CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Masih lanjut bulan madu


__ADS_3

Hampir Jam 8 mereka baru memutuskan untuk kembali turun, setelah menikmati sarapan ala kadarnya dan berfoto Ria serta istirahat di bawah matahari pagi sebentar sebelum kembali meninggalkan puncak.


Aroma Adelwais serta rumput yang mulai mengering tersiram embun semalam, memberi ketenangan tersendiri.


Udara pagi yang dingin serta sinar surya yang sudah mulai naik, sedikit memberi kehangatan, disertai kicau aneka burung memberi kedamaian tersendiri.


Seakan memberi semangat mengarungi medan terjal meskipun sekarang bukan perjuangan mendaki tetapi tetap saja perlu tenaga ekstra untuk mencapai kembali di bawah menuju pulang.


Mereka menuruni jalan setapak dengan bernyanyi dan bersendau gurau untuk membangkitkan semangat diantara sisa tenaga.


Tadinya Niko berencana mengambil paket perjalanan agar lebih mudah tidak repot dan juga lebih mempersingkat waktu namun Arumi menolak, dengan alasan biar lebih berkesan karena ini perjalanan pertama dengan Niko, akhirnya menurut saja.


Mereka masih berfoto sana sini untuk mengabadikan momen baik di puncak, di jalan, di telaga segara anak dan ditempat manapun yang sekiranya indah.


Setelah sampai di hotel Arumi dan Niko langsung membersihkan diri, namun sebelumnya memesan makan dulu agar setelah beres mandi makanan sudah tidak menunggu lama lagi.


Tok tok tok


Niko yang baru beres memakai baju ganti langsung membukakan pintu untuk pegawai hotel yang mengantar makan pesanan mereka.


" Tolong letakkan di meja situ saja", Niko menunjuk meja di ujung dekat sofa. Pegawai hotel pun menaruh makanannya dengan hati hati kemudian pamit untuk meninggalkan kamar tersebut.


" Terima kasih", ucap Niko sebelum pegawai itu menutup pintu. " Sama sama tuan, permisi", pegawai itu menjawab kemudian hilang di balik pintu.


Arumi yang baru selesai mandi akhirnya keluar kamar mandi sudah rapi menggunakan baju ganti tinggal mengeringkan rambut.


" Langsung makan yank... baru istirahat",


" Bentar mas Arum keringkan rambut dulu, Mas duluan saja".


" Mau di bantu? sini biar mas bantu keringkan, baru kita makan bersama". Arumi tidak menolak ketika Niko mengambil alat pengering rambut dari tangannya.


" pelan mas... hati hati, jangan sampai kegulung rambutnya, ntar sakit".


" Beres nyonya", kekeh Niko seraya mengangkat rambut Arumi dengan sisir supaya mudah di keringkan.


Tidak butuh waktu lama, mereka akhirnya makan bersama dengan lahap setelah hampir 4 hari, mereka makan seadanya tidak banyak pilihan karena perjalanan pendakian yang mereka lakukan.


" Lelahku langsung berkurang sangat mas setelah berendam sir hangat".


" Bagus lah... makanlah yang banyak setelah ini istirahat, mau fi cariksn tukang pijit? Nanti biar mas hubungi pihak hotel!".

__ADS_1


" Hmmmm...... perlukah? atau istirahat saja cukup? Arum ga tau mas!". Arum bingung apakah harus di pijit atau tidur saja setelahnya rasa capeknya akan hilang sendiri.


" Kita pijit saja, nanti mas yang hubungi pihak hotel untuk mencarikan tukang pijit".


" Baiklah....", Akhirnya Arumi setuju.


Arumi dan Niko sama sama menikmati jasa pijit untuk merelaksasi tubuhnya yang di dera capek sangat lumayan bahkan mereka sampai tertidur.


" Mas..... mas.... mas", suara si abang tukang pijit membangunkan Niko yang terlelap.


" Heh... iya ... iya... duh maaf enak banget sampai tertidur, sudsh selesai ya?", Niko mengerjabkan matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu kamar, diliriknya jam hampir dua jam dia di pijit.


" Iya mas".


Niko melirik mbak yang memijit Arumi, ternyata juga baru selesai dan istrinya nampak terlelap.


" Oke terima kasih... ", Niko memberikan tips untuk mereka kemudian abang dan mba itu pergi mrninggalkan kamar.


Niko akhirnya merebahkan tubuhnya disamping istrinya dan melanjutkan tidur. Namun karena sudah sangat sore Niko memutuskan untuk mandi dan berencana untuk mengajak Arumi jalan jalan.


Keesokan paginya Niko sudah terlihat lebih fresh dan bermaksud melanjutkan liburannya di satu tempat lagi sebelum pulang.


" Yank.... masih capek?" Ucap Niko kawatir memastikan kondisi Arumi.


" Mas suka sayangku begitu menikmati setiap momen liburan kita, maafin mas ya yank... ga dari dulu sebelum ada Atha kita melakukan liburan begini".


" Mas..... mungkin baru sekarang waktu dan keadaan yang pas yang ditakdirkan yang Kuasa pada kita".


" Maafkan mas yang dulu hanya sibuk memikirkan hal yang tidak bermanfaat".


" Hah... apa mas? heheee... baru sadar ya? untung masih diberi kesempatan untuk menyadari kalau terlambat .... menyesal tiada guna", ketus Arumi.


" Haiiii.... kau mengatai suami mu sayang". gemes Niko mengacak kepala Arumi.


" Hhhiiiiihhh.... kerudung ku kusut mas", Arum cemberut membetulkan kerudungnya.


Niko mengecek semua sudut ruangan supaya barang barang bawaannya tidak ada yang tertinggal.


" Oke yank.... beres tidak ada yang tertinggal?".


" cek kamar mandi mas".

__ADS_1


Niko membuka pintu kamar mandi dan mengedarkan pandangannya.


" Aman, semua sudah, jangan lupa charger dan ponselmu!".


" Oke... semua sudah".


Mereka beranjak meninggalkan hotel akan menuju satu tempat lagi sebelum besok pulang.


" Yank.... mas berencana mendatangi dua tempat 2 tempat lagi yakni Gili Nanggu dan Taman Narmada, yang mana dulu ya sebaiknya?".


" Hari ini kita cari oleh oleh dulu mas, terus lanjut ke taman Narmada baru besok pagi pagi kita ke pantai Gili Nanggu terus malam kita pulang, gimana?".


" Tidak sayang.... kita cari oleh oleh terus cari hotel yang lebih dekat kemudian sore kita ke pantai baru besok pagi kita ke taman",


" Oke... begitu juga boleh".


Mereka Akhirnya meninggalkan hotel untuk menuju pusat kota dan mencari oleh oleh.


Sesekali Niko dan Arumi tersenyum menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan mereka.


" Mas Atha lagi apa ya? kangen!".


" Iya mas juga kangen.... semoga saja tidak rewel, sabar ya... semalam lagi kita di sini".


Setelah beberapa waktu akhirnya sampai di tempat aneka oleh oleh khas Lombok, ada aneka perhiasan dari mutiara, batik, kain tenun, madu, dll.


Arumi membeli beberapa perhiasan untuk Mama, ibu, bi Ina, Chikita dan juga bibi tak lupa untuk Bilqis , istrinya Anton dan juga istri Kevin, budhe pun tidak lupa juga dibelikan.


Untuk Mama dan ibu Arumi juga membelikan kain tenun dan untuk Ayah dan Papa di belikan kain batik serta beberapa hasil kerajinan lokal dan aneka pernak perniknya ia pilih juga.


Ada beberapa warna mutiara yang Arumi pilih, mulai dari mutiara hitam sampai putih dari kalung gelang cincin Arumi pilih untuk orang orang terkasih.


" Mas kalau Arumi bawa terasi bau ga ya? enak mas terasi khas Lombok, rasanya itu beda dengan terasi yang lain".


" Terasi? yank... bedanya dimana? terasi dimana mana juga gitu aja, ga usah ya!".


" Takut bau ya... ya sudah nanti tanya sama penjualnya dulu, agar bisa di bawa dan tidak bikin polusi gimana?".


" Boleh... tapi ga usah di paksain, lagian jauh jauh belinya terasi", protes Niko.


" Jiwa emak emak mas... heheee".

__ADS_1


SORYY LAMA UP NYA......


LAGI MEMIKIRKAN NOVEL SELANJUTNYA NIH.... šŸ˜ŠšŸ™


__ADS_2