
"Semalam Iqbal sampai jam berapa di sini?" tanya Rani sambil menyeruput pelan secangkir teh di tangannya.
"Jam 8 lebih, udah beres semua langsung ku suruh pulang. Karna ada Selly yang membantu jadi semuanya selesai dengan cepat,"
"Sekarang dia belum datang, apa masih tidur ya. Apa karna hujan jadi dia malas kerja," sambung Kirana.
Di tempat lain, Iqbal dan Selly masih berbaring di atas ranjang. Selly tidur dengan memeluk tubuh Iqbal yang masih tanpa pakaian apa pun.
"Pagi pacar orang," sapa Selly saat membuka matanya setelah semalaman bertempur dengan Iqbal, Selly meraba dada bidang Iqbal sebelum benar-benar bangun dari tempat tidur.
"Kamu ga kerja hari ini?"
"Hujan gini enaknya tuh tidur, apa lagi di temenin sama kamu kan tambah betah di rumah meski pun seharian di kamar," ucap Iqbal mencium pipi Selly lalu pindah ke bibir.
"Kamu memang guru s*x terbaik, service mu memuas kan membuat aku ketagihan," sambung Iqbal saat melepas kan bibirnya yang bertaut di bibir Selly.
"Aku juga puas dengan apa yang kamu beri kan semalam, seperti yang kamu bilang kalau aku ini cewek hot. Kirana mana bisa puas kan kamu kaya aku," ucap Selly lalu naik ke atas tubuh Iqbal dan tangan nakal Iqbal langsung menyambut tubuh Selly.
30 menit bertarung dengan nafsu menggebu, saat semua selesai Iqbal memilih untuk mandi dan bersiap untuk bekerja. Hujan pun reda, Iqbal pergi ke toko Kirana dan Selly menunggu sang pujaan hati di sekitar kost Iqbal dengan alasan sengaja menunggunya di sana agar tidak ada yang mengenalinya.
"Sampai jumpa lagi lain waktu, hubungi aku kalau kamu lagi butuh teman," bisik Iqbal saat hendak pergi meninggal kan Selly di pinggir jalan.
"Aku pasti menghubungi mu, bye sayang,"
...***...
Toko Kirana sudah di penuhi banyak pelanggan yang datang, Kirana dan Rani sudah sibuk melayani para pelanggan sejak pagi. Sedang kan dengan wajah tak berdosa dan rasa hati berbunga-bunga Iqbal masuk lalu membantu Kirana dan Rani.
"Dari mana aka kamu? jam segini baru datang,"
"Ya dari rumah lah sayang kan tadi hujan gimana aku mau pergi kerja kalau di luar hujan deras," ucap Iqbal beralasan.
__ADS_1
"Lain kali kalau ada apa-apa jangan lupa kabari aku dulu, jangan seenaknya gini," ucap Kirana mengerucut kan bibirnya dengan rasa kesalnya pada Iqbal.
"Kalau lagi marah gini, aku jadi makin cinta sama kamu. Rasanya pengen gigit tuh bibir," bisikan nakal dari Iqbal di telinga Kirana membuat pipi Kirana memerah karna malu.
"Sudah ah sana kerja, gombal melulu,"
Kirana terus menghitung setiap pelanggan yang selesai berbelanja, satu persatu pelanggan datang untuk berbelanja dan menikmati promo yang di ada kan di toko Kirana. Semua pelanggan berbelanja banyak karna memang jarang di ada kan promo seperti ini.
"Mba, sering-sering adain promo kaya gini biar kami sering datang ke sini,"
"Kalau ibu mau, kami ada grup whatsapp yang biasa di pakai untuk kami promosi kan prodak kami dan info prodak gang banyak potongan harga,"
"Saya mau masuk grup donk mba,"
"Boleh," ucap Kirana memberi kan ponsel yang memang di guna kan untuk para pelanggan kosmetiknya.
Setelah memasuk kan nomor ponsel pelanggannya, Kirana memasuk kannya ke grup kosmetiknya.
"Sudah di masuk kan ya bu, nanti akan ada informasi lebih lanjut soal promo selanjutnya dan info-info produk yang masuk di toko kami,"
Pelanggan datang silih berganti sampai malam tiba, Kirana dan Rani belum sempat makan lagi sejak siang tadi. Saat toko mulai sepi, Kirana keluar untuk memesan makanan untuk mereka makan.
10 menit kemudian saat toko mulai sepi, Kirana datang dengan membawa nampan dengan 3 piring nasi dengan Ayam dan sayur serta segelas teh tawar.
"Mba ayo makan dulu, kita belum makan dari tadi siang. Kamu juga Bal makan dulu,"
Mereka pun duduk dan menikmati makanan yang di bawa oleh Kirana. Jam di dinding sudah menunjuk kan hampir jam 9 malam, Rani yang biasa hanya sampai jam 4 sore tapi hari ini sampai semalam ini membuat Kirana merasa tidak enak hati pada Rani.
"Mba maaf ya, hari ini pulangnya malam. Pasti anak-anak mba nungguin mba, nanti pulang di antar sama Iqbal ya mba,"
"Iya ga apa-apa Kiran, namanya juga kerja. Kan di sini memang lagi sibuk juga,"
__ADS_1
"Iqbal minta tolong ya antar mba Rani pulang, sekalian kamu pulang,"
"Oke, aku juga di suruh pulang nih,"
Setelah selesai makan, Iqbal mengantar Rani pulang ke rumahnya. Setelah kepergian Iqbal dan Rani, Kirana memberes kan sisa-sisa kosmetik yang berantakan dan mengepak pesanan untuk di kirim besok.
Terdengar suara pintu di ketuk saat Kirana sedang fokus packing paket-paket, Kirana heran dengan seseorang yang datang karna saat Kirana melihat jam di dinding sudah menunjuk kan jam 21.30.
"Siapa yang datang malam-malam gini? apa Selly ya?" gerutu Kirana berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menghampiri pintu untuk mengetahui siapa yang datang.
"Eh kamu Bal, kirain langsung pulang," ucap Kirana lalu masuk beriringan dengan Iqbal.
"Aku kangen sama kamu Kiran, makanya aku datang lagi ke sini. Aku pengen kangen-kangenan sama kamu, boleh kan," ucap Iqbal terus mendorong tubuh Kirana sampai ke tembok membuat Kirana takut dan risih dengan perlakuan Iqbal.
Iqbal mencium pipi Kirana lalu bibir tipis milik Kirana dan tangan Iqbal mulai meraba kemana-mana, semua itu berkat Selly yang mengajar kan Iqbal agresif pada Kirana.
Kirana terbawa suasana dan terlena akan sentuhan lembut dari Iqbal, hingga tangan Iqbal dengan bebas berkeliaran kemana pun ia mau.
"Kamu kok jadi lebih agresif ih, belajar dari mana?" tanya Kirana menghentikan aktifitasnya dengan Iqbal.
"Ish yang beginian ga usah belajar kali, pasti bisa sendiri lah. Terusin yu, ke kost an aku,"
"Kenapa harus di kost an kamu, nanti di sini ga ada orang dong,"
"Biar lebih leluasa kalau di kost an aku, mau buka-bukaan juga boleh loh,"
"Ga ih, malu buka-bukaan. Nikah dulu baru buka-bukaan, biar bebas,"
"Nikahnya nanti setelah kita buka-bukaan,"
"Kamu ngaco ah," ucap Kirana mendorong tubuh Iqbal dan pergi menjauh dari Iqbal.
__ADS_1
Kirana mencoba mencerna apa yang terjadi dengannya barusan karna sehancur apa pun hidupnya saat ini, Kirana ga mau sampai menghancurkan masa depannya.
"Aku mencoba menjaga kesucian ku sampai saatnya tiba, aku ga mau mengecewa kan Arka saat kita menikah nanti," batin Kirana duduk di tempatnya semula sebelum Iqbal datang.