
Setelah acara wisuda selesai, Kirana dan ke 2 sahabatnya pulang dengan hari riang gembira. Saat berjalan menuju gerbang sekolah, Kirana melihat Iqbal masih berdiri di depan gerbang sekolahnya.
"Kiran, kamu temui dulu sana si Iqbal. Siapa tau memang lagi nunggu kamu," ucap Citra.
"Iya Kiran, sekarang kan kita sudah lulus sekolah jadi bebas mau pacaran dan langsung nikah juga ga masalah," ucap Selly.
"Ah, dia lagi nunggu yang lain kali. Kita pulang aja lah," ucap Kirana.
Mereka pun berjalan tanpa menghirau kan Iqbal yang berdiri sejak tadi siang, Kirana dan Selly menunggu angkutan umum menuju rumah mereka sedang kan Citra sudah di jemput oleh pacarnya.
"Aku duluan ya semua, daaahhh," ucap Citra melambai kan tangan sambil melaju di atas sepeda motor pacarnya.
"Bye Citra, hati-hati di jalannya," ucap Kirana melambai kan tangan dan Selly mengikuti melambai kan tangan pada Citra.
"Kirana," panggil Iqbal.
Kirana pun menoleh ke arah sumber suara dan Iqbal pun menghampiri Kirana dan Selly. Karna angkutan umum yang di tunggu sudah datang, Selly segera naik ke dalam angkutan umum tersebut dan meninggal kan Kirana dan Iqbal.
"Aku duluan ya Kiran, daaahhhh," ucap Selly melambaikan tangannya pada Kirana.
"Ish, Selly kok ninggalin aku sih," ucap Kirana kesal.
"Kirana, boleh aku minta waktu mu sebentar?" tanya Iqbal.
"Ya, ada apa," ucap Kirana sinis.
"Kok jadi judes gitu sih, aku cuma mau ngomong aja sama kamu berdua," ucap Iqbal.
"Mau ngomong apa sih, kalau mau ngomong ya ngomong aja langsung," ucap Kirana dengan sikap ketusnya dan tidak mau melihat wajah Iqbal.
"Jangan di sini ya, kita ngobrol di tempat lain biar enak ngobrolnya," ucap Iqbal mencoba membujuk Kirana.
"Apa lagi yang mau di bicara kan, kita udah putus lama. Ga ada lagi yang harus kita bicara kan," ucap Kirana.
"Jangan gitu dong Kiran, masa kita ngobrol sambil berdiri. Kan ga enak di pandang, kita ke tempat lain ya. Aku janji setelah selesai akan mengantar mu untuk pulang," ucap Iqbal terus membujuk Kirana.
"Oke, tapi ga pake lama," ucap Kirana akhirnya mau ikut dengan Iqbal.
__ADS_1
"Tunggu sebentar aku bawa motor ku dulu," ucap Iqbal berlari kecil mengambil motor di depan gerbang sekolah Kirana.
"Ayo naik," ajak Iqbal.
"Kita mau kemana dulu, ga jelas?" tanya Kirana.
"Ke suatu tempat," jawab Iqbal.
"Ga mau, ga jelas. Ngomong dulu mau ke mana baru aku mau ikut kamu," ucap Kirana dengan sinis.
"Aku ga bakal ngajak kamu ke tempat yang menyesat kan, tenang aja. Ayo naik, percaya deh sama aku," ucap Iqbal meyakin kan Kirana.
Akhirnya Kirana pun naik ke atas motor Iqbal dan ikut kemana Iqbal membawanya.
"Rasa yang ku paksa buang dan ku kubur dalam-dalam tapi masih tetap ada untuk mu, aku tak menyangka kamu kembali hadir setelah sekian lama aku coba untuk melupa kan mu. Aku sayang sama kamu Bal," batin Kirana yang memang masih mencintai Iqbal.
Sesampainya di tempat yang Iqbal bawa, ternyata Iqbal membawa Kirana ke lapangan luas dengan pemandangan yang cukup indah untuk di pandang.
"Udah sampai," ucap Iqbal, Kirana pun turun dari motor dan melihat pemandangan sekelilingnya.
"Wooohhh, indah sekali pemandangannya," gerutu Kirana.
"Jadi apa yang mau di bicara kan?" tanya Kirana.
"Kiran, sejak kamu meminta putus dengan ku. Aku hampa tanpa mu.... meski pun aku telah memiliki pengganti mu tapi di hati ku tetap ada kamu," ucap Iqbal mencoba menarik simpati dari Kirana.
Kirana hanya terdiam dan mengerut kan dahinya karna Kirana juga tau Iqbal terus berganti pasangan setelah putus dengannya, berkali-kali Kirana melihat Iqbal pergi bersama wanita lain yang berbeda-beda.
"Kiran mau ga kamu balikan lagi sama aku?" tanya Iqbal.
"Biar ku pikir kan dulu, sekarang aku mau pulang. Aku banyak kerjaan di rumah," ucap Kirana beralasan.
"Sesayang apa pun aku sama kamu tapi kalau hanya untuk jadi mainan untuk mu aku ga akan mau," batin Kirana.
"Mau antar aku pulang tidak? kalau tidak aku bisa pulang sendiri," tanya Kirana lalu melangkah menjauhi Iqbal.
"Tunggu kiran, aku belum selesai ngomong," ucap Iqbal menahan kepergian Kirana.
__ADS_1
"Apa lagi... tadi kan udah aku jawab biar aku pikir kan dulu semuanya," ucap Kirana.
"Aku cuma mau sama laki-laki yang setia sama satu wanita aja, aku ga mau nasib ku sama seperti ibu ku yang di tinggal kan demi wanita lain," sambung Kirana.
"Aku janji Kiran, aku pasti setia pada mu," ucap Iqbal berjanji pada Kirana.
"Aku sering melihat mu berganti-ganti wanita, apa itu yang di mana kan setia? Setia itu bukan untuk berjanji tapi di bukti kan," ucap Kirana.
"Aku hanya mencintai mu Kiran," ucap Iqbal.
"Cinta seperti apa yang kamu punya hah, kamu cuma bisa mempermain kan hati wanita. Terus gonta ganti wanita itu yang namanya setia?" ucap Kirana menahan emosi dan rasa di hatinya.
"Sekeras apa pun aku menepis bayangan mu, nama mu tetap ada di hati ku. Tapi aku ga bisa bersama mu Iqbal, aku takut akan cinta," batin Kirana.
"Sudah lah, tidak ada lagi yang harus kita bicara kan. Aku pergi, jika kita memang berjodoh kita pasti akan bersatu apa pun yang terjadi. Percaya lah akan kekuatan cinta," ucap Kirana melepas tangan Iqbal yang menggenggam erat tangan Kirana.
"Kiran aku antar pulang ya, tadi aku udah janji sama kamu mau antar pulang setelah kita bicara," ucap Iqbal menahan Kirana kembali dan membawanya ke dekat motornya.
Tanpa menjawab Kirana naik ke atas motor dan Iqbal melaju kan motornya di jalanan untuk mengantar Kirana sampai di rumahnya.
"Kamu tunjuk kan arah jalan menuju rumah mu ya," ucap Iqbal.
"Hmm," ucap Kirana.
"Ish jangan galak-galak dong, meski pun kita ga bisa balikan tapi setidaknya kita masih bisa berteman kan," ucap Iqbal.
"Kamu mau ga, kalau kita mulai lagi dari awal?" tanya Iqbal.
"Maksud kamu mulai dari awal gimana?" dengan mengerut kan dahi Kirana kembali bertanya.
"Ya kita PDKT lagi kaya awal-awal dulu, chat kirim kabar, telpon dan video call untuk kembali saling mengenal satu sama lain. Kamu mau ga?" ucap Iqbal menjelas kan maksud dari omongannya.
"Ga, aku udah tau kamu. Jadi ga ada kata PDKT segala," jawab Kirana ketus.
"Memangnya udah ga ada rasa sayang untuk ku di hati mu Kiran? Kamu udah ada pengganti yang lebih baik dari ku," tanya Iqbal.
"Iya, aku udah ada yang jauh lebih baik dari mu. Rumah ku sudah dekat, aku turun di sini aja," ucap Kirana.
__ADS_1
Iqbal pun menghenti kan motornya di tepi jalan lalu Kirana pun turun dari motor dan memberi kan helm pada Iqbal.
"Terima kasih udah mau mengantar kan aku pulang," ucap Kirana pergi meninggal kan Iqbal begitu saja.