CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
KECEWA


__ADS_3

" Arum minta tolongnya sama ibu! denger ga sih! kenapa mas masih disini! pergi gih... Arum bisa tanpa mas juga!", ketus Arumi membuat Niko menaruh lagi air mineral yang sudah dia angkat tadi.


Niko merasa pedih, baru kali ini selama menikah istrinya berkata ketus dan pedas seperti itu.


Niko merasa tidak di butuhkan, Niko seperti di tampar dengan belati, matanya terpejam, tangannya mengepal hatinya sakit.


" Ya sudah, maaf", hanya kata itu yang lolos dari bibir Niko.


Bu Ida kemudian mendekat dan mengambilkan minum untuk Arumi, segera ia sodorkan ke mulut Arumi, Arumi langsung menyesapnya.


" Makasih bu", senyum tipis Arumi untuk ibunya. Niko hanya memandang frustasi dari sofa tempat duduknya.


" Lain kali ga boleh bicara seperti tadi ya, pada suami mu.... nanti dede Atha nya ngikuti", bisik ibu pelan disamping Arumi.


" Arum sebel sama mas Niko bu, dia ga peduliin Arum, Arum kesakitan sendiri, tiap malem begadang sendiri dia enak enak tidur", jawab Arumi sinis.


" Nanti malem kalau dede Atha p*p biar ibu yang ganti popoknya".


" Ga boleh! Dulu waktu Arum bayi ibu sudah mengurus Arumi, sekarang Dede Atha ga boleh ibu yang ngurus harusnya sih sama ... tuh", Sinis Arumi menujuk Niko dengan dagunya, Niko senyum dari duduknya.


" Iya nanti mas yang gantiin, cuma bangunin mas nya, tapi kalau dia nangis karena mau netek gimana dong?".


" Ya ***** i lah sama mas...", ketus Arumi membuat ibu senyum sementara Niko melotot.


" Apa? Emang iya... kalau pingin netek ya ***** i... memang suruh minum sendiri", ketus Arumi lagi sambil menyebikkan bibirnya ke arah Niko.


Niko diam tidak menjawab, dari pada ribut sama istrinya dan membuat dia menangis ga jelas mending diam.


" Hik hik hik.... ".


" Haiii.... kenapa? kok nangis?", ibu membelai tangan Arumi lembut.


" Arum sedih bu".


" Ga boleh sedih sebentar lagi dede Atha diantar kesini".


" Iya, tapi Asi nya belum keluar bu!",

__ADS_1


" Gapapa, kasihkan saja, nanti juga pasti keluar kalau sering di hisap sama dede".


" Iya, makanya jangan sedih, kasihan Atha kelaparan kalau mamanya sedih makin lama ga keluar keluar Asinya", bujuk Ibu, entahlah kalau ini Author belum nemu faktanya... maaf🙏


Ibu berusaha agar baby bloes syndrom Arumi tidak semakin parah.


" Arum ga sedih, Arum seneng... ada baby Atha, cuma kalau malam itu kenapa dia begadang sambil nangis sudah gitu suka p*p jadi harus gantiin, itu bikin kepala Arum pusing bu".


" Selamat sore bunda...", sapa suster yang mengantar Dede Atha ramah.


" Sore sus... terima kasih", Jawab semua yang di ruangan itu. Kemudian Suster membetulkan posisi box bayi di sebelah Arumi dan kemudian pamit meninggalkan ruangan itu.


Niko kemudian mendekat ke arah bayi nya dan memperhatikan bayi mungil yang tengah tertidur pulas itu.


Diperhatikannya putranya itu sambil sesekali tersenyum.


" Kemarin mirip Niko kenapa hari ini dia mirip Arum bu?", Niko sambil menoel noel tangan mungil yang terbungkus sarung itu.


" Ya memang wajah bayi suka masih berubah ubah", jawab Ibu Arumi diam saja.


" Oeeeek ooeeekkk oiieekk".


Ibu yang melihat kepanikan Niko pun dengan kalem mencoba menenangkan.


" Gapapa, biarin dia menangis sebentar".


" Mau di susui Rum?".


" Tapi belum ada Asi nya bu".


" Bismillah kita coba ya.... ". Ibu mengangkat baby Atha ke pangkuan Arumi dan dengan hati hati Arumi memberikan p***ng nya pada baby imut itu, Niko memperhatikan, ada rasa bangga istrinya melahirkan normal dan mau berusaha memberikan Asi nya untuk putra kecilnya itu, secara reflek Niko mendekat dan membelai lembut kepala Arumi, memberikan dukungan, terus saja Niko mengusap kepala, punggung Arumi sampai akhirnya Asi nya keluar. #Adegan ini sengaja Author buat, berdasar pengalaman pribadi ya.... boleh percaya atau tidak silahkan! dukungan suami untuk memberikan ASI itu luar biasa pengaruhnya lho! Dengan dukungan penuh suami untuk menyusui anaknya outo asi lancar♥️


Benar saja mulut kecil itu seperti mengecap ngecap minum, dan Arumi merasakan p***ng yang satunya basah.


" Ibu... sepertinya Asi nya keluar, lihat bu, yang sebelah basah, bocor apa ya", teriak Arumi senang kini putra kecilnya itu akan kenyang dan mungkin tidak akan rewel lagi sepanjang malam seperti tadi malam.


" Alhamdulillah.... ", serentak ucap ibu dan Niko, reflek juga Niko mengecup pelan kepala Arumi dengan mata berkaca kaca melihat bibir mungil itu mulai lincah menghisap p***ng kesayangannya, ada sedikit cemburu sih, tapi lebih ke terharu.

__ADS_1


Baby Atha hampir satu jam di dekapan Arumi sambil meminum Asi bergantian kanan kir akhirnya tertidur kembali, membuat Arumi pegal juga tapi rasa bahagia dan lega lebih terasa di hati Arumi.


Dengan hati hati ibu memindahkan baby Atha dari pangkuan Arumi ke dalam box.


" Makan ya.... Mas suapi?". Tawar Niko lembut Arumi cuma diam tapi menerima suapan demi suapan dari Niko, ibu yang melihat reaksi Arumi penuh tanda tanya sama tingkah Arumi, sepertinya masih menyimpan kejengkelan sama suaminya tapi kok tumben mau di suapi, tapi ibu harus berfikir positif mengingat kata Dokter Arumi seperti mengalami baby bloes syndrom.


*******


Sore hari Niko pilang ketja penuh semangat, sepanjang hari kerja di benaknya sudah terbayang terus putra kecilnya untuk pertama tidur bersama di kamar nya. Pasti rumah itu akan bertambah ramai dan Aroma kamarnya pun akan jadi lebih dominan Aroma bayi yakni Aroma minyak telon, bedak talk dan wewangian bayi yang lainnya.


Penuh semangat begitu turus dari mobil dengan cepat dan sedikit terburu buru ingin segera masuk kamarnya.


Mama yang melihat tingkah Niko sedikit mengeryitkan keningnya.


" Assalamualaikum..... ", Krieettt... pintu terbuka dan ternyata Zonk besar jangankan putra kecilnya dan istrinya atau harum minyak telon yang ada kamar gelap tak ada box bayi atau perlengkapan lainnya. K E C E W A itu yang di rasakan Niko. dengan cepat dia berlari keluar kamar dan menemui mama yang sedsng asyik menonton drakor.


" Mama.... kemana Arumi, bukannya hari ini dia pulang dari rumah sakit?".


" Kok tanya mama.... bukannya kamu suami dan ayahnya Atha?".


" Maa.... pliiiss ma... kemana istri dan anakku ma?", Niko panik dan sudah menangis.


" Lha... bukannya tadi kamu yang jemput dari Rumah bersalin?".


" Maaa..... kemana Arumi, Niko tadi ga jemput, dia ga mau di jemput Niko".


" Arumi tidak mau pulang ke rumah ini lagi.... puas kamu udah bikin kita semua kecewa lagi lagi dan lagi.... ".


" Maaf ma.... maafkan Niko, Arumi pulang ke rumah Ayah ya?".


" Iya....... puas kamu, bawa pulang kalau mau papa mama memaafkan mu, sebelum bisa bawa pulang Arumi dan baby Atha jangan harap Mama mau memaafkan!". sinis mama.


Niko langsung kembali ke kamarnya dan mandi serta menyiapkan beberapa pakaian untuk menyusul Arumi.


-


-

__ADS_1


-


Lanjutttt....


__ADS_2