CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 25. Hadiah untuk ibu.


__ADS_3

"Sekarang kan ada Arka yang mengantar mu, jadi ga apa-apa kalau jauh dari rumah juga. Paman lebih tenang kalau kamu ada yang menjaga, kaya sama Arka," ucap Arif.


"Tapi kan paman, Arka juga ga akan selamanya bisa nganterin aku. Suatu saat dia juga pasti akan pergi ninggalin aku kerja di tempat lain sama kaya Selly," ucap Kirana.


"Oh iya paman, kalau aku kasih hadiah buat ibu. Kira-kira ibu mau ga ya? Tapi yang bagus hadiah apa ya," sambung Kirana mengalih kan topik pembicaraan.


"Kalau baju giman," ucap Lia memberi saran.


"Tapi kan aku ga tau ukuran baju ibu apa, lagian selera baju ibu seperti apa aku juga ga tau," ucap Kirana.


"Kalau barang gimana? Misalnya setrika atau alat rumah tangga lain yang bisa lebih bermanfaat," ucap Arif memberi saran.


"Boleh juga tuh paman, besok setelah selesai mengantar paket aku mampir ke toko untuk memilih barang yang cocok untuk hadiah ibu," ucap Kirana.


Kirana pun segera memberes kan semua barang untuk di packing dan lekas tidur dan mengistirahat kan badannya setelah seharian bekerja keras.


...***...


Pagi sekali Kirana sudah bangun dalam keadaan penuh semangat karna akan membeli hadiah untuk di beri kan pada ibunya.


"Hari ini paket ga sebanyak kemarin, jadi bisa cari kios sekalian cari hadiah buat ibu," gerutu Kirana.


Arka pun sudah menunggu Kirana di luar sambil ngobrol sama Arif.


"Arka, tolong angkatin ini dong," pinta Kirana.


"Siap bos," ucap Arka langsung menghampiri Kirana dan membawa sekantong besar paket yang sudah rapih di kemas.


"Kamu ini bas bos bas bos mulu dari kemarin, ini satu lagi muat ga kalau di bawa sekalian," ucap Kirana.


"Emm.. kayanya sih ga kalau kamu juga ikut, kalau kamu nunggu di sini pasti muat di simpan di belakang," ucap Arka.


"Memangnya kamu mau kerja sendirian, ya udah kita antar dulu ke ekspedisi untuk di kirim biar bisa cepat sampai dan aku cepat dapat uang," ucap Kirana.

__ADS_1


"Paman kami pamit ya, mumpung masih pagi," ucap Kirana pamit pada Arif.


"Iya nak, hati-hati di jalannya. Jangan lupa yang semalam kita bicara kan," ucap Arif mengingat kan.


"Iya paman aku pasti ingat," ucap Kirana, Arka melaju kan motornya terus menjauhi rumah Kirana.


"Senang rasanya kalau kamu bisa jadi pacar ku aKiran, tak akan ku biar kan siapa pun menyakiti mu. termasuk ibu mu sendiri, akan ku jaga seperti paman mu menjaga mu sejak kamu bayi," batin Arka.


Sesampai nya di tempat ekspedisi jasa pengiriman paket, seperti biasa Kirana menimbang paket lalu bayar jasa ongkos kirim.


Karna udah tiap hari datang, para petugas pun udah kenal dan akrab dengan Kirana.


"Kiran, paketnya makin banyak aja nih?" tanya Rury petugas pagi ini.


"Iya ni nih kak, syukur alhamdulillah orderan makin banyak," jawab Kirana.


"Kalau mau bisa di ambil sama kurir dari sini, biar kamu bisa hemat tenaga juga. Tinggal chat kami yang di sini nanti di ambil sama petugas di sini," ucap Rury memberi tawaran pada Kirana.


"Boleh tuh kak, aku minta nomor ponselnya ya. Besok aku chat biar di ambil ke rumah ya, tapi untuk ongkosnya gimana kak," tanya Kirana.


"Oke, kalau begitu. Jadi aku ga repot bolak balik ke rumah bawa paket buat di kirim ke sini sama buat yang COD juga," ucap Kirana.


Kesepakatan pun di dapat, Kirana mendapat kan kemudahan dalam mengirim paket. Kirana pun pergi keluar ruangan dan menghampiri Arka.


"Kok tumben agak lama," ucap Arka.


"Kok protes sih, tadi aku dapat tawaran dari petugas ekspedisi, mulai besok paketnya bakalan di bawa sama petugasnya ke rumah jadi kita ga usah repot bolak balik kaya gini," ucap Kirana menjelas kan.


"Udah ah sekarang kita balik ke rumah ambil paket, kita cari duit buat bayar kamu," sambung Kirana naik ke atas motor dan Arka segera melaju kan motornya menuju rumah Arif.


"Sekarang kita, antar paket dulu. Kamu mau makan dulu ga?" tanya Kirana.


"Tadi aku udah sarapan dulu sebelum ke rumah mu biar ga buang duit kamu, jadi kita bisa makan bareng nanti siang," ucap Arka.

__ADS_1


"Ah itu sih bisa-bisanya kamu aja mau makan bareng aku," ucap Kirana.


"Oh iya nanti kita cari kios lagi ya, kata paman sih ga apa-apa jauh juga karna ada kamu yang mengantar ku pulang. Sekalian kita cari hadiah untuk ibu ku, paman dan bibi juga deh biar adil," sambung Kirana.


"Aku ga di kasih hadiah nih," ucap Arka.


"Kamu beli aja sendiri, ini tuh untuk ucapan terima kasih aku sama paman dan bibi yang sudah merawat ku dan selalu mendukung ku selama ini," ucap Kirana.


Arka dan Kirana mengirim paket satu persatu sampai selesai, lalu mencari kios untuk di sewa Kirana.


"Kiosnya saya bayar untuk 6 bulan ke depan ya pak," ucap kirana membayar kios dan mendapat kan nota pembayaran sebagai tanda bukti sewa tempat.


"Sewa kios udah, sekarang kita beli hadiah buat paman Arif, bibi Lia dan ibu ku," gerutu Kirana.


"Yu kita jalan lagi Arka, kita ke toko alat rumah tangga. Kata paman Arif kasih hadiah itu harus bermanfaat buat orangnya, jadi aku mau cari alat rumah tangga buat ibu biar bisa di pakai ibu setiap hari," ucap Kirana.


"Oke, siap bos," ucap Arka melaju kan motornya.


"Kiran, momen seperti ini yang aku tunggu dari dulu. Bisa membonceng mu, apa lagi kalau kita berstatus pacaran bakal lebih senang lagi nih," batin Arka berangan-angan.


Sesampainya di tempat yang di tuju, Kirana langsung membawa Arka masuk ke dalam untuk membantu memilih barang yang bagus di jadi kan hadiah.


Kirana berkeliling mencari yang cocok dan akhirnya menemukan kipas angin untuk Arif dan penanak nasi untuk Lia sedang kan tv untuk Rose.


"Kamu masih ada uang untuk membeli semua ini?" tanya Arka heran dengan uang yang Kirana punya.


"Uang ku ga banyak tapi cukup lah untuk bayar ini semua, kalau ga aku simpan kamu di sini buat jaminan,šŸ˜„," ucap Kirana.


"Kamu bisa aja," ucap Arka.


Setelah membayar Arka dan Kirana membawa semua barang yang di belinya ke parkiran motor.


"Ayo bawanya gimana," ucap Arka.

__ADS_1


Arka mengatur barang bawaannya di atas motor di bagian depan dan tv di bawa atas pangkuan Kirana.


__ADS_2