai," sapa Kirana.
__ADS_1
"Hai Kiran, kenapa ponsel mu ga bisa di hubungi?" tanya Iqbal.
"Baterai ponsel ku habis, semalam lupa ga di cas. Ada apa kamu ke sini?" jawab Kirana kembali bertanya.
"Aku mau ngajak kamu jalan, aku kangen sama kamu," jawab Iqbal.
"Maaf Bal, aku udah ada janji sama teman-teman ku dan aku lagi banyak tugas sekolah jadi aku ga bisa jalan sama kamu," ucap Kirana.
"Maaf ya, aku pulang duluan. Teman-teman ku udah nunggu aku," sambung Kirana pergi dari hadapan Iqbal meninggal kan Iqbal seorang diri.
Iqbal merasa kecewa dengan Kirana dan pergi dari tempatnya menunggu Kirana.
"Kamu liat aja nanti Kiran, kamu akan menyesal udah nolak aku kaya gini," gerutu Iqbal melaju kan sepeda motornya menjauh dari sekolah Kirana.
"Dia mau apa Kiran?" tanya Citra penasaran.
"Mau ngajak jalan, katanya dia kangen sama aku," ucap Kirana dengan wajah yang cemberut.
"Maaf kan aku Bal, aku udah bikin kamu kecewa," batin Kirana.
"Ya udah kita pulang yu, keburu sore," ajak Kirana.
__ADS_1
Kirana dan ke 2 sahabatnya pun pergi dengan menggunakan angkutan umum menuju rumah Selly.