CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Minta cerai


__ADS_3

" Mas nanti Arumi mau pulang ke Ayah, mungkin untuk beberapa hari, ga usah disusul Arum ingin saat hamil begini dekat dengan bunda".


" Ga boleh". Arum kaget tidak menyangka jawaban Niko akan seperti itu.


" Why, kenapa?".


" Pokonya ga boleh ya ga boleh! titik".


" Mas..... oke,,, kalau mau mas begitu ..... kalau begitu ceraikan Arum, jadi Arum bisa bebas tidak usah pamit kalau mau kemana mana!".


" Arumi Azkia Husaery.... !". Teriak Niko tangannya ke atas.... hampir menampar Arum.


" Iya..... Mas Niko Satria Dirgantara!..... tidak perlu teriak seperti itu, kenapa?!". Arumi mengangkat wajahnya tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.


" Ooohhh.... jadi setelah terima telpon semalam, kamu jadi seperti ini, mas ga nyangka!".


" Iya.... itu betul mas, tepatnya setelah Arum dengan sengaja membaca Chat dari mbak Cilia pada mas, dia menunggu janjimu untuk menikahinya!.


" Kamu ngomong apa? jangan cari alasan, selama ini mas sabar kamu diamkan".


" Tidak kebalik ya.... Arum yang sabar mas, karena Arum tulus, tapi tidak untuk selamanya.


" Oke....sekarang kalau keadaan dibalik mas.... Arum yang punya cinta diluar, apa yang akan mas lakukan? .... jawab mas!...


mas ga bisa jawab kan? sekarang baca baik baik chat dari mbak Cilia, mas janji akan menjadikan dia maduku kan?.... jawab!..... Oke diamnya mas berarti itu jawaban jika mas pilih dia..... Terima kasih mas.... Arum mundur...... ", Tangis Arumi tak terelakkan, hatinya hancur, ternyata setelah hamil pun Niko benar benar tidak bisa menentukan pilihannya.


Tok tok tok


" Arum.... Niko... kalian ada apa? buka pintunya!". Teriak mama Erina saat mendengar keributan pagi pagi dari kamar anak dan menantunya itu, Mama membuka pintu dan mendapati Arum duduk dipinggir tempat tidur dengan berurai air mata sementara Niko berdiri menunduk dengan rahang mengeras serta tangan terkepal.


" Haiiii.... ada apa kalian? Rum.... jaga emosimu nak, kamu lagi hamil! ", Mama Erina berjalan tergesa menuju pelukan Arum.

__ADS_1


" Hik hik.... maafin Arum, Arum menyerah!".


" Maksud kamu apa sayang? Nik.... maksudnya apa ini?", Teriak Mama merenggangkan pelukannya dsn berdiri menatap Niko.


" Tanyakan saja sama Arum Ma... Niko ga paham maunya dia", Niko beranjak pergi meninggalkan kamar setelah menyambar jas yang telah disiapkan Arumi diatas kasur.


" Niko..... kalau ada masalah selesaikan dulu... jangan pergi kamu, Niko.... Niko... dengerin Mama Nik... jangan kabur ". Niko terus saja melangkah meninggalkan kamarnya menuju garasi dan pergi dengan mobilnya tanpa menghiraukan teriakan Mamanya.


" Rum.... apa Niko memukul mu? ", Arum cuma menggeleng sambil terus menangis.


" Oke... Minum dulu, tenang ya... , jangan banyak pikiran, apapun masalah kalian bicarakan dengan baik baik... ". Mama mengambilkan air mineral yang tersedia di kamat Arumi.


" Terima kasih ma!".


" Tenangkan dulu pikiranmu, kalau sudah tenang cerita ke Mama, ada apa?".


" Arum cuma mau pamit, saat saat sekarang ingin dekat dengan bunda Ma... tapi mas Niko nya marah ga ijinin". terang Arumi akhirnya.


" Haiiii..... anak Papa kenapa sih, pagi pagi kok sudah ribut?", tanya Papa saat mama sama Arumi sampai di meja makan.


" Begini pa... tadi Arumi bilang kalau dia ingin di rumah Ayahnya untuk waktu yang lebih lama, karena saat saat ini ingin dekat sama Bundanya tapi Niko tidak mengizinkan, akhirnya berselisih deh", terang Mama dengan menatap intens pada wajah Arumi dan Arumi cuma mengangguk.


" Kalau seperti itu ya boleh lah.... bersiaplah biar nanti diantar pak Ngat, Niko biar papa yang urus!".


" Terima kasih pa...".


" Tuh kan.... masalah selesai, tidak perlu ribut, cuma pesan mama Arum harus jaga diri baik baik dan kembalilah secepatnya, jangan lama lama juga disana, kasihan mas Niko juga kalau kelamaan".


" Hmm.... maaf Ma, Pa.... Arumi harus cerita yang sebenarnya, jujur Arumi bukan sekedar ingin pulang biasa, tapi Arum rasa.... nya... Arum... Arum.... menyerah! ", Akhirnya kata kata itu lolos dari mulut Arumi.


" Hah.... Rum.... apa kamu bilang Nak, menyerah? Arum... pikirin lagi Nak... kasihan anakmu ... kasihan cucu Mama... Papa.... tolong Pa!", Mama dengan ucap lemah, air mata langsung terjun bebas tanpa penghalang Mama langsung syok.

__ADS_1


Papa langsung mendekap Mama dan Arum, hatinya pun ikut merasa perih.


" Rum.... maafkan Papa yang sudah gagal mendidik Niko, dan membuat hidupmu menderita karena telah memilih mu untuk jodohnya anak ga tau diri itu... maaf", mata Papa Win berkaca kaca, hatinya sakit, Beberapa bulan Arumi hidup bersama mereka, Papa tahu jika menantunya itu gadis yang penyabar, suka mengalah dan pemaaf, kalau sampai begini berarti ada sesuatu yang tidak main main.


" Rum..... Mama harap semuanya akan baik baik saja!".


Arum tidak menjawab, isaknya masih terdengar penuh luka.


Chiki sedari tadi yang duduk diujung meja ikut menangis, ikut merasakan kepedihan Arumi dalam hatinya ikut merutuki mas nya Niko.


" Rum..... Papa tidak melarang kamu menjenguk Ayah Bunda, dinginkan hatimu disana, kalau suasana hatimu sudah lebih baik, pulanglah kembali kesini.... disini rumah mu nak.... kami juga orang tuamu, tidak baik meninggalkan suami lama lama, apalagi dalam kondisi hamil.... ".


" Pa Ma.... mas Niko sudah menjanjikan akan menikahi Mba Cilia setelah sembuh, dan saat ini dia sedang berobat ke Medan, katanya cuma dua bulan.... Arum tidak mau Pa kalau di madu, lebih baik pisah!".


" Rum...... itu berita dari siapa? jangan percaya omongan orang!".


" Arum baca sendiri chat mba Cilia ke ponsel mas Niko pa, Ini... kemarin Arum baca terus Arum kirim ke ponsel Arum sudah gitu Arum blokir nomer mbak Cilia dari ponsel mas Niko", Terang Arumi menunduk sambil menyodorkan ponsel miliknya pada Papa Windra.


Papa terlihat geram, tangannya mengepal giginya sampai terdengar gemeretak.


" Oke.... Kita buat perhitungan sama anak kurang ajar itu, biar dia sadar... papa minta kamu sabar ya.... sekarang Arum boleh pulang ke rumah Ayah, dan menunggu HPL disana, nanti Papa yang akan cerita pada Ayah tentang masalah ini, Arum tenang saja... jaga diri baik baik, jaga cucu papa, lahirkan dia dengan sehat dan selamat ibu dan bayinya, papa yang akan mengatur skenario cinta Niko dan Cilia, Arum ikuti Alurnya, jika Niko sampai Nikah sama Cilia berarti kita kalah dan Arum boleh pergi dari hidup Niko tapi....... jika mereka tidak menikah, Arum harus kembali ke rumah ini lagi.... bagaimana? Arum setuju?", Arum terlihat diam, mau bagaimanapun Arum merasa dialah pihak yang dirugikan, menyesalpun tiada guna sudah ada debay.... sungguh.... hati Arumi tidak bisa memilih, dia hanya diam.


" Arum Akan pikir dulu Pa... , Arum masih bingung, hati Arum masih kalut", akhirnya kata kata itu yang keluar dari mulut Arumi yang sudah sedikit nampak tenang.


-


-


-


**Lanjuuutttt.....

__ADS_1


Boleh ya kritik dan sarannya silahkan๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™**


__ADS_2