CINTA TAK BERJODOH

CINTA TAK BERJODOH
Mengharukan


__ADS_3

Hari ini baby Atha sudah genap berusia 5 bulan dia sudah bisa tengkurap sendiri bolak balik, badannya gendut dan pipinya gembul serta suka teriak teriak ngomong ga jelas alias ngoceh.


Arumi baru saja sampai rumah dia langsung menuju rumah Ayah Ery bersama si dokter tampan tentunya.


Iya, selama tiga bulan lebih Arumi diungsikan oleh keluarga ke tempat tugas sementara dokter Fahrizal di daerah Ciamis dekat dengan Pangandaran.


Bunda menyambut kedatangan cucu mereka dengan senang hati, rasa rindunya sudah sangat membuncah, air mata merembes dari sudut mata bunda saat menciumi Bocah gembul itu.


Ada rasa sakit di sisi hati terdalamnya, sedih melihat cucunya dari lahir tidak pernah merasakan belaian dari Ayahnya, bahkan mereka memisahkan dengan sengaja.


Sebagai seorang ibu Bu Ida tau betul berada di posisi Arumi namun jika bukan karena masa depan anak dan cucunya pasti bu Ida juga tidak akan tega memisahkan mereka.


Sampai pagi menyambut dengan sinar mentari yang menghangatkan tapi Niko tidak juga muncul menyapa anak istrinya, apakah dia memang memilih melupakan ataukah dia setia menunggu, entahlah yang jelas Papa dan Mama Erina sudah tau kalau kemarin Arumi dan baby Atha sudah pulang ke rumah Ayah Ery.


Jam 9 pagi Arumi sudah rapi begitupun baby Atha sudah wangi dan segar, mereka sekeluarga sudah berkumpul di rumah Ayah Ery, bahkan pakde, budhe dan juga dokter Fahrizal juga ada.


20 menit berlalu waktu sebuah mobil berhenti di halaman rumah Ayah Ery.


" Pak Ngat", Teriak Arumi senang kemudian menyambut pak Ngat.


" Nona", tunduk hormat pak Ngat.


" Masuk dulu atau mau langsung?",


" Langsung saja Nona, mari.... Ibu Erina tadi berpesan supaya jam 10 sudah harus sampai rumah lagi".


" Oke kalau begitu.... mari semua kita berangkat!", Ajak Arumi bersemangat langsung masuk mobil duduk di samping pak Ngat dengan memangku baby Atha.


Iya hari itu keluarga pak Windra mengundang keluarga Arumi untuk makan siang bersama di kediamannya.


kurang lebih 30 di jalanan akhirnya sampai di rumah papa Windra. Sejenak mata Arumi beredar memperhatikan sekeliling, tidak ada yang berubah masih sama hanya saja terlihat bersih seperti habis di cat dan di bersihkan sana sini.


" Mari Pak, bu", Pak Ngat turun dan membukakan pintu untuk keluarga Arumi ada Ayah sama bunda yang duduk di kursi penumpang.

__ADS_1


Sedangkan pakde, budhe dan juga Fahrizal membawa mobil sendiri.


Arumi turun dengan membopong Baby Atha hatinya berdebar, sungguh walaupun kepergian Arumi adalah skenario dari kedua keluarga tapi tetap ada rasa sedih di hati Arumi ketika harus menguji hati suaminya itu. karena pada akhirnya keputusan itu tergantung pada Niko.


Senyum mengembang di wajah Arumi ketika mama dari dalam langsung tergopoh gopoh menyambutnya dan langsung mengambil alih baby Atha dalam dekapannya.


" Mari masuk.... ", mempersilahkan semua tamu yang datang.


" Apa kabar sayang.... muaaccchhhh cucu oma yang ganteng", Mama langsung memeluk Arumi dan mengambil Alih baby Atha dengan mata berkaca kaca seraya menciumi cucu gembulnya itu.


Kemudian semua bersalaman, dan masuk kemudian duduk berkumpul di ruang tamu dan keluarga, mata Arumi beredar lagi mencari sosok yang sangat di rindukan kenapa tidak nampak, hatinya sudah mulai kacau, tak tenang, dimanakah gerangan Niko.


" Ma.... dimana Mas Niko", suara Arumi lirih berbisik di samping mama Erina.


" kita tunggu sama sama.... mama juga cemas menunggunya", deg hati Arumi tambah penasaran dimana suaminya hampir 4 bulan tidak pernah bertukar kabar.


" Kak.... apa kabar? Chiki kangen!",


" Kakak baik Chiki... sama kakak juga merindukan mu".


" Hmmm.... Chiki juga sudah lama tidak bertemu kak, tapi katanya hari ini dia mau datang juga".


" Memang dia dimana selama ini?", mata Arumi makin berkaca kaca.


" Chiki juga kurang tau kak, hampir tiga bulan dia tidak di rumah", kaki Arumi terasa lemas mendengar kata kata Chiki, kemana selama ini suaminya itu.


Tiba tiba sebuah mobil datang dan berhenti di halaman rumah besar itu. Seseorang yang sangat Arumi rindukan, keluar dengan membopong bayi dalam dekapannya, disusul dengan seorang berperawakan gagah gak kalah ganteng dengan Niko juga seorang perempuan bergamis syar'i menuntun seorang putri berumur 4 tahunan.


" Assalamualaikum.." seseorang yang membopong bayi tadi adalah Niko yang mengendong anak dari Anton menyapa semua tamu yang didalam kemudian menyalami satu persatu orang yang didalam.


Arumi hanya tertegun namun kemudian menyalami Anton dan istrinya. Kemudian sampai pada giliran Niko menuju ruang keluarga, bayi yang ia gendong tadi diserahkan pada istrinya Anton, disama kemudian menyalami semua setelah itu baru mendekat pada sosok yang selama ini dia rindukan.


Mata mereka saling tatap dengan reaksi yang kemudian jadi berkaca kaca, Niko mendekat dan langsung memeluk erat tubuh Arumi.

__ADS_1


Sesaat tak ada kata kata dari mereka, saat Niko sudah mendekap Erat tubuh Arumi baru terdengar isakan lirih yang keluar dari Niko dan Arumi pun membalas dekapan itu, semua mata menyaksikan pertemuan dua sejoli itu. Hampir semua mata yang menyaksikan pemandangan itu ikut terhanyut, terharu dan ikut meneteskan air mata. Terutama mama dan ibu.


Lama Arumi dan Niko saling peluk seakan tidak ingin terlepas lagi, suara isakan dari mereka berdua semakin lama menjadi suara tangis yang nyata.


" Kangennn.... hik hik hik", sesekali kata itu yang keluar dari mulut mereka saling bergantian.


" Maafin mas.... jangan pergi lagi... bantu mas untuk jadi lebih baik.... jangan pergi lagi".


" Hik hik.... maafin Arum juga mas, maaf....".


" Sudah pelukannya.... cukup dulu, lanjut lagi nanti dikamar, kasihan Nih jomblo akut.... kalian kira ga menderita liat kalian pelukan kayak begitu!, lihat nich ada yang terlupakan!", Suara dari Chikita menyadarkan keduanya, mereka melepas pelukannya dan Niko menghapus air mata Arumi dengan ke dua ibu jarinya.


Mata Niko beredar kemudian pandangannya fokus pada bayi gembul yang teriak teriak mengoceh dan sesekali tersenyum ceria, bayi yang tengah menarik narik jempol kaki nya sendiri untuk dimasukkan mulut.


" Anak Ayah, apa kabar? kamu sudah besar.... ini Ayah nak...", Niko langsung memindahkan di dekapannya, dipeluknya, dicium air mata Niko kembali membanjiri pipinya, Arumi pun tak kalah terharu, bahkan Chiki yang barusan bercandai saja , merembes air matanya.


" Arum.... in shaa Alloh dia udah tobat, ga bakal bikin kamu nangis lagi, tapi kalau masih kambuh lagi, Anton yang bakal ngasih dia pelajaran", ucap Anton seraya mengusap air matanya, tak urung pemandangan barusan ikut membuat hatinya sedikit trenyuh.


" Iya mas, terima kasih". Arumi pun mengusap air matanya yang kembali membanjiri pipinya.


" Sudah sudah... kita mulai saja acara karena lakon utamanya sudah lengkap", ucap Ayah membuat semua mata kini berpindah menatapnya.


" Assalamualaikum.... terima kasih saudaraku semua atas kesediaan waktu dan tenaganya untuk menghadiri undangan keluarga saya Windra Santoso di acara makan siang sederhana, sebagai wujud rasa syukur dan kebahagian dari keluarga saya dan kebahagian keluarga kecil anak saya yakni Niko dan Arumi serta cucu saya Atha.


Semoga silahturahmi ini bisa menyambung tali persaudaraan yang lebih akrab lagi, semakin membuat satu dengan yang lainnya saling mengenal lagi, sekali lagi minta doa untuk kebahagian keluarga anak saya, Terima kasih.... Wasalamu 'alaikum warohmatulloh hiwabatokatuh".


-


-


-


**Gimana mau mendekati Ending.... hayo krisannya...šŸ™šŸ˜ŠšŸ˜˜

__ADS_1


Lanjuttt ya**...


__ADS_2