CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Bab 47. Main api di belakang Kirana.


__ADS_3

"Tumben jam segini udah di jemput, biasanya tengah malam di jemputnya layaknya menjemput wanita malam,"


"Aku jadi wanita malam hanya untuk pacar ku, aku juga ga open BO. Kalau kepepet mungkin aku open BO, aku pergi dulu ya nanti balik lagi,"


"Iya, terserah kamu aja. Mau balik lagi atau mau tidur bareng pacar kamu, itu sudah bukan urusan ku lagi,"


Seakan tidak menganggap omongan Kirana, Selly pergi meninggal kan Kirana sendirian di dalam toko.


Selly keluar dari toko dan menghampiri Iqbal yang sudah menunggu tak jauh dari parkiran toko, Iqbal menunggu di atas motor dan sudah menyiap kan pengaman untuk di pakai bersama Selly.


"Kamu masih ngebet sama aku ya,"


"Ayo naik aja dulu, aku udah beli pengaman barusan," bisik Iqbal di telinga Selly membuat Selly langsung naik di atas motor Iqbal dan Iqbal segera melaju kan motornya menuju kamar kost nya.


Sesampai di tempat kost Iqbal yang memang bebas dan kamar Iqbal berada paling ujung di lantai 2, ke adaan kost-kost an yang sepi dan masih banyak yang kosong karna memang bangunan baru dan belum banyak yang datang untuk mengisi.


Selly masuk duluan dan Iqbal menyusul dan menutup pintu kamarnya, saat Iqbal berbalik ternyata Selly sudah mulai menggodanya dengan langsung membuka bajunya satu persatu.


"Kamu udah ga sabar ya, mau pakai pengaman ga sexy,"


"Emm, aku udah ga tahan nih. Pengen liat dan merasa kan junior kamu masuk ke sini," ucap Selly membuka roknya dan mulai menggoda Iqbal penuh gairah.


Selly mencium bibir Iqbal dengan penuh gairah dan Iqbal membalas ciuman dari Selly lalu mendorong tubuh Selly ke atas ranjang yang masih rapih.


Karna Selly sudah terbiasa melaku kan hal tersebut dengan Diki jadi Selly sudah tidak ada rasa malu dan mulai lihai dengan hal-hal berbau ranjang.


"Kamu memang hot Sell, bawa aku pada kenikmatan yang bisa membuat ku malayang Sell," bisik Iqbal di telinga Selly sesaat sebelum melanjut kan kegiatannya meraba dan menikmati tubuh mulus Selly.


"Aku ga sangka bisa berhubungan badan dengan teman pacar ku sendiri, yang ternyata lebih hot dan nikmat,"


"Ga usah pakai pengaman ya Bal, biar lebih enak," ucap Selly meraba dada bidang Iqbal dan mencium dada Iqbal lalu turun ke bagian sensitif Iqbal yang memang sudah tidak memakai apa pun.

__ADS_1


Setelah satu jam bertempur dan ini kali pertama Iqbal melaku kan hal itu, membuat Iqbal dan Selly sama-sama berkeringat. Selly tidur di pelukan Iqbal yang masih telanjang bulat, meraba dan mencium dada Iqbal.


"Kamu ga takut hamil Sell, kalau kamu hamil gimana. Siapa yang akan bertanggung jawab, karna kan kamu tidur bukan sama aku aja,"


"Aku tinggal gugur kan aja, ngapain minta tanggung jawab. Asal ada uang semuanya beres," ucap Selly menganggap enteng semua hal.


"Ini baru jam 9.20 pacar mu jemput jam berapa ke tempat Kirana, biar aku antar kamu ke tempat Kirana,"


"Aku mau sama kamu malam ini, aku boleh kan tidur di sini sampai pagi,"


"Terus pacar mu gimana?"


Selly bangun dan mengambil ponselnya dari dalam tasnya lalu mencari nomor ponsel Diki.


šŸ“±"Halo sayang, malam ini aku ga bisa ketemu sama kamu. Tadi mama ku minta aku untuk pulang karna mau ada acara di rumah,"


šŸ“±"Ya udah ga apa-apa kalau gitu, kita ketemu besok aja ya,"


šŸ“±"Iya sayang, maaf ya,"


šŸ“±"Ish kamu ini mau nya ************ mulu,"


šŸ“±"Tapi kamu suka kan,"


šŸ“±"Ya udah sampai ketemu besok ya sayang, bye,"


Selly beralasan agar bisa berduaan dengan Iqbal, Selly menjadi ketagihan dengan hal-hal seperti ini.


"Mudah kan, dia ga akan cari aku. Malam ini aku milik mu seutuhnya, kamu lebih nikmat dari Diki," ucap Selly setelah menyimpan ponselnya di sembarang tempat lalu naik di atas tubuh Iqbal.


"Mau tempur lagi nih? tadinya aku mau beli makanan dulu, kan butuh tenaga juga buat tempur semalaman,"

__ADS_1


"Yaah, udah masuk. Cari makannya nanti aja lah, nikmati aja dulu sensasi seperti ini,"


"Kamu memang guru s*x yang paling hot Sell, pantas aja pacar mu ga mau melepas mu. Aku juga ga akan melepas mu gitu aja,"


Waktu terus berjalan, Selly dan Iqbal tanpa status yang pasti mereka terus menikmati permainan sampai pagi menjelang.


Pagi-pagi Selly membangun kan Iqbal dengan sentuhan yang menggoda, Selly meraba dan menyentuh junior Iqbal yang sudah semalaman bertempur dengan Selly berkali-kali.


"Pagi sayang, pagi-pagi di luar hujan. Makin malas untuk bangun, tapi punya mu udah bangun duluan. membuat ku makin gairah aja," ucap Selly memeluk tubuh Iqbal dan naik di atas tubuh Iqbal.


"Ish kamu ga cape terus-terusan minta di gempur, aku aja cape masih pengen tidur,"


"Mumpung kita bisa melaku kan ini dan ada kesempatan kan bisa di manfaat kan dengan sebaik mungkin,"


"Udah masuk aja tuh junior udah tau sarangnya,"


"Kalau sama Kirana bisa ga kamu kaya gini, semalaman gempur sama Kiran. Kalau kamu bisa buat Kiran melayani mu seperti ini berarti kamu hebat bisa taklukkan Kiran," ucap Selly sambil menggoyang kan panggulnya menaik turun kannya sedang kan Iqbal terus mengulum 2 gunung kembar punya Selly yang besar dan mulus.


Sementara Kiran sudah membuka tokonya sejak pukul 7, meski pun hujan tapi Kirana tetap semangat membuka toko dan menyambut pelanggan hari ini. Karna hujan terus, Rani datang agak terlambat.


"Maaf ya Kiran, aku telat. Hujannya masih belum reda, ini juga pinjam payung punya tetangga," ucap Rani saat sampai di toko dan membawa masuk payung untuk di kering kan di dalam gudang.


"Iya ga apa-apa mba, aku juga baru buka tokonya. Mba Rani udah sarapan belum, kalau mau pesan aja nanti aku yang bayar,"


"Aku udah sarapan tadi di rumah sama anak-anak, aku pesan teh manis panas aja boleh kan,"


"Boleh mba pesan aja,"


Rani keluar dari toko dan memesan teh manis panas untuk menghangat kan tubuhnya setelah berjalan menembus derasnya hujan.


"Semalam Iqbal sampai jam berapa di sini?" tanya Rani sambil menyeruput pelan secangkir teh di tangannya.

__ADS_1


"Jam 8 lebih, udah beres semua langsung ku suruh pulang. Karna ada Selly yang membantu jadi semuanya selesai dengan cepat,"


"Sekarang dia belum datang, apa masih tidur ya. Apa karna hujan jadi dia malas kerja," sambung Kirana.


__ADS_2