CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Keputusan


__ADS_3

Akhirnya Papa dan mama mengantar Arumi ke rumahnya Ayah Bunda, disana Papa Windra meminta maaf pada Ayah bunda dan juga menjelaskan semua duduk persoalan yang terjadi pada pernikahan Arumi dan Niko, Awal Ayah bunda sangat kecewa, tapi melihat Arumi yang terlihat sangat tegar akhirnya penjelasan Papa Windra bisa di terima walaupun ada wajah kecewa terlihat jelas di mata Ayah bunda, bunda bahkan hanya bisa menangis, anak gadis satu satunya bahkan anaknya tidak ada yang lain lagi hanya Arumi, nasibnya harus sesedih ini, mulai di lamar orang yang baru dikenal kemudian menikah dan sekarang begini, sedang hamil pula, pasti sebagai orang tua kecewanya teramat sangat.


" Jujur pak.... saya sebagai Ayah merasa sangat kecewa, hati saya sakit nasib anak saya harus begini tapi semuanya saya kembalikan pada Arumi!", Ucap Ayah dengan nada bergetar menahan sedih dan amarah.


" Iya saya tahu, maafkan saya Pak Ery... Maaf atas kelakuan Niko anak saya, Sekarang gimana Rum?".


" Papa Mama, maafkan Arum.... untuk sementara Arum putuskan untuk tinggal di sini dulu sampai anak ini lahir, dan Arum tidak mau ketemu dengan Mas Niko dulu, Arum ingin tau perasaan mas Niko yang sesungguhnya pada Arum, seandainya dia Memilih mbak Cilia, berarti Arum mundur, Arum tidak mau memaksakan cinta mas Niko, biar hati dia yang memilih Pa, Ma.... Arum harap pengertiannya."


" Iya Nak.... Papa Mama mengerti, maafkan kami Nak, sehingga hal ini harus berlarut larut seperti ini, Papa tahu kamu anak yang sabar".


" Ini bukan salah Papa, jangan meminta maaf, bukankah setiap rumah tangga itu selalu ada ujiannya, mungkin ini ujian Arum ada di awal sehingga nanti tinggal menikmati bahagianya". Semua orang yang di situ mengaminkan ucapan Arumi barusan.


Setelah berbincang dan sepakat atas rencana mereka memberikan pelajaran pada Niko, akhirnya Papa Windra dan Mama Erina pun


pamit untuk pulang.


*****


Sementara Niko di tempat kerja tampak sangat kacau dia bahkan dari pagi belum makan apapun.


Deni yang sedari tadi memperhatikan bos barunya itu akhirnya berinisiatif membelikan makanan.


" Bos....... makan dulu, saya sudah belikan, di makan ya, permisi".


" Tunggu Den.... kamu sudah makan belum?".


" Ini punya saya bos, saya juga mau makan sekarang!".


" Kalau begitu kita makan bareng, disini saja temani saya".


" Oo... i- iya bos!".


" Sini.... tidak usah sungkan, kita makan bareng, terima kasih sudah membelikan ku makan".


" Baik bos, sama sama!, maaf karena saya asal beli, tidak tahu selera bos!".

__ADS_1


" Tidak, ini seperti enak!".


Mereka makan lahap, sesekali di selingi obrolan tentang pekerjaan. Namun wajah Niko masih dingin, terlihat masih ada beban. Dengan takut takut Deni bertanya.


" Bos..... apa sedang dalam masalah? Maaf bos".


" Hmmmm..... apa aku kelihatan seperti sedang dalam masalah?".


" Iya, sepertinya bos lagi sedang tidak baik baik saja".


" Sedikit, tapi membuat ku ga bisa konsentrasi dan frustasi Den!".


" Semoga semua masalah bos dapat jalan keluarnya yang terbaik... sabar ya bos!".


" Terima kasih Den".


" saya permisi bos, mau lanjut pekerjaan".


" Ya, silahkan, terima kasih untuk makan siangnya dan juga perhatiannya".


Malam harinya Niko pulang kerja dan langsung mencari cari Arumi, tapi tidak ditemukan, akhirnya Papa memanggilnya dan mereka bicara di sofa bersama Mama Erina juga.


" Arum sementara waktu Papa antar ke rumah Ayak Ery, tenangkan pikiran kamu fokuslah... pikirkan yang terbaik untuk hubungan kalian".


" Maksud papa Apa nih? Arum pulang? kenapa? jadi benar dia mau cerai sama Niko pa?".


" Ini pilihan yang terbaik saat ini untuk hubungan kalian Nik, kasihan Arumi dia sedang mengandung anakmu, tapi apa yang kamu lakukan! kamu sibuk mengurus wanita itu! Papa harusnya yang menyesal karena salah mendidik mu, Papa sudah gagal mengarahkan mu bahkan kemarin papa menyetujui bantuan pengobatannya, harapan papa waktu itu, kamu melepaskan dia setelah memberikan bantuan itu, bukannya kamu malah sibuk anter jemput dia, bahkan sampai menjanjikan akan menikahinya setelah sembuh! Kamu memang anak tidak tau di untung", tangan papa pun mendarat di pipi Niko, sontak Niko langsung terdorong mundur, apalagi tepat mengenai di bekas pukulan sebelumnya.


" Papa.... sudah dong jangan main tangan!". teriak Mama langsung mendekat ke tubuh Niko yang sedang memegangi pipinya.


" Papa.... tolong dengarkan penjelasan Niko pa.... please pa... ".


" Pa.... Niko memang beberapa kali nganter Cilia pulang tapi baru kemarin Niko mampir karena melihat ibunya sedang di samping rumah, dan saat itu juga Arum melihat dan memvideokan, setelah itu Niko tidak lagi menghubunginya pa, Arumi yang semalam terima telpon dari lelaki dan dia tidak cerita ke Niko dari siapa, malah pagi paginya bilang mau pulang ke rumah Ayah, jelas Niko tidak ijinkan, sesudah itu dia marah marah sampai minta cerai, dan sekarang Papa antar dia pulang.... pa.... Niko ga akan bisa tanpa Arum... Ma.... ", air mata Niko berembes keluar, dia terduduk dilantai dengan wajah penuh iba.


" Entar entar kok Mama tidak ngerti, video, video apa?", tanya mama berkacak pinggang pada papa, akhirnya papanya memberikan ponselnya pada mama.

__ADS_1


" Hmmm.... Niko, mama mu ini perempuan dan adikmu juga.... kalau kira kira suami kami kayak gini, apa yang akan kamu lakukan untuk melindungi kami?".


" Ma.... itu tidak seperti yang mama papa pikirkan, Niko cuma mampir doang! ".


" Lalu chat dari ****** itu apa ini?", Ayah mengambil ponselnya dari tangan Mama kemudian menunjukkan chat dari Cilia untuk Niko yang di kirim Arumi ke ponsel papa.


Niko memperhatikan chat tersebut.


" Pa.... Niko tidak tahu apa maksudnya, Niko malah tidak tahu ada chat ini!".


" Iya.... Arum melihat ada chat ini di ponselmu, kemudian dia kirim ke Papa setelah itu dia blokir nomer Cilia , agar kalian tidak bisa berhubungan lagi", jelas Papa.


" Arum tidak akan seperti itu pa...".


" Kata siapa? itu dulu, tetapi karena sering kamu bohongi dia makin berani, makanya jadilah suami yang baik".


" Pa..... Niko sayang sama Arumi, Niko ga mau dipisahkan sama dia apalagi ada anakku pa.... pa... papa.... Mama.... hik hik .... tolonglah.... bawa Arum pulang, bujuk Arum pa!", Niko tertunduk lesu, tangisnya semakin lemah.


" Buktikan dulu pada papa kalau kamu tidak akan berhubungan lagi sama ****** itu".


" Niko hanya kasihan pa sama dia, Niko tidak mencintainya lagi, Niko sadar hati Niko kini mencintai Arumi, hanya dia pa.... hanya Arumi ... pa... minta lagi pada Ayah untuk membawa Arumi pulang, pa.... ", rengek Niko dengan memelas.


" Tidak sekarang, tidak dalam waktu dekat juga, berjuanglah jika kamu memang cinta sama istrimu".


" Pa.... 2 minggu Niko didiamkan Niko tahan karena Niko masih bisa melihat dia dalam tidur, tapi..... Niko tidak bisa kalau tidak melihat dia seharipun papa... maa... Niko harus gimana?".


--


-


-


**Setiap orang punya sikap masing masing dalam menghadapi masalah, ada yang tegas, ada yang lemah dan juga ada diam dan memaafkan.


Lanjuttt.....

__ADS_1


Krisannya tulis di komentar ya... apapun itu author suka, Terima kasih🙏**


__ADS_2